5 Alasan Kenapa Anda Harus Stop Makan Makanan Kemasan Mulai Hari Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak pernah mengonsumsi makanan kemasan? Mulai dari susu, jus, daging olahan, buah-buahan, sampai makanan ringan, semuanya sudah ada dalam bentuk kemasan. Tak dapat disangkal baha makanan kemasan sudah menjadi bagian dalam kehidupan banyak orang. Tapi, di baik segala kemudahan itu, ada banyak bahaya makanan kemasan yang mengintai kesehatan tubuh Anda. Simak artikel ini kalau Anda tidak percaya.

Bahaya makanan kemasan bagi kesehatan tubuh

1. Tak bernutrisi

Biasanya makanan kemasan mengandung nutrisi yang sangat rendah dibandingkan makanan segar. Pasalnya, makanan kemasan harus melewati berbagai tahapan produksi yang membuat kandungan nutrisi dalam makanan berkurang.

Untuk menggantikan nutrisi yang hilang, produsen makanan kemasan akan menambahkan serat, vitamin, dan mineral sintetis dalam proses yang disebut fortifikasi. Namun hal ini tetap tidak bisa menggantikan kebaikan dari nutrisi alami yang terkandung dalam makanan.

2. Mengandung gula, garam, dan lemak trans yang tinggi

Gula, garam, dan lemak trans biasa terkandung dalam makanan kemasan dalam jumlah tinggi. Inilah yang menjadi bahaya makanan kemasan bagi tubuh, karena bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit

Ketiga kandungan tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Konsumsi gula yang tinggi dapat mengganggu metabolisme dan menyumbang kalori berlebih pada tubuh. Hal ini kemudian bisa menyebabkan resistensi insulin, meningkatkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan penumpukan lemak dai hati dan rongga perut.

Kelebihan asupan garam juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Terlalu banyak garam dalam tubuh dapat meningkatkan volume darah, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras, tapi pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah Anda akan naik.

Sedangkan, kandungan lemak trans dalam makanan kemasan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.

3. Mengandung bahan kimia buatan

Jika Anda sering membaca informasi yang ada di kemasan makanan, pasti Anda pernah menemukan berbagai nama bahan yang Anda tidak kenal. Itu mungkin bahan kimia buatan yang sengaja ditambahkan dengan fungsi tertentu.

Biasanya, makanan kemasan sering ditambahkan bahan pengawet, pewarna, penambah rasa, pemberi tekstur, sampai pemanis buatan. Penambahan bahan kimia ini bertujuan agar makanan kemasan mempunyai rasa yang diinginkan dan dapat disimpan lebih lama.

Walaupun bahan-bahan kimia tersebut telah teruji, tapi mungkin ini tidak benar-benar aman bagi kesehatan jangka panjang. Buktinya saja penambahan pemanis buatan sirup jagung tinggi fruktosa pada banyak makanan dan minuman telah dihubungkan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

4. Bikin gemuk

Makanan kemasan umumnya mempunyai rasa yang lezat, yang semua orang suka. Para produsen makanan tahu bahwa konsumen suka dengan makanan yang manis, asin, dan berlemak. Maka mereka menciptakan makanan dengan rasa tersebut. Membuat konsumen tertarik untuk membelinya. Ditambah lagi, kemasannya yang kecil membuat Anda tidak sadar sudah makan berapa banyak.

Beberapa penelitian pun membuktikan bahwa kandungan dalam makanan kemasan bisa membuat Anda makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan, seperti dilansir dari Medical News Today.

Otak Anda mungkin sudah sulit memahami bagaimana rasa kenyang, sehingga Anda tidak bisa berhenti makan makanan kemasan. Kadang, Anda mungkin “ketagihan” ingin makan lagi dan lagi sampai kenyang. Tanpa sadar, Anda sudah makan berlebihan.

5. Kemasannya mengandung senyawa berbahaya

Tidak hanya kandungan dalam makanan yang bisa membahayakan kesehatan, tapi kemasan makanannya juga dapat membahayakan kesehatan. Sejumlah bahan kimia terkandung dalam kemasan makanan dan bisa membahayakan kesehatan. Ini merupakan bahaya makanan kemasan yang bisa muncul dalam jangka panjang.

Hal ini pun telah dibuktikan oleh penelitian dalam Journal of Epidemiology and Community Health. Bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam kemasan makanan bisa larut ke dalam makanan yang Anda makan, sehingga masuk ke tubuh.

Bahan kimia tersebut, seperti formaldehida dalam botol plastik yang bisa menyebabkan kanker, bisphenol A yang biasa terkandung dalam kaleng makanan atau minuman, tributyltin, triclosan, dan phthalates.

Walaupun mungkin kandungan bahan kimia tersebut yang masuk ke tubuh sangat sedikit, masih dalam batas aman. Namun, paparan jangka panjang bisa menyebabkan penumpukan bahan kimia berbahaya dalam tubuh, sehingga membahayakan kesehatan (terutama bahan kimia yang dapat mengganggu hormon).

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Meski sehat, Anda tak bisa sembarangan makan buah jika punya diabetes. Untuk itu, pilih beberapa buat untuk diabetes yang aman berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ada berbagai macam jenis cek gula darah untuk pemeriksaan diabetes, seperti gula sewaktu (GDS) atau puasa, dan beberapa lainnya. Bagaimana membaca hasilnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Pasien diabetes perlu diet untuk mencapai berat badan seimbang, tapi bukan berarti tidak bisa menikmati setiap makanan. Berikut beberapa tipsnya.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gatal karena diabetes

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit