Apa Bahayanya Bagi Bayi Dalam Kandungan Jika Ibu Terkena Campak Jerman Saat Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Masa kehamilan adalah masa yang paling rentan bagi ibu dan janin yang masih berkembang dalam kandungan. Jika ibu hamil tidak menjaga kesehatannya dengan baik, maka daya tahan tubuhnya akan mudah menurun, membuat ibu hamil lebih rentan terserang berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang sering menghampiri ibu hamil adalah campak Jerman (rubella). Apa akibatnya jika ibu terinfeksi rubella saat hamil? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu campak Jerman (rubella)?

Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Campak Jerman tidak sama dengan jenis campak yang biasa. Jadi, meski Anda sudah perenah kena atau kebal terhadap campak biasa, bukan berarti Anda juga akan kebal terhadap campak Jerman.

Gejala penyakit ini kadang tidak spesifik, sehingga sulit untuk membedakannya dengan penyakit lain. Hampir setengah dari kasus campak Jerman tidak menunjukkan gejala, atau jika ya, gejalanya termasuk ringan sehingga banyak orang yang tidak menyadari jika telah terinfeksi.

Gejala biasanya ini muncul pada hari ke 12 hingga 23 setelah terpapar virus. Anda mungkin akan mengalami demam, sakit kepala, sendi bengkak, mata merah, dan hidung tersumbat atau berair pada hari pertama hingga ke-5 sebelum akhirnya ruam muncul.

Ruam berlangsung hingga beberapa hari. Biasanya muncul pertama kali pada wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Kelenjar getah bening yang bengkak dan persendian yang sakit bisa terjadi selama beberapa minggu. Anda bisa menularkan penyakit ini satu minggu sebelum ruam pertama muncul dan beberapa minggu setelahnya.

Segera hubungi dokter dan beri tahukan kalau Anda telah terpapar penyakit ini. Tapi, jangan datang langsung ke tempat praktek dokter kandungan karena berisiko menularkan virus ke ibu hamil lainnya.

Apa saja dampak campak Jerman pada bayi dalam kandungan?

Pada ibu hamil, infeksi campak Jerman bisa sangat berbahaya. Pasalnya, virus ini mungkin diturunkan ke janin dalam kandungan. Sindrom rubella bawaan pada janin dalam bahasa medis disebut sebagai Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Virus ini menyebabkan bayi lahir cacat, di antaranya katarak, tuli, kelainan jantung, hati, paru-paru, serta keterlambatan tumbuh kembang. Tapi risiko ini akan tergantung berapa lama Anda terkena virus. Risiko paling tinggi terjadi selama tahap awal perkembangan bayi.

Jika Anda terkena rubella selama 12 minggu pertama kehamilan, peluang bayi Anda mewarisi virus rubella tercatat hingga 85 persen. Jika ibu terinfeksi campak Jerman di rentang usia kehamilan antara 13 hingga 16 minggu peluangnya menurun jadi 54 persen, dan akan terus menurun tajam seiring usia kehamilan bertambah besar. Jika ibu hamil terpapar rubella di usia kehamilan yang sudah lebih dari 20 minggu, risiko infeksi campak Jerman menyebabkan cacat lahir pada janin tergolong sangat kecil.

Namun demikian, cacat lahir akibat infeksi campak Jerman selama kehamilan bisa muncul terlambat dan terlihat nanti pada masa kanak-kanak. Virus rubella juga dapat menyebabkan bayi lahir mati. Itu sebabnya, Anda disarankan untuk menjalani tes dan melakukan langkah-langkah pencegahan sedini mungkin untuk mengurangi risiko infeksi cacar Jerman, dan bagaimana melindungi diri dari penyakit ini di masa yang akan datang.

Bagaimana cara mencegah rubella?

Berikut ini beberapa langkah pencegahan terkena campak Jerman selama kehamilan yang bisa Anda lakukan:

  • Anda tidak bisa menerima vaksin rubella di saat sedang hamil. Itu sebabnya, jika Anda tidak kebal, Anda harus berhati-hati dan menghindari siapa saja yang memiliki ruam atau terjangkit virus, juga orang yang baru saja terpapar campak Jerman.
  • Setelah melahirkan, pastikan Anda segera mendapat vaksin agar rubella tidak lagi menjadi masalah untuk kehamilan yang berikutnya. Anda bisa menerima vaksin saat menyusui, tapi Anda perlu menunggu setidaknya 28 hari setelah menerima suntikan sebelum berencana untuk hamil kembali, jadi pastikan Anda menjalani KB selama waktu ini.
  • Pastikan juga jika anak-anak dan orang di sekitar Anda menerima semua imunisasi yang direkomendasikan dokter. Pasalnya, Anda tidak akan terkena campak Jerman dari orang yang baru saja divaksinasi.
  • Tunda perjalanan jauh ke bagian dunia manapun di mana rubella masih umum terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca