Ragam Pencegahan dan Obat untuk Mengatasi Alergi Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika mata Anda sering gatal, merah, atau berair, ada kemungkinan Anda memiliki alergi mata alias konjungtivitis alergi. Alergi mata tidak dapat disembuhkan hingga tuntas, tapi Anda bisa meringankan gejalanya dengan cara alami, konsumsi obat, atau terapi.

Pengobatan bermanfaat untuk mencegah kambuhnya alergi di kemudian hari. Apa saja pilihan obat dan pengobatan konjungtivitis alergi yang tersedia?

Mengatasi alergi mata secara alami

Alergi mata terjadi ketika zat asing dari lingkungan masuk ke dalam mata dan memicu respons sistem imun. Sistem imun menganggap zat asing tersebut sebagai bahaya, lalu mengirimkan histamin dan berbagai senyawa kimia lain untuk melawannya.

Zat yang dapat memicu alergi disebut alergen. Banyak hal di sekitar Anda bisa menjadi alergen, tapi yang paling umum adalah debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan. Inilah yang harus Anda hindari bila Anda menderita alergi mata.

Pertama-tama, kenali dahulu zat yang merupakan penyebab alergi mata Anda. Jika pemicunya adalah serbuk sari, coba lakukan tips berikut.

  • Hindari bepergian saat cuaca berangin dan berdebu, atau ketika serbuk sari sedang banyak-banyaknya (biasanya pagi dan menjelang malam).
  • Tutup pintu dan jendela ketika serbuk sari sedang banyak beterbangan.
  • Saat bepergian, hindari area dengan banyak rumput, pohon, dan bunga.
  • Gunakan kacamata wrap-around bila Anda harus bepergian.
  • Segera mandi dan berganti pakaian setelah pulang ke rumah.

Pemicu alergi sering kali juga berasal dari dalam rumah. Rumah yang bersih sekalipun belum tentu bebas dari tungau, debu, dan bulu hewan. Guna mengatasi alergi mata di rumah, berikut kiat yang dapat Anda lakukan.

  • Tidak menggunakan karpet, permadani, dan perabotan berlapis kain.
  • Rutin membersihkan rumah dengan vacuum cleaner serta lap basah untuk permukaan perabot.
  • Mencuci dan mengganti seprai, selimut, serta sarung bantal secara berkala.
  • Menggunakan bantal dan guling berbahan sintetis.
  • Menggunakan humidifier untuk mengatur kelembapan udara di antara 30-50 persen.
  • Tidak menggantung banyak pakaian untuk mencegah tumbuhnya jamur.
  • Tidak membiarkan hewan peliharaan masuk ke kamar tidur.
  • Rutin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan kandangnya.

Mengatasi alergi mata dengan obat

mengobati infeksi mata

Bila cara alami tidak berhasil, Anda mungkin memerlukan obat-obatan. Beberapa obat alergi mata dapat dibeli tanpa resep, tapi Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat alergi dari jenis apa pun.

Obat alergi memiliki sejumlah efek samping dan berpotensi memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Dengan berkonsultasi ke dokter, Anda bisa mengetahui jenis obat yang sebaiknya Anda hindari.

Setelah berkonsultasi, Anda mungkin akan disarankan untuk menggunakan salah satu atau beberapa pengobatan berikut:

1. Air mata buatan

Air mata buatan membantu membersihkan alergen yang menempel pada permukaan mata. Obat tetes ini juga bersifat melembapkan sehingga ampuh untuk meringankan keluhan mata gatal, merah, dan berair.

Anda bisa membeli air mata buatan di apotek tanpa resep dokter. Obat ini boleh dipakai sesering yang Anda butuhkan. Akan tetapi, air mata buatan yang mengandung bahan pengawet sebaiknya tidak digunakan lebih dari enam kali sehari.

2. Antihistamin

Obat antihistamin untuk alergi mata tersedia dalam bentuk minum dan tetes mata. Obat minum dapat meredakan gatal pada mata, tapi obat ini bisa menyebabkan mata kering dan memperparah gejala alergi bila dikonsumsi secara berlebihan.

Sementara itu, obat tetes mata antihistamin digunakan untuk mengatasi gatal, bengkak, dan mata merah. Obat resep ini bekerja dengan cepat, tapi khasiatnya mungkin hanya bertahan selama beberapa jam dan harus digunakan hingga empat kali sehari.

3. Dekongestan

Obat dekongestan berguna untuk mengatasi mata gatal dan merah. Obat ini tersedia dalam bentuk tetes dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Namun, Anda sebaiknya tidak memakainya lebih dari tiga hari karena dapat memperparah gejala alergi mata.

4. Mast cell stabilizer

Obat tetes mast cell stabilizer membantu mengatasi gejala konjungtivitis alergi seperti mata gatal, bengkak, dan berair. Mast cell stabilizer harus dibeli dengan resep dokter karena dosis pemakaiannya bergantung pada jenis obat yang Anda gunakan.

5. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid dapat meredakan gejala alergi yang cukup parah atau berlangsung lama. Kendati ampuh, pemakaian kortikosteroid harus diawasi oleh dokter karena obat ini memiliki potensi efek samping berupa infeksi mata, glaukoma, hingga katarak.

6. Suntik alergi (imunoterapi)

Dokter bisa menyarankan suntik alergi bila pengobatan tidak memberikan hasil. Dikenal pula sebagai imunoterapi, terapi ini bertujuan untuk melatih sistem imun agar tidak lagi sensitif terhadap zat-zat yang bisa memicu konjungtivitis alergi.

Dokter akan menyuntikkan alergen dalam dosis kecil ke lapisan luar kulit lengan Anda. Terapi dilakukan sebanyak 1-2 kali seminggu selama 3-5 tahun. Dosis alergen akan terus ditingkatkan hingga sistem imun menjadi kebal terhadap alergen.

Seperti pengobatan alergi pada umumnya, alergi mata juga dapat diatasi dengan cara alami maupun obat-obatan. Alergi mata ringan biasanya bisa diatasi dengan cara alami, tapi alergi yang lebih parah mungkin memerlukan pengobatan lebih lanjut.

Jika cara alami tidak ampuh mengatasi alergi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Konsultasi juga penting mengingat beberapa jenis obat alergi dapat menimbulkan efek samping.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Hujan Bikin Perasaan Anda Menjadi Galau?

Jika Anda merasa kalut saat hujan turun, Anda tidak sendirian. Hujan ternyata memang bisa bikin galau dan ini penjelasan ilmiahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Mulut merupakan jendela masuknya bakteri ke dalam tubuh. Tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik bisa menyebabkan masalah kesehatan serius ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kebersihan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Tips Olahraga Aman dan Minim Risiko untuk Penderita Hemofilia

Tidak selamanya olahraga berbahaya untuk penderita hemofilia. Beberapa olahraga berikut aman bahkan dianjurkan untuk penderita hemofilia.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Hemofilia

Pengidap hemofilia atau gangguan pembekuan darah tentunya perlu asupan makanan yang bergizi dan sehat. Apa saja makanan untuk penderita hemofilia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 27 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu anak

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
penilaian cara menghitung status gizi anak

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
Efek Buruk Bertengkar di Depan Anak dan Cara Mengatasinya

Hindari Bertengkar di Depan Anak, Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit