Hati-hati, Ini 4 Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul Akibat Gula Rafinasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak suka rasa manis dari gula? Nampaknya, hampir sebagian besar orang menyukai gula meskipun dalam takaran yang berbeda-beda. Gula memang bisa membuat rasa makanan dan minuman menjadi lebih lebih lezat dan nikmat, inilah yang menyebabkan gula sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, tak terkecuali dengan gula rafinasi.

Ya, gula rafinasi merupakan salah satu dari beberapa jenis gula yang sering dikonsumsi. Lantas, apa itu gula rafinasi? Apakah efek yang ditimbulkan juga sama seperti gula lainnya?

Apa itu gula rafinasi?

Gula rafinasi adalah gula yang telah melalui proses pengolahan dan pemurnian dari gula kristal. Umumnya, semua jenis gula akan melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Gula kristal atau yang lebih dikenal dengan nama gula pasir, telah melalui serangkaian proses pengolahan yang berasal dari tanaman tebu.

Proses pengolahan yang telah menghasilkan produk awal berupa gula kristal ini, kemudian akan diolah dan disaring lebih lanjut lagi hingga menghasilkan gula rafinasi. Itu sebabnya, gula rafinasi memiliki tingkat kemurnian yang lebih tinggi daripada gula kristal, disertai dengan tampilannya yang lebih putih dan lembut.

Bagaimana efek gula rafinasi bagi kesehatan tubuh?

Tidak jauh berbeda dengan konsumsi jenis gula lainnya, gula jenis rafinasi yang dikonsumsi dalam jumlah berlebih juga bisa memberikan efek pada kesehatan tubuh, seperti:

1. Mempercepat penambahan berat badan

Makanan dengan rasa manis memiliki banyak kandungan kalori, meskipun dalam porsi yang kecil. Maka itu, ketika Anda makan makanan atau minuman manis, secara otomatis Anda akan merasa cepat kenyang.

Sama halnya dengan jenis gula lain, gula rafinasi terdiri dari karbohidrat sederhana, yang akan diproses menjadi glukosa untuk digunakan sebagai energi oleh tubuh. Jika Anda terlalu banyak makan makanan dengan kandungan gula rafinasi, maka sisa glukosa yang tidak digunakan akan disimpan dalam bentuk lemak pada tubuh.

2. Hipoglikemia

Pankreas berperan dalam memproduksi insulin yang akan digunakan untuk mengubah gula menjadi energi. Setelah Anda makan makanan manis, maka kadar gula dalam darah akan meningkat. Disinilah insulin bertugas untuk membantu penyerapan glukosa dari aliran darah, dan mengedarkannya ke sel-sel tubuh sebagai energi.

Menurut Dr. Gordon Tessler, seorang dokter sekaligus penulis buku The Genesis Diet, ketika Anda makan gula rafinasi dalam jumlah yang berlebihan, maka produksi insulin juga semakin meningkat. Apabila kondisi tersebut disertai asupan gula yang menurun dapat menyebabkan kadar gula dalam darah berada dibawah rentang normal – yang disebut hipoglikemia.

3. Diabetes

Diabetes disebabkan oleh produksi insulin tidak bekerja dengan baik, akibatnya kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Menurut Dr. David Reuben, seorang dokter sekaligus penulis buku Everything You Always Wanted to Know About Nutrition, bahwa penggunaan gula jenis rafinasi yang terlalu banyak dapat berdampak pada penyakit diabetes.

4. Kekurangan vitamin dan mineral

Untuk memproses gula jenis rafinasi, tubuh memerlukan lebih banyak vitamin B, kalsium, dan magnesium, karena kadar kemurniannya yang cukup tinggi. Maka itu, ketika Anda mengonsumsi gula ini dalam jumlah banyak, akan menguras persediaan vitamin B, kalsium, dan magnesium dari dalam tubuh.

Ketika jumlah vitamin B dalam tubuh tidak dapat tercukupi dengan baik, akan berpengaruh besar terhadap kerja sistem saraf. Kondisi ini bisa membuat Anda lebih mudah mengalami kelelahan, depresi, kecemasan, bahkan kekurangan energi.

Sementara itu, kadar kalsium dan magnesium yang berada di bawah rentang normal, dapat berakibat pada osteoporosis dan arthritis.

Apa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan gula rafinasi?

Meski terkesan menakutkan, masih ada cara yang dapat dilakukan guna meminimalisir konsumsi jenis gula yang satu ini, yakni:

1. Batasi makan dessert

Jika Anda termasuk penggemar dessert, terutama yang mengandung gula jenis rafinasi seperti es krim, permen, kue kering, dan lainnya, cobalah untuk mulai mengurangi makan makanan tersebut secara bertahap.

Misalnya bila biasanya Anda bisa makan dua sendok es krim, kali ini coba hanya makan satu. Bila Anda bisa menghabiskan satu bungkus kue kering dalam sekejap, sebaiknya kurangi setengahnya. Pilihan lainnya, Anda bisa mengganti dessert tersebut dengan makan buah, atau ganti gula dengan pemanis lain yang rendah kalori.

2. Perhatikan minuman Anda

Minum minuman manis banyak dikaitkan dengan penambahan berat badan, obesitas, hingga penyakit diabetes. Meski begitu, bukan berarti Anda dilarang untuk minum minuman manis. Anda tetap masih bisa menikmatinya, hanya saja dengan mengganti sumber rasa manisnya menggunakan pemanis rendah kalori.

Selain praktis dan mudah untuk digunakan, pemanis rendah kalori mengandung kalori dan gula dalam jumlah yang sangat minim sehingga lebih baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan jika menginginkan pilihan yang lebih segar, Anda juga bisa mencoba pemanis rendah kalori yang sudah mengandung bubuk lemon. Jadi, saat dibubuhkan ke dalam minuman, misalnya teh favorit Anda, maka secara bersamaan Anda bisa mendapatkan segarnya rasa lemon tanpa takut akan kandungan gula yang tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Anak-anak memiliki akses yang sangat mudah untuk mengonsumsi makanan manis. Padahal, ada sejumlah bahaya yang ditimbulkan makanan manis bagi kesehatan anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 1 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Bahaya Gaya Hidup “Mager” Warga Kota dan Efeknya Pada Risiko Diabetes

Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas gerak. Anda harus segera mengubah kebiasaan ini kalau tidak mau terkena diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Konten Bersponsor
gaya hidup sedentari
Diabetes, Health Centers 24 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

4 Cara Mengurangi Minuman Manis untuk Tubuh yang Lebih Sehat

Mengubah pola makan ataupun kebiasaan mengonsumsi minuman manis bukanlah hal yang mudah. Berikut adalah cara mengurangi minuman manis yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

3 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Anda Sering Pusing Setelah Makan Daging

Meski daging menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh Anda, makanan satu ini juga bisa menimbulkan masalah. Salah satunya bikin sering pusing.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
makanan manis radang tenggorokan

Efek Makanan Manis Terhadap Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit