Waspadai Gejala yang Menandakan Anda Kena Tukak Lambung

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020
Bagikan sekarang

Tukak lambung adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan peradangan akibat adanya luka terbuka di lapisan dinding dalam lambung. Luka ini muncul karena cairan asam terus mengikis lendir yang melapisi dinding dalam lambung Anda. Apa saja gejala atau ciri-ciri tukak lambung yang harus diwaspadai?

Bagaimana gejala tukak lambung bisa muncul?

cara menyimpan obat padat

Luka alias tukak dapat muncul di lambung jika dinding dalam sudah tidak berfungsi dan sekuat seharusnya. Dinding dalam lambung normalnya dilapisi oleh lendir tebal yang berfungsi untuk melindungi jaringan dinding tersebut dari kuatnya efek cairan asam lambung.

Namun, berbagai hal di bawah ini dapat menyebabkan lapisan lendir tersebut rusak dan menipis sehingga paparan asam dapat mengikis dinding lambung:

Apa saja gejala tukak lambung yang umum?

gejala tukak lambung

Tukak terjadi ketika dinding lambung terkikis lalu terluka, sehingga cairan asam mengenai jaringan yang lebih dalam. Ketika tukak lambung sudah terjadi, ciri-ciri yang muncul, meliputi:

1. Sakit perut

Sakit perut adalah gejala dari tukak lambung yang paling umum dan khas. Nyeri perut muncul sebagai akibat langsung dari adanya luka pada lapisan lambung.

Rasa sakit biasanya akan terasa di perut atas bagian tengah, di atas pusar, dan di bawah tulang dada (ulu hati). Ini karena umumnya luka terbentuk di bagian atas lambung yang dekat dengan ujung esophagus (tenggorokan), dan di awal bagian usus halus. Nyeri juga dapat berupa sensasi panas terbakar.

Sakitnya akan paling terasa saat perut Anda kosong yang bisa berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam. Sakit perut juga bisa terasa di malam hari.

2. Perubahan kebiasaan makan

Salah satu ciri-ciri tukak lambung yang sering dipandang sebelah mata adalah perubahan pola makan. Dr.  Elizabeth Lowden, MD, seorang ahli endokrinologi di Northwestern Medicine Regional Medical Group, mengatakan tukak lambung bisa membuat seseorang jadi terbiasa makan lebih banyak atau sedikit dari biasanya.

Beberapa orang memilih makan lebih sering dan lebih banyak untuk mencegah perutnya kosong berkepanjangan. Lambat laun, pola makan yang berlebihan seperti ini dapat menyebabkan berat badan bertambah.

Di sisi lain, ada pula orang yang justru mengurangi makannya karena rasa sakitnya justru sering kambuh saat perut sedang mencerna makanan. Alhasil orang tersebut jadi malas makan dan berat badannya perlahan menurun. 

3. Mudah kenyang

Gejala tukak lambung yang harus Anda waspadai lainnya adalah gampang kenyang. Ini bisa menjadi tanda bahwa organ pencernaan Anda, terutama usus, sedang tidak bekerja dengan baik.

Saat lambung dan usus mengalami luka, makanan yang masuk akan lambat dicerna. Pencernaan yang berjalan lambat membuat Anda akan lebih mudah merasa kenyang karena makanan dalam perut belum maksimal dicerna tubuh. 

4. Sering sendawa

Gejala tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi H. Pylori sering menyebabkan sendawa. Sendawa terjadi ketika lambung dan usus tidak dapat mencerna makanan dengan baik karena terluka atau memiliki borok.

Sisa makanan yang tidak tercerna sempurna akan tetap berjalan dari usus kecil ke usus besar. Namun seiring perjalanannya, makanan tersebut akan menghasilkan gas berupa campuran hidrogen, karbon dioksida, dan metana yang terperangkap di sistem pencernaan.

Pada akhirnya Anda pun jadi sering sendawa atau bahkan kentut untuk mengeluarkan gas berlebih dari pencernaan. 

5. Kerongkongan terasa terbakar

Tukak lambung yang disebabkan karena bakteri H. Pylori dapat meningkatkan jumlah asam dan menghancurkan lapisan lendir pelindung lambung.

Alhasil, hal ini dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama esophagus (kerongkongan) dan lambung. Asam lambung bisa naik ke atas menuju tenggorokan dan menghasilkan sensasi terbakar yang menjalar dari perut ke dada. Ciri-ciri tukak lambung ini dikenal juga dengan istilah medis sebagai heartburn.

6. Mual dan muntah

Sensasi mual dan bahkan muntah umum dirasakan orang yang mengalami gejala tukak lambung. Mual dan muntah bisa terjadi saat cairan asam lambung mengalir balik ke atas

Gejala tukak lambung yang harus periksa ke dokter

Gejala tukak lambung yang umum bisa bertambah buruk jika tidak segera diobati. Anda harus menghubungi dokter jika sudah pernah didiagnosis mengalami gejala maag atau tukak lambung, dan mengalami salah satu atau bahkan lebih dari gejala mencurigakan berikut:

  • Muntah berwarna gelap atau bercampur darah karena luka pada dinding lambung sudah sangat parah hingga menyebabkan perdarahan.
  • Feses hitam atau bercampur darah, sama-sama menandakan bahwa tukak pada lambung atau usus halus Anda sudah sampai menimbulkan perdarahan.
  • Mengalami gejala anemia berupa pusing, lemah, letih dan lesu, dan kulit wajah terlihat pucat karena tubuh kekurangan darah. Waspada juga jika Anda mudah merasa ingin pingsan.
  • Terus-terusan mengalami sakit punggung parah. Ini kemungkinan menandakan tukak sudah sampai melubangi dinding perut.

Segera ke dokter untuk memeriksakan diri apakah gejala yang Anda alami benar mengacu pada komplikasi tukak lambung. Pemeriksaan sedini mungkin dapat membantu dokter mencegah risiko perdarahan di dalam perut serta perforasi (perlubangan) pada jaringan perut.

Dokter akan membantu Anda menemukan penyebab, sekaligus merekomendasikan obat tukak lambung dan perawatan yang tepat. Beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi ciri-ciri tukak lambung antara lain, antasida, obat proton pomp inhibitor (PPI), antibiotik, atau H2 blocker.

Gejala tukak lambung dapat kambuh, jika …

menghadapi stres lembur kerja

Seseorang yang memiliki tukak lambung harus mengikuti pengobatan dan perawatan di rumah. Pasalnya, gejalanya dapat kambuh kapan saja setelah terpicu oleh berbagai hal, seperti dilansir dari situs Mayo Clinic.

Stres

Stres diketahui dapat memperburuk gejala tukak lambung karena memicu produksi asam lambung jadi lebih banyak. Oleh karena itu, orang dengan tukak lambung tidak boleh stres dan berusaha sebaik mungkin untuk mengurangi stres, misalnya melakukan hal yang disukai.

Asap rokok dan alkohol

Sama seperti stres, asap rokok dan alkohol juga bisa merangsang sel-sel di lapisan lambung menghasilkan asam lambung lebih dari yang dibutuhkan. Jadi, berhenti merokok dan minum alkohol menjadi salah satu cara mencegah kekambuhan gejala tukak lambung.

Makanan pedas dan asam

Orang yang memiliki tukak lambung harus berhatu-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, makanan pedas dan asam dapat memicu munculnya gejala atau bahkan memperparah luka di lambung.

Pada beberapa kasus, orang yang minum susu atau makan makanan yang berbahan dasar susu juga melaporkan mengalami kekambuhan gejala tukak lambung.

Kurang tidur

Begadang atau tidur larut malam membuat waktu tidur jadi berantakan. Kebiasaan ini juga membuat Anda jadi kurang tidur.

Waktu tidur yang berkurang bisa memengaruhi hormon dan kinerja organ tubuh, termasuk produksi asam lambung yang jadi lebih banyak dari biasanya. Hal ini tentunya bisa memicu gejala tukak lambung kembali kambuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020