Keinginan untuk berpuasa bagi para penyandang diabetes memang tidak bisa lepas dari sisi agama. Oleh karena itu, kebanyakan dari mereka memilih untuk berpuasa walaupun diabetes tetap membayangi mereka. Nah, karena ini adalah tantangan, terdapat beberapa cara yang perlu diperhatikan agar orang dengan diabetes bisa puasa dengan lancar.

Cara puasa yang baik untuk orang dengan diabetes

Berpuasa padahal memiliki diabetes memang sangat berisiko. Mulai dari hiperglikemia, hipoglikemia, hingga dehidrasi.

Pada saat menjalankan ibadah puasa, tentu semua orang harus menahan lapar, haus, dan emosi mereka. Pada kondisi ini bukan tidak mungkin, kadar glukosa darah penderita diabetes menjadi anjlok akibat makan sahur yang kurang tepat, misalnya.

“Pada dasarnya, penderita diabetes memungkinkan untuk berpuasa. Akan tetapi, tentunya harus mengikuti perubahan yang disarankan oleh dokter mereka. Mulai dari pola makan, aktivitas, hingga dosis pengobatan,” ungkap Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, saat ditemui tim Hello Sehat di acara diskusi media di bilangan Cikini, Jakarta Pusat (9/5).

Nah, agar orang diabetes bisa menjalankan puasa dengan lancar, terdapat beberapa cara yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Berkonsultasi dengan dokter

dokter urologi

Salah satu cara yang tepat agar orang diabetes bisa menjalankan puasa dengan lancar adalah dengan berkonsultasi ke dokter.

Sebelum memulai puasa, Anda tentu perlu menanyakan kepada dokter apakah kondisi Anda saat ini mampu mengikuti puasa atau tidak.

“Biasanya, pasien yang menyandang diabetes akan berkonsultasi terlebih dahulu sebulan sebelum menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu, kami, para dokter, bisa mengetahui kondisi mereka saat itu dan pengaturan dosis obat yang harus mereka konsumsi selama puasa,” tambah Prof. Dr. dr. Sidartawan.

Untuk itu, ketika memiliki diabetes dan berniat menjalankan ibadah puasa, usahakan untuk mendatangi dokter setidaknya satu bulan sebulan sebelum bulan puasa tiba.

2. Pola makan

kebiasaan makan cegah diabetes

Walaupun sebenarnya tidak ada pantangan bagi penderita diabetes, tentu saja mereka harus membatasi asupan gula mereka saat sahur dan berbuka.

Kelebihan kadar gula yang mereka konsumsi ketika berbuka atau sahur tentu bisa memicu hiperglikemia. Penderita diabetes juga dianjurkan untuk menghindari makanan siap saji, gorengan, serta mengikuti anjuran kalori yang boleh dikonsumsi.

Nah, jika Anda memiliki diabetes, cobalah untuk membuat menu sahur dan berbuka yang lebih sehat, seperti:

  • Sereal gandum yang dicampur dengan susu rendah lemak dan buah-buahan untuk sahur
  • Nasi merah dengan sayur-sayuran dan protein, seperti ikan atau makanan yang digoreng dengan minyak zaitun.
  • Membatasi konsumsi kurma menjadi 1-2 buah saja dan meminum banyak air agar tidak terjadi dehidrasi.

Anda juga boleh saja meminum teh dengan tambahan gula biasa atau pemanis buatan, namun takarannya harus diperhatikan. Intinya, semua jenis makanan diperbolehkan, asalkan jadwal dan takarannya dibatasi.

3. Dosis obat

menyuntik insulin suntik insulin

Salah satu cara yang paling penting saat menjalankan puasa untuk orang dengan diabetes adalah menggunakan obat sesuai dosis yang dianjurkan, terutama untuk suntikan insulin.

Prof. Dr. dr. Sidartawan juga mengatakan bahwa pemakaian insulin untuk diabetesi yang berpuasa juga perlu diatur dan dibatasi. Beberapa aturan yang perlu diperhatikan menurutnya, antara lain:

a. Short acting insulin

Insulin ini biasanya mulai bekerja setelah 30 menit injeksi dilakukan. Usahakan untuk menggunakan insulin jenis ini ketika berbuka puasa.

Pastikan pula Anda menggunakan merek dan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

b. Long-acting insulin

Long-acting insulin biasanya digunakan untuk seharian penuh dan disuntikkan pada malam hari. Nah, jenis ini biasanya digunakan untuk mengontrol gula darah seharian. Jika Anda memakai long-acting insulin, insulin baru akan bekerja 4 jam setelah penyuntikan.

Biasanya, obat ini dipakai setiap Anda akan makan. Pada saat sahur, usahakan untuk menggunakan setengah dosis dari yang biasa Anda pakai.

Hanya setengah dosis karena setelah sahur Anda tidak akan makan dalam jangka waktu lama. Jika tetap menggunakannya dalam dosis harian saat tidak puasa, Anda bisa saja mengalami hipoglikemia.

Barulah pada saat berbuka, Anda gunakan obat dengan dosis penuh sesuai anjuran dokter. Selain itu, upayakan untuk selalu mengecek gula darah sebelum menyuntikkan insulin ke tubuh Anda.

c. Metformin

Bagi penyandang diabetes yang menggunakan metformin sebagai salah satu dari rangkaian pengobatan diabetes, mungkin lebih aman untuk berpuasa karena resiko hipoglikemia yang lebih kecil. Akan tetapi, tetap saja sebelum berpuasa Anda harus menyesuaikan waktu konsumsi obat.

Seperti yang dianjurkan oleh American Diabetes Association atau setara dengan Persatuan Diabetes Indonesia, Anda bisa memakai 2/3 dari total dosis harian sebelum makan malam. Nah, sisanya bisa Anda gunakan pada saat sahur.

d. Sulfonilurea

Nah, untuk penderita diabetes yang memakai sulfonilurea, disarankan untuk tidak menggunakannya sering-sering selama bulan puasa. Selain itu, penggunaannya harus hati-hati dan sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini bertujuan agar resiko hipoglikemia dapat ditekan karena dikhawatirkan penyandang diabetes yang menggunakan obat ini sangat beresiko ketika berpuasa.

4. Olahraga

olahraga untuk diabetes

Selama puasa, cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas fisik yang tidak terlalu berat. Mulailah untuk melakukannya selama 30 menit untuk 5 hari dalam seminggu.

Waktu yang paling baik saat berolahraga adalah sesaat sebelum berbuka karena Anda bisa segera menggantikan cairan yang hilang ketika membatalkan puasa.

Resiko menjalankan ibadah puasa bagi penyandang diabetes

Sebagian besar penderita diabetes tentu boleh berpuasa selama bulan Ramadhan, namun dengan syarat mereka mengikuti aturan dari dokter. Jika aturan tersebut dilanggar, selain hipoglikemia, terdapat beberapa efek samping yang dapat Anda alami ketika menjalankan puasa yang tidak benar.

1. Hiperglikemia

Selain hipoglikemia, tingginya kadar gula darah melebihi batas normal juga sangat mungkin terjadi selama bulan puasa. Hal tersebut disebabkan oleh tidak terkontrolnya makanan yang Anda konsumsi ketika berbuka puasa. Misalnya, Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan gorengan saat berbuka puasa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda tidak ‘kalap’ saat membatalkan puasa Anda dan mengawasi asupan makanan yang masuk.

2. Dehidrasi

Kondisi ini akan sering terjadi ketika penderita diabetes berpuasa. Apalagi saat memasuki bulan Ramadhan, cuaca dan suhu di luar ruangan sangat panas. Oleh karena itu, usahakan untuk meminum minuman bebas gula dan kafein secara rutin pada malam hari dan saat sahur.

Tanda seorang penderita diabetes harus membatalkan puasa

anak mencuri permen

Tidak semua penderita diabetes bisa menjalankan puasa sepenuhnya. Apalagi jika anjuran yang diberikan oleh dokter tidak dijalankan dengan benar.

“Jika gejala hipoglikemia muncul, seperti keringat dingin, Anda harus membatalkan puasa agar kondisi Anda tidak semakin memburuk,” tutur Prof. Sidartawan.

Selain itu, sebaiknya Anda selalu memonitor kadar gula darah Anda saat puasa. Jika kadar gula darah Anda dibawah 70 mg/dl maka sebaiknya Anda mengakhiri puasa Anda.

Salah satu cara agar orang dengan diabetes bisa menjalani puasa dengan lancar adalah dengan selalu membawa permen atau makanan yang mengandung gula lainnya, yang bisa menaikkan kadar glukosa mereka. Setelah itu, Anda bisa mengonsumsi snack yang memiliki kandungan serat tinggi, seperti roti isi atau semangkuk sereal.

Dengan begitu, Anda sudah siap ketika keadaan darurat, seperti hipoglikemia menyerang. Barulah kemudian Anda melakukan evaluasi mengapa gula darah Anda bisa turun drastis agar tak terulang saat berpuasa esok hari.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca