5 Penyebab Biduran yang Sering Tidak Disadari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami biduran? Biduran adalah kondisi saat kulit terasa gatal dengan bentol merah yang melebar dan menyebar pada kulit. Dalam bahasa medis disebut dengan urtikaria, kondisi ini dapat menyerang bagian wajah, badan, lengan, atau kaki. Anda terkadang tidak menyadari saat tiba-tiba merasa gatal di kulit, ternyata, eh, ternyata terkena biduran. Lantas, apa saja penyebab biduran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Berbagai penyebab biduran yang sering luput dari perhatian

Biduran biasanya muncul saat adanya reaksi alergi terhadap beberapa pemicu, seperti hewan peliharaan, serbuk sari, atau lateks. Saat terkena zat alergen, tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia ke dalam darah sehingga menyebabkan gatal, bengkak, dan gejala lainnya.

Berikut adalah beberapa penyebab biduran yang membuat kulit jadi super gatal.

1. Alergi makanan

Menurut Debra Jaliman, MD, seorang dermatolog dari New York, biduran dapat disebabkan oleh alergi makanan maupun minuman tertentu, misalnya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, namun ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala.

Selain itu, biduran juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet. Jika Anda salah satunya, maka sebaiknya hindari makanan pemicu alergi. Bila sudah terlanjur terkena biduran, segera konsultasi pada dokter untuk mendapatkan resep obat.

2. Udara luar

Munculnya bentol-bentol atau biduran akibat gigitan serangga atau paparan serbuk sari sudah umum diketahui. Namun, yang sering tidak disadari adalah biduran juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang.

Hal ini lantas bukan berarti Anda alergi terhadap udara luar. Menurut Marilyn Li, MD, seorang ahli alergi dan imunologi dari Los Angeles, hal ini lebih kepada kondisi kulit yang sangat sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

Selain dengan menghindari pemicu gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengobati biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa khawatir akan terkena biduran yang berulang.

3. Penyakit tertentu

Biduran ternyata bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Pasalnya, biduran juga dapat memberikan sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Pasien dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis biduran atau urtikarianya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50 persen kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Penyakit tiroid merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita urtikaria kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

4. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu. Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh – baik karena olahraga maupun mandi air panas – ini dapat memicu timbulnya gatal-gatal.

Saat berkeringat, tubuh memproduksi asetilkolin, yatitu bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit sehingga kulit menjadi iritasi dan memicu ruam.

5. Stres

Penelitian menunjukkan bahwa stres merupakan biang keladi dari berbagai penyakit fisik dan mental, termasuk biduran. Stres berlebihan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terkena masalah kulit, termasuk biduran.

Pada orang-orang yang mengalami urtikaria kronis atau biduran yang bekali-kali muncul selama lebih dari enam minggu, stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti biduran.

Bila Anda mengalami urtikaria kronis akibat suhu panas atau penyakit, maka segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Sementara bila kemungkinan disebabkan oleh kondisi stres, maka kendalikan stres Anda dengan beberapa cara seperti berolahraga, latihan pernapasan, atau meditasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Pemicu kambuhnya penyakit psoriasis bisa dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor risiko. Namun, apa sebenarnya penyebab psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Dari Genetik Hingga Penyakit, Ini Bermacam Penyebab Alergi Dingin

Penyebab alergi dingin ternyata bukan hanya suhu dingin yang menempel pada kulit. Kondisi genetik, penyakit, hingga masalah sistem imun turut berperan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

panu tinea versicolor

Panu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit
obat kurap alami

Obat Kurap, Dari Pengobatan Medis Hingga Bahan Alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
pengawet sulfit

Mengenal Alergi Sulfit yang Berasal dari Pengawet Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
salep dan krim kortikosteroid

Salep Kortikosteroid untuk Masalah Kulit: Manfaat, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 7 menit