Kenapa Anda Tidak Boleh Sampai Lupa Minum Obat Kusta

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kusta bisa diobati dengan multi drug therapy (MDT) yang menggunakan kombinasi beberapa antibiotik. Obat-obatan ini harus dikonsumsi setiap hari selama enam bulan sampai dua tahun. Lantas, bagaimana jika Anda lupa minum obat kusta?

Bagaimana cara kerja obat kusta?

Obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk MDT terdiri dari kombinasi dapsone, rifampicin, clofazimine atau lamprene, ofloxacin, dan/atau minocycline. Kombinasi obat kusta ini akan disesuaikan dengan tipe kusta yang dimiliki.

Pada dasarnya, setiap obat-obatan ini bekerja memperlemah sistem pertahanan bakteri penyebab kusta untuk menghambat perkembangbiakannya sehingga seluruh koloninya dapat dimatikan seiring waktu. Obat-obatan ini juga bersifat antiradang untuk menangani gejala-gejala kusta yang timbul.

Oleh karena itu, prinsip MDT diyakini dapat memperpendek masa pengobatan, memutuskan mata rantai penularan kusta, dan mencegah terjadinya cacat. Menggunakan beragam antibiotik secara bersamaan dalam satu waktu ditujukan agar bakteri tidak kebal terhadap obat-obat yang diberikan sehingga penyakit kusta akan cepat disembuhkan. Dilansir dari WHO, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa kombinasi antara clofazimine dan dapsone dapat membunuh bakteri kusta yang kebal terhadap rifampicin.

Pengobatan kusta biasanya berlangsung selama enam bulan sampai dua tahun. Selama waktu ini, Anda tidak boleh sampai lupa minum obat kusta agar penyakit Anda bisa sembuh total. Segeralah minum dosis yang ketinggalan begitu Anda ingat. Namun jika jaraknya terlalu dekat dengan waktu dosis yang selanjutnya, jangan menggandakan dosis. Lanjutkan saja.

Apa akibatnya jika Anda lupa minum obat kusta?

Tidak disiplin minum obat membuat bakteri penyebab penyakit kusta menjadi lebih kuat dan kebal terhadap pengobatan yang sekarang dan selanjutnya. Akibatnya, gejala yang Anda alami bisa semakin parah karena bakteri terus berkembang biak dalam tubuh.

Risiko komplikasi pun bisa terjadi apabila kusta tidak diobati secara tuntas. Infeksi kusta yang dibiarkan terus dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kelemahan otot, cacat progresif (contohnya cacat bentuk kaki, tangan dan hidung), atau amputasi.

Hal ini pada akhirnya dapat semakin memperlama durasi pengobatan dan mempersulitnya. Jika bakteri makin berkembang biak dalam tubuh, dokter biasanya akan memperpanjang waktu terapi selama 12 bulan setelahnya, disertai dengan terapi khusus sebagai pengobatan komplikasi yang menyertainya.

Bukan hanya kondisi Anda saja yang akan memburuk, sering lupa atau justru menghentikan minum obat juga merisikokan menularkan infeksi ke orang lain. Ya. Meski penularan kusta tidak sesederhana penularan flu, namun bakteri penyebab kusta tetap dapat berpindah dan menginfeksi orang lain. Bisa saja, orang-orang terdekat Anda tertular penyakit ini di kemudian hari bila Anda tidak rutin minum obat kusta.

obat cacing kremi

Apa efek samping obat kusta?

Ketika Anda sudah minum obat kusta sesuai anjuran dokter, maka dalam masa pengobatan tersebut Anda mungkin akan mengalami reaksi kusta. Reaksi kusta adalah kondisi yang terjadi saat bakteri mulai bereaksi terhadap obat yang Anda konsumsi. Pada saat itu juga, sistem kekebalan Anda juga sedang berkembang dan membangun pertahanan untuk menyerang bakteri. Gejala yang mungkin muncul akibat reaksi kusta mungkin termasuk kulit kemerahan, kering, dan terkelupas, hingga nyeri sendi.

Efek samping ini dialami sebanyak 25-40% pasien dengan kusta dan biasanya sering muncul pada 6 bulan hingga satu tahun setelah pengobatan dimulai. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti minum obat kusta. Mengubah dosis atau menghentikan minum obat kusta tanpa sepengetahuan dokter justru dapat memperburuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Jika muncul gejala di luar efek samping umum, segera hubungi dokter. Biasanya obat dapat digantikan dengan obat lain sesuai dengan dosis dan tipe kusta yang Anda derita. Begitu pula jika Anda memiliki riwayat penyakit lain seperti bronkitis, gangguan ginjal, atau penyakit lainnya. Konsultasikan terlebih dahulu supaya obat-obat lain yang sedang Anda konsumsi tidak memperparah infeksi kusta Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca