Katanya, Obat Diabetes Metformin Bisa Cegah Glaukoma. Bagaimana Bisa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Metmorfin adalah obat yang paling sering diresepkan untuk diabetes tipe 2. Terkadang, obat diabetes melitus ini digunakan dengan kombinasi insulin atau beberapa obat lainnya, tapi tidak dengan tujuan untuk mengobati diabetes tipe 1. Obat diabetes metformin membantu menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi produksi glukosa di hati Anda.

Tak hanya itu saja, penelitian terbaru menemukan bahwa obat diabetes metformin dapat mengurangi risiko glaukoma bagi para diabetesi. Mengapa bisa begitu? Bagaimana bisa obat diabetes melitus ini mencegah komplikasi mata yang kerap terjadi? Cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini.

Obat diabetes metformin mengurangi risiko glaukoma

Dr Mark Fromer, seorang dokter mata di Lenox Hill Hospital di New York City, menjelaskan pada WebMD bahwa glukoma adalah salah satu penyakit mata yang menjadi penyebab kebutaan di seluruh dunia.

Glaukoma disebabkan karena penumpukkan cairan di mata, sehingga memberikan tekanan pada bola mata Anda. Cairan yang menumpuk disebabkan oleh produksi yang berlebihan atau jika cairan tidak dapat dialirkan keluar dengan lancar.

Kondisi ini dapat membahayakan saraf optik dan saraf pada retina. Satu mata dapat menderita glaukoma lebih cepat daripada yang lainnya. Glaukoma adalah komplikasi diabetes yang umum, dan merupakan kelanjutan dari diabetes retinopati.

Nah, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Ophthalmology menemukan bahwa obat diabetes metformin dapat membantu mengurangi risiko glaukoma sudut terbuka.

Diketahui bahwa minum rutin obat diabetes melitus yang satu ini selama 10 terbukti berisiko lebih rendah terkena galukoma dibandingkan dengan diabetesi yang tidak minum obat ini sama sekali.

Para ahli belum tahu pasti apa alasannya

Berdasarkan penelitian, para peneliti mengumpulkan data selama 10 tahun dari 15o juta pasien diabetes yang berusia di atas 40 tahun. Pasien dengan dosis metmorfin tertinggi kemudian dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi obat diabetes melitus tersebut sama sekali.

Hasilnya, penelitian menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi metformin dengan dosisi tinggi memiliki risiko 25 persen lebih rendah untuk terkena glaukoma saat dibandingkan dengan pasien yang tidak mengkonsumsi metmorfin.

Kesimpulannya, penelitian memperkirakan bahwa mengkonsumsi metformin dosis standar (2 gram per hari) selama 2 tahun akan mengurangi risiko glaukoma sebesar 21 persen.

Para peneliti tidak mengetahui secara pasti hubungan antara glaukoma sudut terbuka dengan obat metformin diabetes. Meski beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan diabetes memiliki risiko tinggi terkena glaukoma, dan bukti bertentangan pun ada.

Bisakah metformin dikonsumsi pada orang non-diabetes?

Fungsi metformin untuk menghambat glaukoma tidak terbatas pada penderita diabetes saja. Versi baru obat ini kini sudah bisa efektif digunakan untuk mengobati glaukoma pada orang-orang non-diabetes.

Akan tetapi, mengingat penelitian ini dilakukan pada pasien diabetes, kesimpulan obat metformin dapat menurunkan risiko glaukoma masih terbatas pada penderita diabetes saja.

Bukti dan uji klinis yang lebih banyak akan diperlukan untuk mengetahui apakah hasil penelitian ini bisa diperluas ke populasi non-diabetes atau digunakan untuk mencegah perkembangan glaukoma pada mereka yang sudah memiliki penyakit glaukoma.

Beberapa penelitian menemukan bahwa obat diabetes melitus ini memiliki kemungkinan efek samping gula darah rendah jika dikonsumsi pada orang non-diabetes. Selain itu, metformin juga dapat menyebabkan masalah tiroid. Jika Anda memiliki masalah tiroid, pertimbangkan risiko dan manfaat dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi metformin.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca