Gejala Alergi Makanan, dari yang Umum Hingga Paling Parah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pada orang yang memiliki alergi makanan, gejala akan muncul ketika pemicu tersebut dikonsumsi baik secara sengaja maupun tidak. Alergi itu sendiri adalah reaksi sistem imun yang abnormal karena menganggap zat tertentu, dalam hal ini makanan, sebagai ancaman bagi kesehatan. Lantas, apa saja ciri-ciri gejala yang muncul ketika alergi makanan kambuh?

Gejala alergi makanan yang umum

Gejala alergi lebih cenderung dipicu oleh makanan yang mengandung protein jenis tertentu. Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi umumnya berupa susu sapi, seafood, kacang-kacangan, gandum, telur, dan juga kedelai.

Ketika protein tersebut masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan mengenalinya sebagai zat asing untuk kemudian melepaskan antibodi bernama immunoglobulin (IgE).

Antibodi IgE selanjutnya akan memberi tahu sel darah putih untuk melangsungkan serangan dengan memproduksi histamin. Kemunculan histamin dalam aliran darah inilah yang kemudian mencetuskan gejala alergi setelah Anda makan makanan tersebut.

1. Ruam merah

Ruam merah di kulit yang muncul tak lama setelah Anda mengonsumsi suatu makanan bisa jadi gejala alergi. Ruam kemerahan muncul karena histamin memicu peradangan di bawah kulit.

Pada beberapa orang, reaksi ruam mungkin muncul lebih lama karena tergantung seberapa cepat sistem imun bereaksi terhadap makanan pemicu. Cepat lambatnya kemunculan ruam juga dapat tergantung pada jenis dan seberapa banyak makanan pemicu alergi yang Anda makan.

Jika ruam terasa gatal, jangan digaruk! Menggaruk ruam dapat membuat sensasinya terasa lebih parah dan berlangsung lebih lama. Menggaruk kulit juga dapat membuka risiko luka dan infeksi.

2. Gatal-gatal

Kemunculan ruam yang menjadi gejala alergi makanan seringnya disertai oleh sensasi gatal.

Gatal muncul karena karingan kulit memiliki sel-sel khusus yang bertugas melindunginya dari zat asing. Setelah sel-sel di kulit itu mendeteksi kedatangan alergen, sistem imun akan melepaskan antibodi dan histamin yang mencetuskan gejala alergi khusus pada kulit.

Namun kadang, gatal akibat reaksi alergi bisa terjadi di bagian tubuh lain yang tidak terdapat ruam. Melansir American College of Allergy Asthma and Immunology (ACAAI), gatal juga bisa terasa di langit-langit, lidah, serta bagian mulut lainnya seperti bibir dan tenggorokan.

3. Mual dan muntah

Mual dan bahkan mungkin sampai muntah juga termasuk gejala alergi makanan, meski cukup jarang. Reaksi ini dimunculkan tubuh sebagai upaya untuk melindungi Anda dengan membuang makanan pemicu alergi.

Sebagai cara untuk melindungi tubuh, sistem imun manusia akan mengeluarkan antibodi dan histamin yang akan menimbulkan peradangan. Keluarnya antibodi dan histamin otomatis akan diterima otak sebagai sinyal bahwa ada zat asing yang berbahaya di perut. 

Lantas, otak akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan makanan tersebut dengan memuntahkannya lewat mulut. 

4. Diare

Diare juga dapat menjadi ciri-ciri Anda mengalami alergi sehabis makan makanan tertentu. Ketika makanan pemicu alergi Anda sudah dicerna, sel-sel sistem imun akan melepaskan histamin untuk mencetuskan peradangan di organ pencernaan. Reaksi ini bertujuan untuk menghilangkan alergen dari tubuh sesegera mungkin sampai habis.

5. Bibir, lidah, mata bengkak

Pembengkakan pada bibir, lidah, mata adalah gejala alergi makanan yang disebut dengan angioedema. Gejala alergi satu ini juga dapat berupa penyempitan rongga tenggorokan karena jaringannya membengkak setelah terpapar makanan tertentu.

Pembengkakan terjadi setelah sistem kekebalan tubuh mendeteksi protein dari makanan yang masuk ke dalam tubuh sebagai alergen. Setelahnya, tubuh akan mengeluarkan antibodi, histamin, dan beberapa zat kimiawi lain yang dapat menyebabkan pembengkakan sebagai tanda peradangan.

Gejala alergi ini dapat bertahan antara satu sampai tiga hari setelah makan makanan pemicu. Kadang, pembengkakan dapat dibarengi dengan rasa gatal.

6. Sesak napas dan mengi

Sesak napas merupakan gejala alergi yang dipicu oleh peradangan di saluran tenggorokan setelah dilewati makanan.

Sistem kekebalan tubuh yang mendeteksi ada alergen yang masuk akan mengeluarkan histamin untuk menyebabkan saluran pernapasan meradang, bengkak, dan mengeluarkan lendir.

Alhasil, tenggorokan jadi menyempit sehingga udara tidak bisa keluar masuk secara normal. Maka dari itu, setiap tarikan dan hembusan napas akan menimbulkan suara seperti siulan yang disebut mengi. 

Segera ke dokter jika gejala alergi makanan langsung terasa parah dan melemahkan

Jika reaksi alergi tidak segera diobati, gejala dapat bertambah parah seiring waktu. Di sisi lain, bagi beberapa orang, gejala alergi mereka bisa muncul langsung sangat parah dalam waktu cepat segera setelah makan.

Selain itu, gejala alergi juga bisa langsung muncul sangat parah karena jumlah makanan yang masuk terlalu banyak. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh juga melepaskan bahan kimia lebih banyak pula. 

Gejala alergi yang parah dan timbul cepat disebut dengan syok anafilaktik. Gejala alergi makanan yang menandakan syok anafilaktik adalah tekanan darah yang merosot drastis, detak jantung melemah, kesulitan bernapas, pusing yang amat sangat, dan bahkan hilang kesadaran.

Kapan harus ke dokter?

Syok anafilaktik adalah kondisi serius yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Jika tidak segera mendapat penanganan medis, syok anafilaktik dapat berujung pada kematian.

Untuk menangani syok anafilaktik, dokter akan segera menyuntikkan epinefrin untuk meningkatkan kerja pernapasan, merangsang detak jantung, dan meningkatkan tekanan darah.

Namun umumnya jika Anda mengalami gejala alergi makanan yang masih tergolong ringan tapi tidak kunjung reda dalam 1-2 hari meski sudah diobati, Anda juga wajib ke dokter untuk mendapatkan pengobatan alergi yang tepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 25, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 16, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca