Apa Obat Diare (Mencret) yang Aman untuk Bayi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang April 4, 2020
Bagikan sekarang

Diare pada bayi dapat diakibatkan oleh banyak hal, seperti perubahan pola makan dari cair ke padat, penyakit infeksi, atau kondisi medis tertentu. Lantas jika bayi di rumah sedang diare, apa obat mencret yang aman untuknya? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Adakah obat diare (mencret) yang aman untuk bayi?

Diare pada bayi biasanya tidak berlangsung lama karena seringnya penyakit ini dapat mereda dengan sendirinya. Namun jika setelah berhari-hari fesesnya masih terus encer, anak bayi sangat rentan mengalami dehidrasi. Belum lagi jika si kecil juga rewel karena muntah-muntah.

Dehidrasi pada bayi dan anak kecil dapat berakibat fatal jika terus dibiarkan. Namun apabila dehidrasinya disebabkan oleh diare, bolehkah orangtua memberikan obat mencret untuk bayi?

JANGAN PERNAH sembarangan memberikan obat antidiare pada bayi, kecuali jika sudah direkomendasikan atau diresepkan oleh dokter spesialis anak.

Beberapa produk untuk meredakan diare seperti Pepto-Bismol dan Kaopectate mengandung bismut, magnesium, atau aluminium, yang dapat berbahaya bagi bayi dan balita karena dapat cepat menumpuk sebagai racun dalam tubuh anak kecil.

Melansir Healthline, obat Imodium (loperamide) boleh digunakan pada kasus tertentu untuk anak kecil TAPI tidak untuk yang berusia lebih muda dari 2 tahun. Artinya, obat ini tetap tidak boleh sembarangan diberikan untuk bayi.

Sementara itu, mencret yang tidak kunjung sembuh kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi pada pencernaan bayi. Khusus untuk kasus seperti ini, dokter akan mempertimbangkan pemberian jenis dan dosis antibiotik untuk anak yang diare.

Bila diare pada bayi disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti alergi makanan atau penyakit Celiac dan crohn, dokter akan meresepkan obat yang spesifik untuk mengatasi kondisi pemicunya.

Cara mengatasi bayi yang diare di rumah

“Memberikan bayi atau balita obat mencret dapat membahayakan kesehatannya,” kata Benjamin Ortiz, M.D., seorang dokter anak dari FDA, badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena diare pada bayi bisa disembuhkan dengan perawatan sederhana lainnya.

“Aspek paling penting dalam mengatasi bayi yang diare adalah mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan merehidrasi tubuh anak,” kata Ortiz. Berikut adalah beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi diare pada bayi.

1. Terus berikan ASI

anemia saat menyusui

Jika bayi masih menyusu eksklusif, jangan hentikan menyusui si kecil. FDA, selaku badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat menyatakan bayi yang diare harus tetap disusui seperti biasa; bahkan sebaiknya lebih sering.

ASI merupakan sumber makanan dan asupan cairan utama bagi bayi di bawah 6 bulan. ASI juga mengandung antibodi yang dapat memperkuat sistem imun bayi secara alami dari dalam.

Ketika usia bayi sudah lebih dari 6 bulan, Anda boleh menyelingi pemberian ASI dengan air putih matang. Mulailah dengan sesedikit 1 sendok teh (5 ml) air setiap 10 hingga 15 menit.

Jangan berikan cairan selain ASI atau air putih, seperti teh atau jus. Melansir laman Baby Center, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa pemberian jus dapat memicu sakit perut dan memperburuk diare pada bayi di bawah usia satu tahun.

2. Beri minum oralit

oralit

Di samping memberikan ASI dan/atau air putih, Anda bisa memberikan oralit pada bayi yang diare untuk mencegah dehidrasi bertambah parah.

Oralit adalah obat pemulih diare yang mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat. Senyawa-senyawa ini bekeja menggantikan mineral dan elektrolit yang hilang dari tubuh bayi.

Selain membelinya di apotek, larutan oralit sebagai obat untuk bayi yang diare juga bisa Anda buat sendiri di rumah dari campuran garam, gula, dan air.

Menurut Medicine For Children, aturan pemberian oralit sebagai obat antidiare untuk bayi adalah:

  • Bila diare bersamaan dengan muntah-muntah, berikan larutan oralit 10-20 mL setiap 5-10 menit
  • Pada diare biasa, berikan larutan oralit dan tunggu hingga 30 menit. Bila gejala muncul lagi setelahnya, berikan oralit lagi. Pemberian selanjutnya tunggu hingga bayi kembali mencret.

Perlu diketahui bahwa anak tidak boleh diberi obat diare ini lebih dari 2 hingga 3 hari, kecuali dokter memberi lampu hijau.

Bayi juga tetap perlu untuk minum air putih jika usianya sudah lebih dari 6 bilan supaya ia tidak merasa haus dan asupan cairannya terpenuhi lebih cepat.

3. Memberikan makanan yang sesuai

makan bubur

Selain menjaga asupan cairan tubuh si kecil, orangtua juga perlu memberikan makanan yang tepat untuk anak diare. Pemberian makanan membantu menambah energi tubuhnya sehingga bayi tidak lagi merasa lemas karena diare.

Namun ingat, berikan makanan hanya untuk bayi yang memang sudah dalam tahap pemberian makanan lunak atau MPASI. Jangan pula berikan makanan pada bayi saat dia muntah.

Berikut aturan lebih lanjut saat memberikan makan untuk anak yang sedang diare:

  • Harus memiliki tekstur lembut dan matang sempurna.
  • Sajikan sup hangat berkuah hambar (tidak ditambahkan rempah tajam atau santan)
  • Memiliki kandungan serat yang rendah, seperti wortel lunak yang sudah direbus dan pisang yang dilumatkan.
  • Hindari sayuran yang banyak mengandung gas, seperti kacang polong atau brokoli

Kapan harus periksa ke dokter?

Memberikan obat untuk bayi yang diare tidak boleh sembarangan. Alih-alih menyembuhkan, obat yang tidak tepat bisa menimbulkan efek samping atau masalah kesehatan lain. Tentunya, hal ini akan mempersulit pengobatan.

Jika Anda ragu memilih obat diare yang tepat untuk bayi, konsultasi ke dokter. Pemeriksaan dokter sangat ditekankan bila bayi mengalami beberapa hal ini (terutama pada bayi kurang dari 6 bulan):

  • Diare terjadi lebih dari 3 hari
  • Terus muntah dan sulit diberi cairan, baik ASI, oralit, atau air putih
  • Feses bercampur darah
  • Bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi

Dokter akan memeriksa kondisi bayi terlebih dahulu dan mencari tahu penyebabnya. Jika sudah ditetapkan diagnosis, barulah dokter memberikan obat mencret yang sesuai dengan kondisi bayi. Selanjutnya, ikuti perawatan pantangan makan, dan pemberian obat diare untuk bayi sesuai petunjuk dokter.

Jika bayi menunjukkan gejala tubuh lemas, mata lebih cekung, buang air hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali, dan tubuhnya mendingin, tandanya ia sudah mengalami dehidrasi parah. Berbagai cara perawatan di atas mungkin tidak akan manjur untuknya.

Satu-satunya cara untuk mengatasi anak yang terkena dehidrasi parah akibat diare adalah cepat-cepat membawanya ke rumah sakit. Bayi akan diberikan cairan tambahan berupa infus lewat pembuluh darah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 9, 2020

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 9, 2020

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 9, 2020

7 Prinsip Pencegahan Diare yang Harus Diterapkan Setiap Hari

Pencegahan memang selalu lebih baik ketimbang mengobati diare yang telanjur berlarut. Simak berbagai cara yang ampuh mencegah diare di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Mei 21, 2020
Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 12, 2020
Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang April 10, 2020