Kenaikan gula darah merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kadar gula darah meningkat terlalu tinggi (hiperglikemia). Kondisi ini disebabkan ketika glukosa (gula) menumpuk di dalam aliran darah. Glukosa tersebut memang merupakan bahan penghasil energi utama tubuh. Sayangnya, sebelum diserap ke dalam sel, glukosa tidak dapat digunakan.

Setelah semua bahan makanan mengalami proses pemecahan, maka akan disimpan dalam aliran darah dalam bentuk glukosa. Proses penggunaan glukosa membutuhkan kerja hormon insulin agar dapat didistribusikan gula dalam darah ke otot, organ tubuh, dan otak. Tanpa adanya insulin tersebut, glukosa tidak bisa dipakai dan akan tetap berada di dalam darah sehingga akhirnya memicu penumpukan.

Gula darah meningkat tajam biasanya dialami oleh seseorang yang mengalami diabetes karena mereka tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Jika dibiarkan, hiperglikemia dapat menyebabkan beberapa gejala dan kondisi serius seperti ketoasidosis.

Tanda-tanda gula darah meningkat

toksisitas glukosa

Kenaikan gula darah akan menimbulkan gejala. Apalagi ketika peningkatannya telah menyebabkan kadar gula darah melebihi 200 miligram per desiliter (mg/dL). Gejala yang timbul bermacam-macam dan memiliki intensitas yang berbeda pada setiap orang dan setiap kasus. Ini tergantung kondisi kesehatan masing-masing; gejala gula darah meningkat akan lebih serius pada orang yang mengalami diabetes.

Gejala umum ketika gula darah meningkat adalah:

  • Jadi sering buang air kecil
  • Mengalami sakit kepala
  • Mengalami penglihatan kabur
  • Mudah haus

Hiperglikemia juga menjadi pertanda jika tubuh mengalami kekurangan energi dari glukosa. Akibatnya tubuh menggunakan lemak sebagai cadangan energi dan menghasilkan zat sisa berupa keton. Hal ini menyebabkan kondisi ketoasidosis yang menimbulkan gejala seperti:

  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Mulut terasa kering
  • Berkeringat
  • Nyeri sekitar perut
  • Merasa kebingungan atau linglung
  • Nafas berbau seperti buah-buahan atau agak kecut
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa lemas
  • Koma

Tips mengatasi dan mencegah naiknya gula darah

alat tes gula darah

Kenaikan gula darah merupakan hal yang sering dialami oleh seseorang dengan diabetes. Namun, hal ini dipengaruhi oleh banyak hal. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah Anda:

  • Gunakan obat yang sesuai – hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti anjuran penggunaan obat sesuai dosis beserta anjuran perubahan pola makan dan aktivitas dari penyedia pelayanan kesehatan. Perhatikan kualitas, jenis dan dosis obat yang digunakan jika tetap mengalami gejala dan peningkatan kadar gula darah di atas normal segera konsultasikan ke dokter untuk penyesuaian ulang.
  • Perhatikan penggunaan obat lainnya – beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat meningkatkan kadar gula darah, seperti obat diuretik, obat antidepressant dan obat pengendali tekanan darah tinggi lainnya. Jika Anda mengalami gejala kenaikan gula darah segera konsultasikan untuk menyesuaikan penggunaan obat-obatan tersebut.

menjaga gula darah normal di kantor

Sedangkan untuk mencegah kenaikan gula darah, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Biasakan pola makan yang sehat

Mengonsumsi makanan dalam waktu yang tepat sangat penting untuk mencegah gula darah meningkat pesat. Selain itu, makan dengan jam yang teratur juga dapat mencegah Anda terlalu banyak makan dan menyebabkan gula darah terlalu tinggi setelah makan.

2. Jangan malas gerak

Tidak aktif bergerak dalam waktu yang lama dan terlalu sering dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara perlahan. Khususnya pada penderita diabetes, aktif beraktivitas dengan intensitas yang sedang seperti rutin berolahraga ringan merupakan hal penting untuk mengatur kadar gula darah agar tetap stabil.

3. Ubah pilihan makan

Hindari makanan yang cepat membuat gula darah meningkat seperti minuman kemasan yang tinggi gula, kue, atau camilan manis. Sementara itu, beberapa jenis makanan memiliki manfaat khusus dalam mencegah kenaikan kadar gula darah:

Kacang-kacangan. Lemak dalam kacang merukan lemak sehat yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah.

Gandum utuh merupakan sumber karbohidrat yang dapat diserap dalam waktu yang lebih lama sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah dalam waktu yang singkat.

Sayuran. Selain mengandung serat, beberapa jenis sayuran seperti timun, wortel, dan brokoli dapat mencegah kenaikan kadar gula darah serta memiliki kandungan zat gizi penting.

4. Kendalikan stres

Relaksasi merupakan hal penting karena merasa tertekan merupakan salah satu penyebab hormon insulin tidak dapat bekerja dengan optimal. Kondisi stres berat juga dapat memengaruhi kebiasaan makan, berolahraga, atau pola konsumsi obat-obatan.

5. Memperbaiki pola tidur

Kurang tidur merupakan salah satu penyebab kadar gula darah meningkat terlalu tinggi, khususnya pada penderita diabetes. Buatlah kebiasaan tidur yang baik dengan 6-7 jam tidur malam hari.

6. Berhenti merokok

Salah satu efek merokok adalah tubuh kesulitan untuk mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. Selain itu, bagi penderita diabetes yang masih merokok, menentukan dosis penggunaan insulin yang tepat akan menjadi lebih sulit sehingga menyulitkan pengendalian kadar gula darah.

7. Rutin cek gula darah

Biasakan untuk memantau kadar gula darah Anda dengan tes di rumah atau di dokter. Bila Anda paham pola naik dan turunnya gula darah Anda, Anda pun akan lebih mudah untuk menjaga supaya gula darah tidak melonjak.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca