home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Obat Diare yang Aman untuk Anak, Plus Tips Perawatan di Rumah

Pilihan Obat Diare yang Aman untuk Anak, Plus Tips Perawatan di Rumah

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk anak kecil. Sama seperti orang dewasa, anak yang kena diare akan sering bolak-balik BAB dengan feses lembek atau cair. Agar tidak semakin parah, diare pada anak tentu perlu diobati. Namun, adakah obat diare (mencret) yang aman untuk anak? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pilihan obat diare (mencret) yang aman untuk anak

Diare menjadi salah satu jenis gangguan pencernaan pada anak. Apabila berlangsung terus menerus, maka akan berbahaya bagi anak karena berisiko mengalami dehidrasi.

Hal yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami diare adalah berusaha untuk mengembalikan hidrasi pada tubuh.

Sebenarnya, ada banyak pilihan obat untuk mengatasi diare yang tersedia di apotek. Sebagai contoh adalah loperamide, bismuth subsalicylate, atau attapulgite.

Namun, Kemenkes RI tidak menyarankan memberikan obat diare atau mencret generik tersebut untuk anak karena terbukti tidak bermanfaat.

Melansir laman Hospital Care for Children, pemberian obat diare atau mencret generik untuk anak justru berisiko menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Obat diare generik pun dilaporkan tidak mampu mencegah dehidrasi saat diare dan tidak pula memperbaiki gizi anak.

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum sembarangan memberikan obat.

Secara umum, dokter hanya membolehkan beberapa jenis obat ini sebagai cara mengobati diare atau mencret pada anak, seperti:

1. Cairan oralit

oralit Obat diare anak

Oralit adalah obat yang paling sering digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi pada anak.

Termasuk ketika anak sedang mengalami kondisi diare. Hal ini karena oralit mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Kombinasi sejumlah mineral tersebut dapat mengembalikan kadar elektrolit dan cairan tubuh anak yang hilang akibat diare dalam 8-12 jam setelah diminum.

Oralit tersedia di apotek dalam bentuk obat serbuk yang dilarutkan dengan air matang, meski ada juga varian cairan siap minumnya.

Dosis larutan oralit yang direkomendasikan untuk anak adalah:

  • Usia <2 tahun: 15 ml per kg berat badan atau untuk satu hari sekali untuk mencegah dehidrasi
  • Usia 2-10 tahun: 50 ml per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama atau 120-240 ml sehabis buang air besar.

Kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya, untuk mencegah dehidrasi

  • Untuk bayi, berikan 60-120 mL cairan oralit sehabis BAB sembari terus memberikan ASI atau susu formula.

Jangan berikan oralit sebagai satu-satunya obat mencret untuk anak dalam 6 jam pertama.

Barengi dengan air mineral dan makanan lainnya yang mengandung kalori untuk memenuhi energi anak.

2. Suplemen zinc

suplemen zat besi untuk anak

Daripada obat generik, Kemnkes RI lebih menyarankan orangtua untuk memberikan suplemen zinc (seng) untuk pemulihan anak yang diare.

Suplemen zinc dapat membantu meringankan gejala diare dan membantu anak lebih cepat sembuh. Pernyataan itu diperkuat oleh sebuah penelitian dalam jurnal Indian Journal of Pharmacology tahun 2011.

Penelitian menunjukkan pemberian obat berupa suplemen zinc yang dibarengi dengan larutan oralit dapat mengurangi lamanya anak sakit diare.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan orangtua memberikan anak 20 mg suplemen seng setiap hari selama 10-14 hari untuk mengatasi diare akut.

Jika usia anak masih di bawah 6 bulan, berikan 10 mg suplemen zinc per hari selama kena diare.

Tak hanya itu saja, pemberian suplemen zinc juga dapat mencegah anak mengalami diare kembali dalam dua sampai tiga bulan ke depan.

3. Suplemen probiotik

probiotik untuk Obat diare anak

Probiotik dapat mengembalikan jumlah bakteri baik di dalam usus yang mungkin telah habis terkalahkan oleh bakteri jahat penyebab diare.

Tambahan kedatangan bakteri baik ini dapat membantu sistem imun untuk membasmi bakteri jahat di dalam usus yang menyebabkan infeksi.

Selain itu, pemberian suplemen probiotik juga dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak yang sedang terkena diare.

Anda bisa mendapatkan asupan probiotik tambahan untuk anak dari suplemen dalam berbagai jenis. Mulai dari kapsul, sirup, hingga bubuk.

Namun, setiap produk suplemen mungkin mengandung jumlah probiotik yang berbeda-beda. Anda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memberikan suplemen probiotik untuk anak.

Nah, selain dari suplemen obat Anda juga bisa mencukupi asupan probiotik anak dari makanan dan minuman yang difermentasi.

Salah satu minuman atau makanan probiotik yang bisa dikonsumsi anak adalah yogurt.

Pada anak berusia di atas 1 tahun, berikan 2-6 ons (60-180 ml) yogurt sebanyak dua kali dalam sehari.

Tidak diketahui aman atau tidaknya memberikan yogurt sebagai obat diare untuk anak berusia kurang dari 1 tahun.

Sama seperti suplemen, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter anak untuk penjelasan lebih lanjut.

4. Obat untuk menurunkan panas

Saat mengalami diare, gejala pertama yang dialami dan dirasakan anak adalah nyeri pada perut serta kram.

Lalu, gejala lainnya yang mungkin akan terjadi saat diare adalah demam.

Dikutip dari St. Louis Children’s Hospital, Anda bisa memberikan obat penurun panas pada kondisi diare atau mencret pada anak.

Obat yang bisa diberikan seperti parasetamol atau ibuprofen apabila demam mencapai suhu 39 derajat.

Ketika demam, Anda juga perlu memerhatikan asupan cairan pada tubuhnya agar tetap terhidrasi.

Perawatan di rumah selama anak minum obat diare

Pilihan obat di atas umumnya cukup ampuh untuk mengatasi diare atau mencret pada anak.

Namun, apabila Anda ingin menjaga kesehatan anak selama diare, tidak cukup hanya dengan minum obat.

Tidak hanya minum obat tertentu, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk mempercepat masa pemulihannya, seperti:

1. Makan tinggi karbohidrat

Pilihkanlah makanan yang berkarbohidrat dan berkalori tinggi, tapi rendah serat untuk si kecil.

Jenis makanan seperti ini lebih mudah dicerna sehingga mempermudah pencernaan anak yang masih meradang karena diare.

Makanan tinggi karbohidrat dan kalori juga membantu menambah energi tubuh anak yang terkuras akibat melawan infeksi dan peradangan akibat diare.

Beberapa contoh makanan saat diare untuk anak selama masih minum obat adalah:

  • Nasi putih, nasi tim, atau bubur
  • Apel yang dihaluskan; kandungan pektin dalam apel membantu memadatkan feses.
  • Pisang; kandungan pektin dalam pisang membuat tekstur feses jadi lebih padat.

2. Minum banyak cairan

Sembari memberikan obat diare untuk anak, jangan lupa untuk mencukupi asupan cairan tubuhnya dari air putih.

Pasalnya selama masih diare, anak akan rentan kehilangan banyak cairan tubuh akibat bolak-balik buang air besar.

Cairan yang dapat Anda berikan bisa berupa air mineral dan makanan berkuah.

Anda bisa memberikan makanan berkuah yang tidak pedas dan tidak berminyak seperti sup ayam, sup tomat, atau sayur bayam.

Jika anak masih berusia 0-6 bulan, terus berikan ASI lebih sering dan lebih lama daripada biasanya.

Pada anak yang berusia 6 bulan ke atas, juga tetap berikan ASI sambil dibarengi MPASI yang dihaluskan.

Lalu, di antara waktu makan, sesekali selingi pula untuk menyuapinya larutan oralit dengan menggunakan sendok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pusat Data dan Informasi – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Retrieved 2 November 2020, from https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/13010200028/diare.html

Diarrhea. (2020). Retrieved 2 November 2020, from https://www.stlouischildrens.org/health-resources/symptom-checker/diarrhea

Diarrhea in Children. (2020). Retrieved 2 November 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children

How to Treat Diarrhea in Infants and Young Children. (2020). Retrieved 2 November 2020, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-treat-diarrhea-infants-and-young-children

Encyclopedia, M., & diarrhea, W. (2020). When your child has diarrhea: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 2 November 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm

Diarrhea (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 2 November 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html

Ibuprofen for pain and inflammation | Medicines for Children. (2020). Retrieved 2 November 2020, from https://www.medicinesforchildren.org.uk/ibuprofen-pain-and-inflammation

BAB 5. DIARE | ICHRC. (2020). Retrieved 2 November 2020, from http://www.ichrc.org/bab-5-diare

Kenali Diare pada Anak dan Cara Pencegahannya – Sehat Negeriku. (2017). Retrieved 2 November 2020, from http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/tips-sehat/20170403/4620310/kenali-diare-anak-dan-cara-pencegahannya/

Kids, C. (2020). Dehydration and diarrhea in children: Prevention and treatment – Caring for Kids. Retrieved 2 November 2020, from https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/dehydration_and_diarrhea

Thawani, V., & Bajait, C. (2011). Role of zinc in pediatric diarrhea. Indian Journal Of Pharmacology, 43(3), 232. doi: 10.4103/0253-7613.81495

Mom’s Advice Is Still the Best for Treating Diarrhea. (2019). Retrieved 2 November 2020, from https://health.clevelandclinic.org/moms-advice-is-still-the-best-for-treating-diarrhea/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x