3 Pantangan Saat Diare dan 10 Makanan yang Harus Dihindari Agar Cepat Sembuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020
Bagikan sekarang

Buang air besar terus-menerus saat diare pasti terasa sangat merepotkan. Apalagi jika Anda sedang berada di luar rumah. Gejala diare memang dapat hilang sendiri tanpa obat, tapi proses penyembuhannya mungkin berjalan lebih lambat atau lebih sulit jika Anda tidak berhati-hati menjalani hari-hari. Ya! Selama diare, Anda tidak boleh berkegiatan ataupun makan makan sembarangan agar tidak semakin memperparah gejalanya. Cek daftar pantangan kegiatan dan makanan yang harus dihindari saat diare berikut ini.

Aktivitas dan kebiasaan yang menjadi pantangan saat diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang dilatarbelakangi oleh banyak penyebab, mulai dari infeksi pada organ cerna akibat keracunan makanan atau penyakit kronis yang lebih dulu dimiliki.

Memang, ada banyak cara mudah untuk mengobati diare di rumah. Namun, berbagai perawatan yang Anda lakukan mungkin tidak bisa membuat Anda cepat sembuh jika sejumlah pantangan ini masih terus dilakukan saat diare:

1. Kurang minum air

kandungan air putih

Jarang atau bahkan sama sekali tidak minum air adalah pantangan paling utama saat Anda terkena diare.

Diare membuat tubuh Anda kehilangan banyak cairan dalam waktu cepat. Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi yang membahayakan. Apalagi jika diare terus berlanjut hingga berhari-hari.

Maka dari itu, Anda harus lebih banyak dan lebih sering minum air putih untuk cepat-cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Pastikan Anda minum minimal 8 gelas air dalam sehari, dan minum segelas air setiap kali selesai buang air besar.

Tidak hanya air putih. Anda juga bisa mengonsumsi oralit atau air kaldu. Garam yang terkandung di dalamnya dapat membantu mengisi ulang mineral dan elektrolit yang dibutuhkan, serta memperlambat berkurangnya cairan dalam tubuh.

2. Olahraga berat

pantangan saat diare

Olahraga memang sehat dan bikin tubuh jadi bugar. Sayangnya, jika Anda sedang terkena diare, mungkin hal ini akan menjadi pantangan dalam beberapa waktu sampai kondisi Anda pulih.

Sama halnya dengan pantangan sebelumnya, olahraga merupakan kegiatan yang akan membuat tubuh Anda mengeluarkan keringat. Elektrolit yang keluar bersamaan dengan keringat tentu akan meningkatkan risiko terkena dehindrasi.

Selain itu, olahraga saat Anda kekurangan cairan akibat diare juga dapat menimbulkan rasa lemas, pusing, dan mual.

Bila Anda tetap ingin berolahraga, pastikan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu keras dan selalu minum air putih di setiap jeda.

3. Tidak cuci tangan

pantangan saat diare

Cuci tangan mungkin merupakan hal yang sepele dan sering terlupakan. Tapi tahukah Anda, ternyata diare bisa ditularkan dari sentuhan tangan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri pemicu diare.

Maka dari itu, melewatkan cuci tangan adalah pantangan untuk pasien diare. Cucilah tangan setiap setelah ke kamar mandi dan sebelum memasak wajib dilakukan untuk memastikan tangan bebas dari kuman.

Tambahannya, sebuah studi yang dipublikasikan pada Cochrane Database of Systematic Reviews juga memaparkan kebiasaan mencuci tangan akan menghindari Anda dari risiko terkena diare sebanyak 30%.

Menjalani pantangan selama diare, terutama pada konsumsi makanan tentu sulit. Namun, tetap tekankan pada pikiran Anda bahwa semua yang dilakukan akan berdampak baik untuk tubuh. Ingatlah untuk tetap menghubungi dokter jika terjadi masalah yang lebih serius akibat kondisi diare.

Makanan yang harus dihindari saat diare

Saat diare menyerang, Anda akan merasakan mulas, diikuti dorongan kuat untuk buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya.

Nah sementara menggunakan obat diare generik yang dibeli di apotek atau obat yang alami, Anda juga perlu menghindari makan makanan tertentu. Pantangan makanan ini dilakukan agar usus Anda dapat pulih dengan cepat dari infeksi.

Berikut ini daftar pantangan makanan yang harus dihindari saat diare, meliputi:

1. Makanan pedas

Rasa pedas dari potongan cabai, lada, atau sambal, pasti menambah kelezatan suatu makanan. Sayangnya, makanan ini sangat dilarang saat diare. Pasalnya, makanan pedas menjadi salah satu pemicu diare pada beberapa orang. Bila makanan pantangan ini dikonsumsi saat diare, bisa jadi gejala akan kembali muncul dan malah makin parah.

Makanan ini harus dihindari saat diare karena mengandung senyawa yang bisa mengiritasi usus, yakni capsaicin. Capsaicin dalam makanan pantangan ini mengganggu kerja usus dalam menyerap cairan pada makanan dan minuman. Proses yang seharusnya berjalan lambat menjadi lebih cepat sehingga tidak memungkinkan penyerapan cairan dilakukan secara maksimal.

Akibatnya, feses menjadi lebih cair dan membuat Anda buang air lebih sering. Selain itu, capsaicin juga mengaktifkan reseptor rasa sakit di anus sehingga anus terasa perih setelah buang air besar.

2. Makanan berempah kuat

Sumber: The Partial Ingredients

Pantangan makanan yang harus dihindari saat diare adalah makanan yang berbumbu. Maksudnya, yang diberi bumbu beraneka ragam sehingga rasanya jadi sangat kuat.

Selain lada atau cabai, makanan berbumbu yang dilarang dikonsumsi saat diare adalah banyak garam, dicampur santan, ditambahkan perasan lemon atau cuka sehingga jadi lebih asam.

Makanan yang memiliki rasa yang kuat ini memengaruhi proses pencernaan, beberapa di antaranya bahkan bisa memicu munculnya gejala diare, seperti perut mulas dan buang-buang air.

Begitu juga dengan makanan yang dimasak dengan banyak bawang putih dan bawang bombay. Makanan pantangan saat diare ini tinggi serat dan mengandung fruktan, yakni karbohidrat kompleks yang sulit dicerna. Bila makanan yang harus dihindari ini Anda makan saat diare, perut bisa saja mulas.

Sebaliknya, Anda direkomendasikan makanan yang hambar, yakni berkuah bening, tidak asam, dan tidak pedas. Kurangi penggunaan bawang putih dan bawang bombay, dan tambahkan dengan seledri atau adas.

Sudah banyak diketahui, makanan dengan bumbu yang kuat menjadi pantangan utama saat diare, terutama yang terlalu pedas. Makanan ini dapat memperparah dan memperpanjang diare yang Anda derita. Saat Anda mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, komponen yang terkandung di dalamnya akan menyebabkan iritasi pada lapisan perut Anda.

3. Makanan berminyak dan berlemak

makanan gairah seks pria

Makanan yang digoreng memang terasa lebih renyah dan gurih. Sayangnya, makanan ini menjadi makanan pantangan yang harus dihindari saat diare. Kenapa?

Makanan yang digoreng cenderung memiliki tekstur yang keras sehingga kurang tepat jika dikonsumsi saat diare. Selain itu, jenis makanan yang dilarang saat diare ini juga mengandung banyak lemak sehingga memicu otot perut menegang. Akibatnya, gejala diare akan semakin memburuk.

Jenis makanan ini juga susah untuk dicerna dan memperberat kerja usus sehingga jadi lebih lama untuk pulih dari infeksi diare. Anda perlu mengganti makanan pantangan diare ini sementara waktu dengan makanan yang direbus dan dikukus.

4. Makanan tinggi serat

manfaat serat kenapa penting

Serat membantu Anda terhindar dari sembelit. Namun saat diare, makanan yang tinggi serat menjadi pantangan yang harus dihindari. Pasalnya, serat bisa melunakkan feses, bukan memadatkan feses saat diare.

Contoh makanan berserat tinggi yang menjadi pantangan saat diare, antara lain brokoli, kembang kol, atau gandum utuh.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghindari makan mamakan berserat sama sekali. Serat tetap perlu dikonsumsi saat diare, tapi pilihlah sumber yang lebih rendah serat seperti wortel atau buah bit.

5. Makanan mengandung gas

kacang menurunkan berat badan

Beberapa makanan seperti kacang-kacangan, kol, dan jagung dikenal memiliki kandungan gas yang tinggi.

Makanan yang mengandung gas tinggi dapat memperparah sensasi perut kembung saat diare. Anda juga lebih cenderung mudah buang-buang angin ketika perut kembung.

6. Produk susu

berhenti minum susu

Makanan yang berbahan dasar susu menjadi makanan pantangan yang harus dihindari saat diare. Jenis makanan ini mengandung laktosa, yakni gula alami yang ada pada sapi.

Pada orang yang memiliki intoleransi laktosa, produk susu bisa memicu munculnya gejala, salah satunya diare. Sekalipun Anda tidak punya kondisi ini, akan lebih baik hindari makanan pantangan ini saat diare. Contoh makanan pantangan saat diare yang berbahan dasar susu adalah es krim, keju, dan susu cair. Mengonsumsi produk susu mungkin juga akan menimbulkan gas yang membuat perut Anda terasa kembung.

Makanan berbahan dasar susu yang tidak menjadi pantangan diare adalah yogurt karena mengandung probiotik (bakteri baik untuk pencernaan). Yogurt membantu menyeimbangkan flora usus sehingga dapat memperpendek durasi diare.

7. Gluten

sumber: Taste.com

Selain tinggi serat, makanan yang mengandung gluten juga menjadi makanan pantangan yang harus dihindari saat diare. Gluten adalah protein yang terkandung pada produk olahan gandung, seperti tepung terigu.

Jenis makanan ini pentangan terutama pada orang yang mengalami diare karena penyakit Celiac atau intoleransi gluten. Namun, bagi orang yang mengalami diare tanpa penyakit ini juga perlu menghindari makanan ini.

8. Alkohol dan kafein

kopi mencegah kanker usus besar

Pantangan diare tidak hanya soal makanan saja, tapi juga minuman. Ya, minuman yang mengandung alkohol maupun kafein dapat memperparah diare.

Pada beberapa kasus, alkohol diketahui menjadi penyebab diare pada beberapa orang karena bisa merangsang usus bergerak lebih cepat ketika menyerap cairan dari makanan atau minuman.

Jika Anda terbiasa minum kopi di pagi atau sore hari, sebaiknya berhenti untuk sementara waktu agar tidak memperburuk diare. Begitu juga dengan alkohol maupun soda. Sebaiknya, Anda perbanyak minum air putih atau teh jahe yang baik untuk sistem pencernaan dan mampu mencegah komplikasi diare, seperti dehidrasi.

9. Pemanis buatan

ngidam makanan manis

Makanan mengandung gula alami, namun adalah pula ditambah dengan pemanis tambahan. Contoh pemanis buatan adalah aspartam atau sakarin. Meski manis di lidah, ternyata makanan ini menjadi pantangan saat diare.

Makanan pantangan untuk orang yang diare ini memaksa usus untuk bekerja keras dalam menyerap nutrisinya. Hal ini tentu tidak memberikan efek positif dan bisa memperlambat proses penyembuhan usus dari infeksi diare.

Anda juga mungkin harus mengurangi konsumsi pada makanan yang mengandung pemanis buatan karena efek pencahar yang akan ditimbulkan.

Selain itu, menurut Harvard Medical School’s Harvard Health, makanan yang terlalu manis juga menjadi pantangan karena dapat membuat usus memproduksi air dan menimbulkan kondisi elektrolit berlebih. Hal ini akan mendorong kerja pencernaan untuk buang air besar yang berujung pada diare.

Sebaiknya, makanlah makanan yang cenderung hambar dan memiliki kandungan serat yang rendah seperti pisang, nasi, dan roti panggang. Anda juga bisa mengonsumsi kentang rebus.

10. Makanan mentah

ibu menyusui makan sushi

Dilansir dari laman Mayo Clinic, makanan yang mentah atau tidak dimasak sempurna menjadi pantangan untuk orang diare. Alasannya, karena makanan ini kemungkinan masih mengandung bakteri tertentu di permukaannya.

Proses pencucian dan pemanasan dapat mematikan bakteri. Jika makanan hanya dicuci, tanpa dimasak matang sempurna, bakteri tertentu mungkin saja tetap hidup. Bila makanan yang mentah tersebut masuk ke tubuh, diare bisa menjadi lebih buruk. Itulah sebabnya, makanan mentah menjadi pantangan saat diare.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020