Hati-hati, Sindrom Cushing yang Tak Diobati Bisa Sebabkan Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh Anda memiliki tingkat hormon kortisol tinggi secara tidak normal. Hormon kortisol yang tak terkendali dapat meningkatkan tekanan darah serta kadar glukosa darah, yang pada akhirnya memicu diabetes. Bahkan, diabetes merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat sindrom Cushing yang tidak diobati.

Apa tanda-tanda dan gejala sindrom Cushing?

Sindrom Cushing juga dikenal sebagai hiperkortisolisme. Ada banyak gejala yang berbeda dari kondisi ini, yang paling umum di antaranya adalah:

  • Jaringan lemak yang biasanya meningkat di sekitar pinggang, punggung atas, antara bahu dan wajah. Pada banyak orang, sindrom ini menyebabkan wajah yang membulat.
  • Lengan dan kaki ramping, kontras secara signifikan dengan timbunan lemak di sekitar bagian tengah tubuh Anda.
  • Pipi bengkak dengan bercak merah.
  • Striae – stretch mark merah atau ungu, yang bisa menyerupai garis-garis belang, umumnya ditemukan pada perut, dekat ketiak atau di sekitar payudara dan paha.
  • Jerawat.
  • Kulit tipis yang mudah memar.

Wanita mungkin mengalami rambut wajah dan tubuh yang lebih tebal dari biasanya (hirsutisme) dan siklus menstruasi yang terlewat atau tidak teratur. Sementara bagi pria mungkin mengalami penurunan libido, kesulitan mencapai ereksi, dan hilangnya kesuburan.

Tekanan darah tinggi dan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia) mungkin sering dialami pada orang dengan sindrom Cushing.

Anak-anak dengan kondisi ini umumnya mengalami obesitas dan memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

Apa penyebab sindrom Cushing?

Kondisi ini disebabkan tingginya tingkat hormon yang disebut kortisol secara tidak normal. Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal dan membantu beberapa fungsi tubuh Anda, termasuk:

  • Mengatur tekanan darah, dan sistem kardiovaskular
  • Mengurangi respons peradangan oleh sistem kekebalan tubuh
  • Mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi
  • Menyeimbangkan efek insulin dalam tubuh
  • Respons terhadap stres

Tubuh Anda dapat menghasilkan kortisol yang tinggi untuk berbagai alasan, termasuk:

  • Tingkat stres yang tinggi pada trimester akhir kehamilan
  • Aktivtias fisik dengan intensitas tinggi
  • Malnutrisi
  • Alkoholisme
  • Depresi atau gangguan panik

Penyebab paling umum dari sindrom Cushing adalah penggunaan obat kortikosteroid (seperti prednison) dosis tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Obat-obat ini umumnya diresepkan untuk mencegah penolakan organ transplantasi. Mereka juga digunakan untuk mengobati penyakit inflamasi (seperti lupus dan radang sendi). Penggunaan steroid injeksi dosis tinggi untuk pengobatan nyeri punggung juga dapat menyebabkan sindrom ini.

Dosis steroid yang lebih rendah dalam bentuk inhalansia (seperti yang digunakan untuk asma) atau krim (seperti yang diresepkan untuk eksim) biasanya tidak menyebabkan sindrom Cushing.

Penyebab lainnya:

  • Tumor kelenjar pituitari, yang juga dikenal sebagai penyakit Cushing (kelenjar pituitari terlalu banyak menghasilkan hormon adrenokortikotropik, atau ACTH)
  • Sindrom ACTH ektopik (tumor biasanya ditemukan di paru-paru, pankreas, tiroid, atau kelenjar timus)
  • Sindrom Cushing familial (sindrom Cushing umumnya tidak diwariskan, tapi mungkin ada kecenderungan diwariskan dan mengakibatkan tumor kelenjar endokrin)
  • Kelainan kelenjar adrenal atau tumor

Anda berada pada risiko yang tinggi terkena gangguan ini jika Anda mengalami obesitas atau jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Tidak ada tes khusus untuk sindrom Cushing. Diagnosis melibatkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemantauan dari riwayat medis dan gejala yang Anda rasakan. Tes laboratorium yang membantu diagnosis mungkin termasuk:

  • Tes urin bebas kortisol selama 24 jam
  • Pengukuran plasma kortisol tengah malam dan pengukuran kortisol saliva larut malam
  • Uji dosis supresi deksametason rendah (LDDST) (tes darah)

Setelah kondisi ini didiagnosis, penyebab produksi kortisol berlebih pada Anda masih harus ditentukan. Tes untuk membantu menentukan penyebabnya mungkin termasuk:

  • Uji stimulasi corticotropin-releasing hormone (CRH)
  • Uji dosis supresi deksametason tinggi (HDDST) (tes darah)
  • Tes pencitraan, seperti computed tomography (CT) scan dan MRI (MRI)

Kondisi yang relatif langka ini biasanya didiagnosis pada orang dewasa antara usia 20-50 tahun.

Apa pengobatan untuk sindrom Cushing?

Pengobatan penyakit ini bergantung pada penyebabnya. Dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu mengendalikan produksi kortisol dan meredakan gejala.

Jika Anda menggunakan obat kortikosteroid, penggantian obat atau perubahan dosis mungkin diperlukan. Jangan mencoba untuk mengubah dosis sendiri. Tumor penyebab penyakit ini bisa saja menjadi kanker (ganas) ataupun bukan kanker (jinak). Operasi pengangkatan mungkin diperlukan. Terapi radiasi atau kemoterapi juga mungkin dianjurkan.

Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca