Alergi Logam Perhiasan: Gejala dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alergi logam?

Alergi logam adalah salah satu penyebab umum alergi pada kulit. Para penderita alergi ini biasanya mengembangkan gejala dermatitis (eksim) di area kulit yang terkena logam dan mengandung nikel. 

Alergi terhadap nikel sering dikaitkan dengan perhiasan. Namun, nikel juga dapat ditemukan di barang sehari-hari Anda, seperti koin, ponsel, hingga bingkai kacamata. 

Reaksi alergi ini mungkin akan muncul setelah terjadi paparan berulang atau dipakai dalam waktu yang lama. Obat dan perawatan khusus memang dapat meringankan gejala alergi. 

Walaupun demikian, Anda perlu menghindari kontak kulit terhadap logam atau nikel ketika reaksi alergi sudah terlihat. 

Alergi nikel sering dikaitkan dengan anting dan perhiasan lainnya. Namun nikel dapat ditemukan di banyak barang sehari-hari, seperti koin, resleting, ponsel, dan bingkai kacamata.

Seberapa umum kondisi ini?

Reaksi alergi akibat logam dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Setelah tanda-tandanya muncul, alergi dapat bertahan selama bertahun-tahun hingga seumur hidup. 

Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada wanita. Hal ini mungkin dikarenakan mereka lebih sering menggunakan perhiasan, seperti anting atau kalung, dibandingkan pria. 

Tingkat keparahan alergi ini juga beragam. Beberapa orang mungkin akan mengembangkan gejala yang ringan segera setelah berkontak dengan perhiasan. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami reaksi alergi setelah bertahun-tahun menggunakan barang yang mengandung nikel. 

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejalanya?

Reaksi alergi biasanya dimulai dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah terpapar logam atau nikel. Gejala alergi kulit akibat logam ini bisa berlangsung selama dua hingga empat minggu. 

Selain itu, tanda-tanda di bawah ini biasanya hanya terjadi ketika kulit bersentuhan dengan logam. Namun, tidak menutup kemungkinan reaksi alergi juga dapat muncul di tempat lain di tubuh Anda. 

Beberapa tanda dan gejala alergi di kulit akibat logam atau nikel antara lain:

  • ruam dan benjolan di kulit,
  • gatal-gatal,
  • kulit kemerahan,
  • kulit kering hingga mengelupas, serta
  • kulit melepuh hingga mengeluarkan nanah.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala yang disebutkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda mengalami ruam dan gatal pada kulit dan tidak tahu penyebabnya, konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani sejumlah pemeriksaan alergi. 

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini yang disertai dengan kulit gatal dan ruam, segera periksakan diri ke rumah sakit. Pasalnya, alergi logam yang termasuk parah dan tidak segera ditangani meningkatkan risiko syok anafilaksis

  • Sakit kepala dan merasa lelah.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Nyeri pada daerah yang terpapar logam.

Penyebab

Apa saja penyebab alergi logam?

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab alergi kulit akibat logam perhiasan. Namun, reaksi alergi biasanya muncul saat penderitanya menggunakan barang-barang yang mengandung nikel. 

Nikel adalah logam putih keperakan yang dapat ditemukan di alam bebas. Jenis logam ini biasanya dicampur dengan logam lainnya. Sebagai contoh, besi dan nikel digunakan untuk membuat baja yang tahan karat. 

Paduan nikel lainnya mungkin bisa Anda jumpai pada barang-barang lainnya, seperti:

  • perhiasan, terutama anting dan kalung perak serta emas putih,
  • kacamata,
  • koin,
  • aksesoris, seperti ikat pinggang, kancing, dan resleting,
  • kunci dan alat logam lainnya,
  • baterai dan suku cadang mesin, serta
  • ponsel.

Sama seperti jenis alergi lainnya, reaksi terhadap kulit akan berkembang ketika kekebalan tubuh melihat logam sebagai zat yang berbahaya. 

Jika hal ini terjadi, sistem imun akan bereaksi setiap kali kulit bersentuhan dengan nikel dan menghasilkan respons alergi. 

Faktor risiko

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena alergi logam?

Alergi terhadap logam dan nikel dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami reaksi pada kulit ini, di antaranya sebagai berikut.

  • Memiliki tindik di telinga atau bagian lainnya.
  • Pekerja yang sering terpapar logam.
  • Pekerja yang sering tepapar logam dan mudah berkeringat, seperti ART.
  • Memiliki riwayat keluarga yang alergi terhadap dan nikel.
  • Riwayat penyakit alergi terhadap jenis logam lainnya.

Perlu diingat bahwa tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak berpotensi mengembangkan gejala alergi ini. Oleh sebab itu, Anda tetap perlu berhati-hati saat menggunakan perhiasan atau sesekali terpapar logam atau nikel. 

Obat dan pengobatan

Bagaimana mengobati alergi logam?

Tidak ada obat alergi kulit akibat logam. Obat dan perawatan yang diberikan dokter bertujuan untuk meringankan gejala dan mengurangi risiko reaksi alergi yang parah.

Obat-obatan

Berikut ini beberapa pilihan obat dan perawatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk meredakan alergi logam perhiasan.

  • Krim kortikosteroid, seperti clobetasol dan betametason dipropionat.
  • Salep non-steroid, seperti pimekrolimus dan tacrolimus.
  • Kortikosteroid oral, seperti prednisone.
  • Antihistamin oral, seperti fexofenadine dan cetirizine.

Jangan lupa untuk menggunakan obat-obatan yang diberikan dokter sesuai aturan. Selain itu, perhatikan pula efek samping dan kandungan obat untuk mencegah terjadinya interaksi obat bila Anda memiliki penyakit tertentu. 

Fototerapi

Selain obat-obatan, dokter mungkin juga akan merekomendasikan fototerapi. Fototerapi adalah perawatan dengan memaparkan kulit pada sinar UV buatan dalam jumlah yang telah diatur. 

Umumnya, terapi ini dianjurkan untuk pasien yang kondisinya tidak kunjung membaik dengan obat-obatan yang diberikan. Perawatan alergi yang satu ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga hasilnya terlihat. 

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Pada awalnya, dokter akan memeriksa kondisi kulit dan bertanya tentang riwayat kesehatan, serta logam dan zat lain yang menyentuh kulit Anda. Jika dokter mencurigai Anda terkena alergi logam, mereka mungkin akan melakukan tes kulit alergi

Salah satu pengujian alergi yang dilakukan adalah tes tempel kulit (skin patch test). Dokter akan menempelkan beberapa zat yang dapat menyebabkan alergi, termasuk nikel dan logam lainnya, di punggung Anda. 

Tempelan tersebut akan dibiarkan tertutup selama dua hari dan kembali dibuka untuk melihat bagaimana reaksi kulit terhadap senyawa yang ditempelkan. 

Pengobatan rumahan

Apa saja yang perlu dilakukan di rumah untuk mengobati alergi logam?

Selain mendapatkan obat dan perawatan dari dokter, Anda juga dianjurkan untuk mengubah beberapa kebiasaan untuk menunjang pengobatan. 

Berikut ini beberapa pengobatan rumahan yang dapat membantu meredakan gejala alergi logam.

  • Gunakan losion calamin untuk meredakan kulit gatal.
  • Oleskan krim atau losion emolien, seperti petroleum jelly untuk melembapkan kulit kering.
  • Kompres bagian kulit yang kering dengan kain yang telah dibasahi air.

Bagaimana mencegah reaksi alergi akibat paparan logam atau nikel?

Jika Anda memiliki alergi terhadap logam, langkah terbaik untuk mencegah alergi kulit adalah menghindari benda yang mengandung nikel. Hal ini tentu cukup sulit mengingat logam dan nikel banyak terdapat pada barang-barang sehari-hari, seperti perhiasan. 

Untuk memudahkan Anda menghindari paparan dan mengurangi gejala, dermatolog menyarankan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

  • Pilih perhiasan bebas nikel, hipoalergenik, atau emas dan perak murni.
  • Pakai gelang atau jam tangan yang terbuat dari kulit, kain, atau plastik.
  • Ganti aksesoris pakaian, seperti gesper, dengan berbahan plastik.
  • Halangi bahan berbahan logam dengan cat kuku berwarna bening.
  • Gunakan penutup pelindung pada perangkat elektronik, seperti ponsel.
  • Ganti benda rumah tangga dengan bahan silikon, titanium, atau silikon.
  • Hindari makanan yang mengandung nikel, seperti kedelai, soba, atau kerang.

Bila Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit