Pilihan Obat Diare yang Aman untuk Anak, Plus Tips Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk anak kecil. Sama seperti orang dewasa, anak yang kena diare akan sering bolak-balik BAB dengan feses lembek atau cair. Agar tidak semakin parah, diare pada anak tentu perlu diobati. Namun, adakah obat diare (mencret) yang aman untuk anak? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pilihan obat diare (mencret) yang aman untuk anak

Diare menjadi salah satu jenis gangguan pencernaan pada anak. Apabila berlangsung terus menerus, maka akan berbahaya bagi anak karena berisiko mengalami dehidrasi.

Hal yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami diare adalah berusaha untuk mengembalikan hidrasi pada tubuh.

Sebenarnya, ada banyak pilihan obat untuk mengatasi diare yang tersedia di apotek. Sebagai contoh adalah loperamide, bismuth subsalicylate, atau attapulgite.

Namun, Kemenkes RI tidak menyarankan memberikan obat diare atau mencret generik tersebut untuk anak karena terbukti tidak bermanfaat.

Melansir laman Hospital Care for Children, pemberian obat diare atau mencret generik untuk anak justru berisiko menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Obat diare generik pun dilaporkan tidak mampu mencegah dehidrasi saat diare dan tidak pula memperbaiki gizi anak.

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum sembarangan memberikan obat.

Secara umum, dokter hanya membolehkan beberapa jenis obat ini sebagai cara mengobati diare atau mencret pada anak, seperti:

1. Cairan oralit

oralit Obat diare anak

Oralit adalah obat yang paling sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi pada anak.

Termasuk ketika anak sedang mengalami kondisi diare. Hal ini karena oralit mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Kombinasi sejumlah mineral tersebut dapat mengembalikan kadar elektrolit dan cairan tubuh anak yang hilang akibat diare dalam 8-12 jam setelah diminum.

Oralit tersedia di apotek dalam bentuk obat serbuk yang dilarutkan dengan air matang, meski ada juga varian cairan siap minumnya.

Dosis larutan oralit yang direkomendasikan untuk anak adalah:

  • Usia <2 tahun: 15 ml per kg berat badan atau untuk satu hari sekali untuk mencegah dehidrasi
  • Usia 2-10 tahun: 50 ml per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama atau 120-240 ml sehabis buang air besar.

Kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya, untuk mencegah dehidrasi

  • Untuk bayi, berikan 60-120 mL cairan oralit sehabis BAB sembari terus memberikan ASI atau susu formula.

Jangan berikan oralit sebagai satu-satunya obat mencret untuk anak dalam 6 jam pertama.

Barengi dengan air mineral dan makanan lainnya yang mengandung kalori untuk memenuhi energi anak.

2. Suplemen zinc 

suplemen zat besi untuk anak

Daripada obat generik, Kemnkes RI lebih menyarankan orangtua untuk memberikan suplemen zinc (seng) untuk pemulihan anak yang diare.

Suplemen zinc dapat membantu meringankan gejala diare dan membantu anak lebih cepat sembuh. Pernyataan itu diperkuat oleh sebuah penelitian dalam jurnal Indian Journal of Pharmacology tahun 2011.

Penelitian menunjukkan pemberian obat berupa suplemen zinc yang dibarengi dengan larutan oralit dapat mengurangi lamanya anak sakit diare.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan orangtua memberikan anak 20 mg suplemen seng setiap hari selama 10-14 hari untuk mengatasi diare akut.

Jika usia anak masih di bawah 6 bulan, berikan 10 mg suplemen zinc per hari selama kena diare.

Tak hanya itu saja, pemberian suplemen zinc juga dapat mencegah anak mengalami diare kembali dalam dua sampai tiga bulan ke depan.

3. Suplemen probiotik

probiotik untuk Obat diare anak

Probiotik dapat mengembalikan jumlah bakteri baik di dalam usus yang mungkin telah habis terkalahkan oleh bakteri jahat penyebab diare.

Tambahan kedatangan bakteri baik ini dapat membantu sistem imun untuk membasmi bakteri jahat di dalam usus yang menyebabkan infeksi.

Selain itu, pemberian suplemen probiotik juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak yang sedang terkena diare.

Anda bisa mendapatkan asupan probiotik tambahan untuk anak dari suplemen dalam berbagai jenis. Mulai dari kapsul, sirup, hingga bubuk.

Namun, setiap produk suplemen mungkin mengandung jumlah probiotik yang berbeda-beda. Anda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memberikan suplemen probiotik untuk anak.

Nah, selain dari suplemen obat Anda juga bisa mencukupi asupan probiotik anak dari makanan dan minuman yang difermentasi.

Salah satu minuman atau makanan probiotik yang bisa dikonsumsi anak adalah yogurt.

Pada anak berusia di atas 1 tahun, berikan 2-6 ons (60-180 ml) yogurt sebanyak dua kali dalam sehari.

Tidak diketahui aman atau tidaknya memberikan yogurt sebagai obat diare untuk anak berusia kurang dari 1 tahun.

Sama seperti suplemen, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter anak untuk penjelasan lebih lanjut.

4. Obat untuk menurunkan panas

Saat mengalami diare, gejala pertama yang dialami dan dirasakan anak adalah nyeri pada perut serta kram.

Lalu, gejala lainnya yang mungkin akan terjadi saat diare adalah demam.

Dikutip dari St. Louis Children’s Hospital, Anda bisa memberikan obat penurun panas pada kondisi diare atau mencret pada anak.

Obat yang bisa diberikan seperti parasetamol atau ibuprofen apabila demam mencapai suhu 39 derajat.

Ketika demam, Anda juga perlu memerhatikan asupan cairan pada tubuhnya agar tetap terhidrasi.

Perawatan di rumah selama anak minum obat diare

Pilihan obat di atas umumnya cukup ampuh untuk mengatasi diare atau mencret pada anak.

Namun, apabila Anda ingin menjaga kesehatan anak selama diare, tidak cukup hanya dengan minum obat.

Tidak hanya minum obat tertentu, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk mempercepat masa pemulihannya, seperti:

1. Makan tinggi karbohidrat

Pilihkanlah makanan yang berkarbohidrat dan berkalori tinggi, tapi rendah serat untuk si kecil.

Jenis makanan seperti ini lebih mudah dicerna sehingga mempermudah pencernaan anak yang masih meradang karena diare.

Makanan tinggi karbohidrat dan kalori juga membantu menambah energi tubuh anak yang terkuras akibat melawan infeksi dan peradangan akibat diare.

Beberapa contoh makanan saat diare untuk anak selama masih minum obat adalah:

  • Nasi putih, nasi tim, atau bubur
  • Apel yang dihaluskan; kandungan pektin dalam apel membantu memadatkan feses.
  • Pisang; kandungan pektin dalam pisang membuat tekstur feses jadi lebih padat.

2. Minum banyak cairan

Sembari memberikan obat diare untuk anak, jangan lupa untuk mencukupi asupan cairan tubuhnya dari air putih.

Pasalnya selama masih diare, anak akan rentan kehilangan banyak cairan tubuh akibat bolak-balik buang air besar.

Cairan yang dapat Anda berikan bisa berupa air mineral dan makanan berkuah.

Anda bisa memberikan makanan berkuah yang tidak pedas dan tidak berminyak seperti sup ayam, sup tomat, atau sayur bayam.

Jika anak masih berusia 0-6 bulan, terus berikan ASI lebih sering dan lebih lama daripada biasanya.

Pada anak yang berusia 6 bulan ke atas, juga tetap berikan ASI sambil dibarengi MPASI yang dihaluskan.

Lalu, di antara waktu makan, sesekali selingi pula untuk menyuapinya larutan oralit dengan menggunakan sendok.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastroptosis

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan? Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Infeksi Lambung

Penyakit infeksi lambung umumnya disebabkan oleh bakteri di dalam organ lambung. Sering dikira maag, apa saja gejala infeksi lambung?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerak peristaltik dan sindrom usus malas

Mengulik Gerak Peristaltik dan Hubungannya dengan Sindrom Usus Malas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
sakit maag adalah

Maag (Dispepsia)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit