Kupas Tuntas Manfaat Vitamin D untuk Mengontrol Tekanan Darah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Vitamin D dikenal bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan kulit, serta memelihara fungsi metabolisme tubuh secara keseluruhan. Sumber vitamin D terbaik untuk kita adalah paparan sinar matahari pagi, meski juga bisa mendapatkannya dari berbagai sumber makanan segar dan juga suplemen. Nah ternyata, ada satu lagi fungsi vitamin D yang belum banyak diketahui orang, yaitu mengendalikan tekanan darah. Bagaimana bisa?

Memahami fungsi vitamin D terhadap tekanan darah

Sebuah studi melaporkan bahwa asupan vitamin D rutin dapat menurunkan tekanan darah, khususnya pada orang-orang yang berisiko hipertensi (prehipertensi) ataupun yang sudah mengalaminya.

Kadang, tubuh Anda dapat menghasilkan terlalu banyak sel di otot yang melapisi pembuluh darah Anda sehingga muncullah plak. Plak yang dibiarkan menumpuk dapat menghambat aliran darah, yang lama-kelamaan dapat meningkatkan tekanan darah

Para peneliti telah menemukan bahwa asupan vitamin D harian dapat berikatan dengan reseptor khusus di sel-sel dinding pembuluh yang dapat mengurangi risiko bertambahnya sel yang bisa memicu penumpukan plak.

Fungsi vitamin D juga dapat mengurangi aktivitas sistem yang mengontrol tekanan darah Anda. Sistem ini disebut renin-angiotensin yang memungkinkan tekanan darah meningkat bila terlalu aktif.

Namun, apa yang menyebabkan aktivitas sistem tekanan darah ini masih belum diketahui, dan bagaimana vitamin D dapat membantu mengontrol aktivitas tekanan darah tersebut masih menjadi misteri.

Tekanan darah masih bisa dipengaruhi oleh beberapa hal lain

Beberapa percobaan melihat fungsi vitamin D pada tekanan darah orang yang memiliki hipertensi. Para peneliti telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan tekanan darah sistolik, tetapi tidak menurunkan tekanan darah diastolik.

Selain itu, tidak semua studi menunjukkan bahwa vitamin D menurunkan tekanan darah, jadi masih belum ada bukti untuk menentukan apakah vitamin D membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko hipertensi.

Vitamin D dapat membantu tubuh dalam banyak cara, tapi ulasan data baru menunjukkan vitamin D tidak berpengaruh banyak untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Studi lain menemukan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa meningkatkan kadar vitamin D pada tubuh memberikan efek baik untuk tekanan darah. Hasil analisis ini tidak mendukung penggunaan vitamin D sebagai pengobatan pasien penderita hipertensi. Studi ini menunjukkan kurangnya efektivitas penggunaan vitamin D untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Sebuah studi mengatakan bahwa vitamin D mungkin memiliki efek yang kecil tapi tidak signifikan pada penurunan tekanan darah, sementara analisis lainnya menghasilkan hasil yang bertentangan. Meskipun studi observasional telah menunjukan bahwa vitamin D dapat mengontrol tekanan darah, studi intervensi telah gagal untuk membuktikannya.

Namun, ada banyak faktor lain yang juga dapat mempengaruhi hasil analisis. Penuaan, obesitas, merokok, dan kurang bergerak dapat mempengaruhi tingkat vitamin D dan datangnya penyakit. Kadar vitamin D yang rendah disebabkan adanya suatu penyakit, bukan sebaliknya. Tetapi vitamin D dapat memberikan efek positif pada kesehatan jantung, misalnya vitamin D dapat mempengaruhi fungsi endotel atau kecenderungan pembekuan darah.

Meskipun demikian, hasil analisis ini tidak mendukung penggunaan vitamin D  sebagai pengobatan untuk pasien penderita hipertensi atau sebagai intervensi untuk menurunkan tekanan darah.

Tetapi terdapat perdebatan dan konflik untuk membuktikan hubungan antara Vitamin D dan tekanan darah tetap ada. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, mintalah dokter untuk memeriksa status vitamin D Anda. Ini bisa menjadi jawaban sederhana untuk membantu mengurangi risiko komplikasi dari tekanan darah termasuk serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung kongestif.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020