home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Anda Waspadai

5 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Anda Waspadai

Penyakit Peyronie atau Peyronie’s disease adalah masalah pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut (plak) yang terbentuk di dalam penis. Salah satu gejala dari penyakit Peyronie ini dapat membuat penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria dengan kondisi ini masih bisa berhubungan seks, tapi mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan.

Penyakit Peyronie terkadang bisa menghilang dengan sendirinya. Namun, ada baiknya untuk tetap melakukan pengobatan alih-alih mendiamkan penyakit ini. Sebelum penyakit ini memengaruhi kehidupan seks Anda, simak gejala dan cara mengobati penyakit Peyronie di bawah ini.

Tanda dan gejala penyakit Peyronie

tanda penyakit peyronie
Sumber: Association of Peyronie’s Disease Advocates

Bagi sebagian pria, penyakit Peyronie dapat muncul dengan cepat atau hanya dalam semalam saja. Sementara bagi beberapa orang lain, penyakit ini berkembang secara bertahap.

Dikutip dari Urology Care Foundation, kondisi ini memengaruhi setidaknya 4 dari 100 pria berusia 40 hingga 70 tahun. Walaupun jarang terjadi pada pria muda di bawah 30 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan timbulnya masalah ini jika dipengaruhi oleh faktor risiko tertentu.

Salah satu cara mencegah komplikasi dari Peyronie’s disease, Anda perlu mengetahui beberapa tanda dan gejala yang sering terjadi seperti berikut ini.

1. Kemunculan plak (nodul)

Plak adalah benjolan yang menebal dan berkembang di bawah kulit batang penis. Hal ini dapat disebabkan oleh penumpukan kolagen berlebih dan jaringan parut di dalam penis. Kondisi plak yang muncul pada penis berbeda dari plak yang ada di pembuluh darah.

Plak dapat muncul di sepanjang batang penis, tetapi sering kali muncul di sisi atas. Plak awalnya terasa lembut, namun akan mengeras seiring waktu sehingga tampak seperti benjolan di penis. Banyak pria bisa merasakan keberadaan plak di bawah kulit.

Karena plak terdiri dari jaringan parut, bagian ini tidak meregang seperti jaringan normal lainnya di penis. Timbulnya plak sekaligus mencegah daerah yang terkena untuk memanjang selama ereksi penis. Hal inilah yang menyebabkan perubahan bentuk penis, atau biasa disebut sebagai deformitas penis, salah satunya penis bengkok.

2. Perubahan bentuk penis saat ereksi

Perubahan bentuk penis mungkin terjadi jika Anda mengalami penyakit Peyronie, seperti bengkok, menekuk, menyempit, atau memendek. Kebanyakan pengidap Peyronie’s disease memiliki kecacatan bentuk penis, salah satunya penis bengkok yang paling umum terjadi.

Kecacatan bentuk penis ini disebabkan oleh plak yang tidak berkembang dan membesar seperti jaringan penis normal, maka salah satu gejala penyakit Peyronie ini dapat Anda deteksi saat penis ereksi.

3. Nyeri penis

Gejala penyakit Peyronie lainnya adalah nyeri penis dapat terjadi dengan atau tanpa ereksi. Lebih dari separuh pria memiliki pengalaman penis sakit. Bagi kebanyakan pria, hal ini adalah salah satu tanda pertama yang mereka perhatikan.

Meskipun nyeri biasanya terjadi selama Anda ereksi, namun nyeri juga bisa terjadi ketika penis melemas atau karena peradangan pada daerah yang terkena plak. Nyeri saat ereksi dapat disebabkan oleh ketegangan pada plak dan rasa sakit akan mereda dalam 12 hingga 18 bulan setelah gejala tersebut muncul pertama kali.

4. Disfungsi ereksi

Penyakit Peyronie dapat menyebabkan disfungsi ereksi alias impotensi. Diperkirakan bahwa lebih dari dua per tiga pria dengan penyakit ini juga mengalami disfungsi ereksi.

Meskipun beberapa dari pria tersebut memiliki penyakit lain yang meningkatkan risiko impotensi—seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes, namun tidak diragukan bahwa penyakit Peyronie sendiri benar-benar menyebabkan masalah ereksi.

  • Penis bengkok. Kelengkungan penis dapat mencegah hubungan seksual atau menyebabkan rasa sakit bagi pasangan pria. Kombinasi dari bengkok dan penyempitan poros dapat menyebabkan ketidakstabilan penis bahkan ketika ereksi berada di titik maksimum, sehingga menyebabkan penis melengkung.
  • Nyeri penis. Beberapa pria mungkin akan menghindari ereksi karena rasa nyeri yang dapat ditimbulkannya.
  • Perubahan fisik di dalam penis. Plak dapat merusak jaringan ereksi dalam penis dan mencegahnya untuk berfungsi dengan baik. Ereksi mungkin tidak akan terjadi atau penis tidak dapat mengeras dengan adanya plak.

5. Stres dan gangguan kecemasan

Selain secara fisik, tanda dan gejala penyakit Peyronie juga bisa Anda lihat dari faktor yang memengaruhi kondisi psikologis, seperti stres dan gangguan kecemasan. Hal ini juga biasanya berhubungan dengan munculnya gejala disfungsi ereksi atau impotensi yang dapat Anda alami.

Kondisi dan kinerja penis dalam hubungan seksual yang pria khawatirkan tidak dapat memuaskan pasangan tentu menimbulkan rasa takut tersendiri. Terlebih kondisi ini juga dapat mencegah seorang pria mendapatkan atau mempertahankan ereksinya.

Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya lebih dekat dan jaga komunikasi dengan pasangan. Jelaskan kondisi yang Anda alami atau konsultasi dengan dokter maupun tenaga ahli psikologis untuk mendapatkan solusi terbaik.

Apakah penyakit Peyronie dapat diobati?

konsultasi dokter bersama pasangan

Penyakit ini dapat diobati, tapi bisa dibiarkan sembuh sendiri. Gejala penyakit Peyronie bisa membaik seiring waktu. Dokter sering menyarankan untuk menunggu 1-2 tahun atau lebih sebelum penyakit ini diberi pengobatan. Selain itu, rasa sakit ringan yang tidak mengganggu kehidupan seks mungkin tidak diberi pengobatan sama sekali.

Jika Anda membutuhkan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa tindakan medis, seperti pemberian obat-obatan, suntikan, hingga tindakan operasi.

  • Pertama kali dokter umumnya akan meresepkan obat-obatan minum, seperti pentoxifylline, tamoxifen, colchicine, carnitine, vitamin E, atau potassium para-aminobenzoate (Potaba).
  • Setelah pengobatan oral kurang memberikan efek pemulihan, Anda mungkin mendapatkan suntikan verapamil, interferon alpha-2b, steroid, atau kolagenase (Xiaflex) ke dalam jaringan parut penis.
  • Prosedur terakhir, dokter akan mempertimbangkan operasi untuk memperbaiki kondisi Peyronie’s disease, seperti menjahit corpora yang berkerut, memotong plak dan menambalnya, atau menaruh corpora buatan (implan penis).

Berbagai prosedur di atas biasanya hanya akan dokter lakukan untuk pria yang tidak bisa berhubungan seks sama sekali karena penyakit Peyronie. Maka dari itu, sebaiknya pastikan dulu kondisi yang dialami bersama dokter Anda untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peyronie’s Disease: Symptoms, Diagnosis & Treatment – Urology Care Foundation. Urologyhealth.org. (2020). Retrieved 16 February 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/p/peyronies-disease.

Peyronie’s Disease. WebMD. (2019). Retrieved 16 February 2021, from https://www.webmd.com/men/peyronies-disease#1.

Do I have Peyronie’s disease? – Association of Peyronie’s Disease Advocates. Peyroniesassociation.org. (2016). Retrieved 16 February 2021, from http://www.peyroniesassociation.org/what-is-peyronies/do-i-have-peyronies/.

7 Symptoms of Peyronie’s Disease, Causes, Treatment, and Cure. MedicineNet. (2019). Retrieved 16 February 2021, from https://www.medicinenet.com/peyronies_disease_curvature_of_the_penis/article.htm.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x