Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 27, 2020
Bagikan sekarang

Tekanan darah adalah ukuran seberapa keras jantung bekerja untuk mendorong darah melalui pembuluh darah. Jika anak Anda didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi, Anda perlu untuk mengukurnya di rumah secara rutin. Lalu, mengapa perlu mengukur tekanan darah anak secara rutin dan bagaimana cara melakukannya di rumah?

Mengapa perlu mengukur tekanan darah anak secara rutin?

Tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi terjadi ketika aliran darah dari jantung ke dinding pembuluh darah (arteri) terjadi sangat kuat. Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak.

Berdasarkan data The National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), ada peningkatan jumlah penderita hipertensi pada anak di Amerika Serikat. Tercatat sebanyak 19% anak laki-laki dan 12% anak perempuan di Amerika Serikat menderita hipertensi.

Bila dibiarkan dan tidak diobati, kondisi ini bisa bertahan hingga anak tersebut dewasa dan akan meningkatkan risiko komplikasi hipertensi, seperti penyakit ginjal, stroke, serangan jantung, atau penyakit jantung.

Oleh karena itu, perlu untuk mencegah komplikasi tersebut dengan mengukur dan mengontrol tekanan darah pada anak secara rutin, terutama yang menderita hipertensi. Dokter akan mengambil langkah perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi anak Anda. Namun, hal ini juga perlu dibarengi dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan untuk hipertensi, menjauhi berbagai pantangan makanan pemicu hipertensi, serta melakukan olahraga rutin untuk hipertensi.

Hal yang harus dilakukan sebelum mengukur tekanan darah anak

tekanan darah rendah pada anak

Mengukur tekanan darah anak terbilang gampang-gampang susah. Anda perlu mengetahui beberapa hal yang harus dilakukan ketika melakukan pengukuran agar hasilnya dapat tepat. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pengukuran dilakukan:

  • Berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan panduan mengenai berapa kali pengukuran perlu dilakukan dalam sehari, berapa ukuran tekanan darah yang baik, serta apa aja yang perlu dilakukan, sesuai dengan kondisi anak Anda.
  • Ukur tekanan darah anak ketika anak Anda sedang santai dan beristirahat.
  • Ukur tekanan darah anak Anda sebelum memberikan obat tekanan darah.
  • Terlalu banyak kegiatan, kegembiraan, atau ketegangan saraf dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara.
  • Jika anak Anda memiliki gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, pusing, dan penglihatan kabur, ini mungkin berarti bahwa tekanan darah anak Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  • Setiap 6 bulan, Anda harus membawa alat ukur tensi ketika datang ke klinik sehingga dapat diperiksa akurasi alatnya. 

Selain memerhatikan hal-hal tersebut, Anda pun perlu mempersiapkan peralatan untuk mengukur tekanan darah pada anak, yaitu stetoskop dan manset tekanan darah. Tanyakan pada suster di klinik atau rumah sakit tempat anak Anda berobat untuk mengetahui di mana Anda bisa mendapatkan barang tersebut. 

Manset tekanan darah ada yang dengan dial manual dan ada pula yang elektronik. Menggunakan alat ukur tekanan darah manual memang butuh kemampuan khusus. Anda bisa meminta suster untuk mengajari menggunakan alat tersebut. Bila tidak ingin repot, Anda juga bisa memilih alat ukur tekanan darah elektrik. Dengan alat tersebut, Anda bisa dengan mudah memeriksa tekanan darah si kecil hanya satu kali klik saja. 

Jangan lupa untuk menyiapkan buku catatan khusus untuk mencatat perkembangan tekanan darah anak Anda. Di dalam catatan tersebut, Anda juga perlu untuk mencatat tanggal dan jam pengukuran dilakukan.

Bagaimana cara mengukur tekanan darah anak Anda?

Bila seluruh peralatan dan kondisi anak Anda sudah siap, Anda bisa memulai melakukan pengukuran tekanan darah pada anak di rumah. Perlu diingat, selalu lakukanlah pengukuran sesuai dengan anjuran dokter. Dokter atau perawat akan memandu Anda dan menunjukkan cara untuk mengukur tekanan darah anak di rumah dengan tepat. Berikut langkah-langkahnya jika Anda menggunakan alat manual:

  • Posisikan anak Anda duduk di kursi di samping meja atau berbaring sehingga anak dapat mengistirahatkan lengannya dekat dengan jantung.
  • Putar sekrup di samping bola karet ke kiri untuk membukanya. Keluarkan udara dari manset.
  • Tempatkan manset pada lengan atas anak Anda di atas siku, dengan tepi Velcro menghadap keluar. Lilitkan manset di lengan anak Anda. Kencangkan tepi Velcro.
  • Tempatkan jari pertama dan kedua pada bagian dalam siku anak Anda dan rasakan denyut nadinya. Tempatkan bagian datar dari stetoskop di tempat di mana Anda merasakan denyut nadi, kemudian letakkan earphone di telinga Anda.
  • Putar sekrup di samping bola karet ke kanan sampai mentok.
  • Pompa bola dari manset dengan satu tangan sampai Anda tidak bisa lagi mendengar denyut nadi.
  • Perlahan-lahan buka sekrup sampai Anda mendengar suara nadi pertama. Ingat jumlah jarum menunjuk kepada angka ketika Anda mendengar suara nadi pertama. Angka itu adalah tekanan sistolik, jumlah atas pada tekanan darah (misalnya, 120/).
  • Tetap perhatikan angka dan perlahan-lahan terus melepaskan sekrup sampai Anda mendengar perubahan suara nadi dari dengungan keras ke suara lembut atau sampai suara menghilang. Perhatikan nomor pada angka ketika Anda mendengar suara lembut atau tidak ada suara. Angka itu adalah tekanan darah diastolik, jumlah yang lebih rendah dalam tekanan darah (misalnya, /80).
  • Catat ukuran tekanan darah (misalnya, 120/80) dalam buku harian.

Buku catatan khusus mengukur tekanan darah ini perlu dibawa setiap jadwal konsultasi dengan dokter anak Anda. Dokter akan membaca hasilnya dan memberikan informasi mengenai perkembangan kesehatan anak Anda. 

Cara membaca tekanan darah

penyebab tekanan darah rendah pada anak

Tidak hanya cara mengukur, Anda perlu mengetahui cara membaca tekanan darah yang tertera pada alat. Hal ini tentunya memudahkan Anda untuk melakukan pencatatan di buku dan mengetahui apakah tekanan darah anak Anda sudah terkontrol dengan baik. 

Ketika mengukur tekanan darah, ada dua nomor yang perlu dibaca. Contoh, hasil tekanan darahnya yaitu 120/80 mmHg. Nah, untuk angka bagian atas (dalam contoh ini, yaitu 120) adalah tekanan sistolik. Hal ini menunjukkan tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh darah saat jantung berkontraksi dan memaksa darah keluar.

Sementara angka yang di bawah (dalam contoh ini, yaitu 80) adalah tekanan diastolik yang memberi tahu Anda tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh darah saat jantung beristirahat. 

Apa yang harus dilakukan jika tekanan darah anak Anda terlalu tinggi?

Bila setelah mengukur dan didapat tekanan darah pada anak Anda terlalu tinggi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebelum mengonsumsi obat tekanan darah tinggi dari dokter. Berikut yang perlu dilakukan:

  • Pastikan bahwa anak Anda tenang dan beristirahat.
  • Periksa tekanan darah anak Anda kembali setelah 20 sampai 30 menit. Jika masih terlalu tinggi, berikan obat.
  • Jika tekanan darah tidak turun dalam waktu 45 menit setelah pemberian obat, hubungi klinik anak Anda.

Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi secara teratur mungkin tidak cukup untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Anak Anda mungkin akan diresepkan dosis obat tekanan darah “prn,” yang berarti dosis diambil sebagai kebutuhan.

Apa yang harus dilakukan jika tekanan darah anak Anda terlalu rendah?

Bila setelah mengukur tekanan darah didapat hasil tekanan darah rendah pada anak Anda, hal-hal di bawah ini bisa Anda lakukan:

  • Mintalah anak Anda berbaring dan beristirahat.
  • Jika sudah saatnya untuk memberikan anak Anda dosis obat tekanan darah, jangan diberikan.
  • Ukur tekanan darah anak Anda kembali dalam 15 menit.
  • Jika tekanan darah tetap terlalu rendah, atau jika anak Anda terlihat tidak sehat, hubungi dokter atau klinik anak Anda untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi Februari 29, 2020

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik Februari 16, 2020

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers Februari 12, 2020

4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hipertensi, Health Centers November 15, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 14, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020
Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang April 20, 2020