7 Gejala Alergi dari yang Ringan Sampai Parah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019
Bagikan sekarang

Alergi adalah reaksi abnormal dari sistem imun saat melawan zat asing yang pada dasarnya tidak berbahaya. Zat ini dikenal sebagai alergen. Pada orang dengan sistem imun normal, paparan alergen lewat jalur hirup, konsumsi, atau kontak kulit langsung tidak akan memicu reaksi apa pun. Lantas, apa saja gejala alergi yang perlu diketahui? Simak ulasannya berikut ini. 

Gejala alergi umum

Alergi memiliki banyak jenis. Ada alergi yang dihirup, seperti alergi debu atau alergi bulu hewan, alergi kulit seperti alergi lateks atau alergi logam, dan ada juga alergi makanan, seperti alergi kacang, alergi telur, atau alergi seafood.

Dikarenakan penyebab alergi ada banyak dan jalur pencetusnya juga banyak, gejala yang muncul pun dapat bermacam-macam. Setiap orang dapat mengalami reaksi alergi yang berbeda antar satu sama lain.

Berikut adalah sejumlah gejala yang umum muncul:

1. Bersin

Bersin adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan zat-zat asing atau kotoran lewat hidung.

Benda asing seperti partikel debu yang masuk ke hidung dapat membuat lapisan dalamnya teriritasi. Terjadinya iritasi ini memicu sistem imun menyala aktif karena menganggap ada bahaya yang masuk mau merusak tubuh.

Lantas, sistem kekebalan tubuh Anda akan langsung melepaskan antibodi dan histamin sebagai cara mempertahankan diri.  Pelepasan histamin akan memberi sinyal ke otak bahwa hidung perlu bersin sebagai gejala untuk mengeluarkan debu penyebab alergi.

2. Mata berair dan bengkak

Mata berair adalah salah satu gejala yang paling umum muncul ketika pemicu alergi bersentuhan dengan mata.

Ketika berkontak dengan alergen, sel-sel mast dalam mata Anda akan melepaskan histamin dan zat lain untuk melawannya. Reaksi pelepasan histamin ini menyebabkan mata Anda menjadi merah, gatal, dan berair.

Pelepasan histamin dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan pembuluh darah di mata melebar. Peradangan dan kelebihan cairan di sekitar jaringan mata akan menyebabkan kelopak mata jadi bengkak, walaupun rasanya tidak sakit. 

3. Sesak napas dan mengi

Sesak napas dan mengi adalah gejala alergi yang sering disebabkan karena menghirup serbuk sari, bulu hewan, atau bahkan karena makan makanan tertentu seperti kacang.

Ketika mendeteksi alergen yang sudah masuk ke dalam tenggorokan, tubuh akan menganggap zat tersebut sebagai benda asing dan mencoba untuk mengeluarkannya.

Caranya mengeluarkannya dengan memproduksi antibodi dan histamin untuk menyerang alergen. Histamin yang keluar dapat menyebabkan saluran udara seseorang meradang dan menghasilkan lendir.

Saluran udara yang meradang umumnya akan bengkak dan menjadi lebih sempit. Nah, hal inilah yang menyebabkan udara jadi susah untuk keluar masuk dengan normal.

Ketika bernapas di saluran udara yang sempit, udara secara tidak langsung dipaksa keluar masuk melalui ruang yang lebih kecil. Ini dapat menimbulkan gejala alergi yang suara miripnya siulan atau disebut mengi. 

4. Batuk

Batuk terjadi saat tubuh mencoba mengeluarkan sesuatu yang dianggap sebagai alergen berbahaya di saluran napas. Alergen akan mengiritasi serat sensorik di saluran napas yang kemudian merangsang batuk.

Batuk juga dapat terjadi bersamaan gejala sesak napas karena alergi. Sesak napas terjadi saat saluran napas bengkak dan mengeluarkan lendir. Lendiri ini seharusnya menghilangkan alergen di dalam saluran pernapasan. 

Lendir yang keluar akibat adanya alergen akan muncul lebih banyak dibanding dengan lendir yang keluar saat tubuh dalam kondisi normal.  Lendir ini bisa naik ke tenggorokan dan menyebabkan gejala batuk. 

5. Kulit gatal

Saat ada alergen yang menempel di badan Anda, kulit akan mengeluarkan antibodi yang melindungi bagian dalam tubuh. Antibodi ini tujuannya melindungi tubuh dan kulit dari alergen. Setelah tubuh mendeteksi adanya zat alergen yang mencurigakan, kulit akan memicu reaksi peradangan berupa gatal.

Terkadang alergen tidak akan menyebabkan reaksi merah atau ruam, kecuali kulit Anda terkena sinar matahari. Kondisi gejala alergi ruam kulit karena terkena sinar matahari disebut dermatitis kontak photoallergic. Ini dapat terjadi pada orang yang alergi akan produk tertentu seperti losion, parfum atau bahkan tabir surya

6. Muntah

Mual dan muntah adalah gejala alergi yang umumnya terjadi akibat makan makanan seperti kacang atau telur. Makanan tersebut mengandung protein yang salah diartikan sistem kekebalan tubuh Anda sebagai zat alergen.

Saat Anda makan makanan tersebut, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan antibodi khusus untuk menyerang protein makanan tersebut. Di saat yang bersamaan, otak juga akan menangkap sinyal bahwa ada yang salah di tubuh Anda.

Sebagai cara menyelamatkan diri dari zat asing yang dianggap membahayakan, tubuh akan mencoba mengeluarkan makanan tersebut dengan cara muntah. 

7. Angiodema

Angioedema adalah gejala atau reaksi alergi yang menyebabkan kulit membengkak. Kondisi ini terjadi ketika zat yang pada dasarnya tidak berbahaya masuk ke tubuh. Tubuhnya akan melepaskan bahan kimia ke dalam tubuh untuk menyerang zat, yang menyebabkan kulit membengkak.

Angioedema dapat dipicu oleh reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu, terutama kacang-kacangan, kerang, susu, dan telur. Beberapa jenis obat termasuk antibiotik, dan aspirin juga dapat menyebabkan gejala alergi ini terjadi.

Gigitan serangga seperti tawon dan lebah, atau interaksi bahan lateks (kondom misalnya) ke kulit juga dapat menyebabkan tubuh mengalami angioedema.

Gejala alergi parah (syok anafilaksis)

Gejala alergi biasanya tidak mengancam nyawa. Akan tetapi jika reaksi alerginya parah dan tidak cepat ditangani, risikonya dapat menyebabkan syok anafilaksis. Anafilaksis sering disebabkan karena  alergi makanan, seperti kacang, ikan, kerang, dan susu, serta akibat sengatan lebah.

Anafilaksis terjadi saat sistem kekebalan tubuh Anda melepaskan antihistamin dalam jumlah berlebih. Zat kimia berlebih ini dapat menyebabkan syok, yang ditandai dengan tekanan darah menurun drastis dan penyempitan saluran napas. 

Tanda fisik yang bisa disadari pada gejala alergi ini adalah saat denyut nadi melemah, muncul ruam di kulit, kadang diikuti dengan mual dan muntah. Jika Anda merasakan hal ini atau melihat orang lain mengalami anafilaktik, segera bawa ke rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

 

Allergies symptomps https://acaai.org/allergies/symptoms diakses pada 17 September 2019. 

Why do we sneeze https://www.healthline.com/health/why-do-we-sneeze diakses pada 17 September 2019.

Itchy red eyes, how to tell if its allergy infections https://health.clevelandclinic.org/itchy-red-eyes-how-to-tell-if-its-allergy-or-infection/ diakses pada 17 September 2019.

Wheezing shortness breath https://acaai.org/allergies/allergy-symptoms/wheezing-shortness-breathdiakses pada 17 September 2019.

Does allergy can cause you to be a short of breath? https://www.livestrong.com/article/511328-does-an-allergy-cause-you-to-be-short-of-breath/ diakses pada 17 September 2019.

Hay fever cough https://www.healthline.com/health/allergies/hay-fever-cough#causesdiakses pada 17 September 2019.

Skin allergies https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies diakses pada 17 September 2019.

Itching skin https://www.medicalnewstoday.com/articles/311473.php diakses pada 17 September 2019.

Nausea and vomiting during allergy https://acaai.org/allergies/allergy-symptoms/nausea-and-vomiting diakses pada 17 September 2019.

Cold, flu, or allergy https://newsinhealth.nih.gov/2014/10/cold-flu-or-allergy diakses pada 17 September 2019.

Can allergy cause fever? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321502.php diakses pada 17 September 2019.

Swolen eyelids https://www.allaboutvision.com/conditions/swollen-eyelids.htm diakses pada 17 September 2019.

https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/anaphylaxis diakses pada 17 September 2019.

https://www.medicalnewstoday.com/articles/321080.php

Angiodema https://www.nhs.uk/conditions/angioedema/causes/ Diakses pada 30 September 2019.

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020