home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penis Kurang Keras Meski Sudah Ereksi? Kondisi Ini Penyebabnya

Penis Kurang Keras Meski Sudah Ereksi? Kondisi Ini Penyebabnya

Ereksi penis yang normal merupakan hasil dari interaksi kompleks antara mental, sistem pusat perifer saraf, hormon, pembuluh darah, dan otot polos. Ereksi tidak keras terkadang terjadi karena faktor kesehatan fisik maupun psikologis.

Dalam hal ini, pikiran dan perasaan pria bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan pria untuk terangsang, mempertahankan ereksi, termasuk kondisi ereksi penis kurang keras atau terasa lembek.

Kondisi yang menyebabkan penis ereksi tidak keras

Salah satu hal yang perlu pria lakukan untuk berhubungan seks adalah ereksi penis. Penis yang yang kurang keras dan terasa lembek bukan hanya memengaruhi pria, tetapi juga respons pasangan wanitanya. Maka dari itu, Anda perlu tahu penyebab penis tidak keras saat berhubungan seksual yang bisa terjadi akibat beberapa hal tertentu seperti di bawah ini.

1. Tubuh kekurangan vitamin D

vitamin D obat asma untuk mencegah asma

Sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa kadar vitamin D dalam tubuh pria dengan impotensi atau ereksi penis tidak keras lebih rendah dibanding pria normal. Kandungan vitamin D memiliki peranan penting dalam tubuh pria untuk memperlancar peredaran darah.

Peredaran darah tubuh pria yang kekurangan vitamin D kemungkinan kurang lancar, termasuk menuju ke penis saat hendak ereksi. Maka, penting untuk memperoleh sumber vitamin D dengan berjemur di bawah hangat sinar matahari pagi. Kandungan vitamin D juga terkandung pada sereal oatmeal, roti, telur, dan daging salmon.

2. Kurang minum kopi

Melalui sebuah artikel terbitan University of Texas Health Science Center, para peneliti menunjukkan bahwa sekitar 42% pria yang minum kopi kurang lebih dua gelas per hari lebih kecil kemungkinannya memiliki ereksi tidak normal.

Dalam dua gelas kopi terkandung setidaknya 85 hingga 170 miligram kafein. Kafein bisa membantu merilekskan pembuluh darah dan otot dalam penis, sehingga membantu meningkatkan aliran darah saat tubuh memperoleh rangsangan seksual. Walaupun begitu, temuan ini membutuhkan studi lebih lanjut untuk menguji efektivitas kafein dalam menangani gangguan seksual pria ini.

3. Menderita penyakit yang memicu impotensi

Disfungsi ereksi atau impotensi umumnya menjadi masalah seksual pada pria sehingga ereksi penis tidak keras. Kondisi ini bisa dipicu oleh penyakit lain, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke yang dapat mematahkan kejantanan pria.

Kadar glukosa dalam tubuh yang tinggi pada penderita diabetes dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan saraf. Kondisi ini bisa memengaruhi sensasi penis saat melakukan hubungan seksual, sehingga kondisi ereksi menjadi tidak maksimal.

Penyakit jantung yang terjadi akibat peredaran darah terhambat juga bisa menyebabkan darah tidak mampu mencapai area penis secara maksimal. Penyebab kondisi ini juga bisa terjadi karena efek samping obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

4. Sedang tidak mood

mengembalikan hasrat seks

Penis dan pikiran pria pada dasarnya saling terhubung dan memiliki perasaan yang sama. Ereksi penis yang tidak keras bisa disebabkan oleh kondisi mood yang tidak sesuai. Contohnya, saat seorang pria sedang mengalami depresi, stres, atau gangguan kecemasan maka kondisi ini bisa terjadi.

Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda jujur dan terbuka terhadap pasangan. Komunikasikan perasaan Anda yang menghambat ereksi tidak berjalan dengan normal. Mintalah pengertian hingga perasaan bisa Anda kendalikan kembali, sehingga Anda bisa lagi memulai usaha agar ereksi berjalan normal.

5. Tidak berhubungan seks rutin

Sebuah studi dari The American Journal of Medicine menyimpulkan semakin rutin berhubungan seks, mampu menurunkan risiko seorang pria menderita disfungsi ereksi. Studi ini menemukan pria berusia 55 hingga 75 tahun yang melakukan hubungan seks kurang dari sekali seminggu dua kali lebih mungkin mengalami impotensi daripada pria yang melakukan hubungan seks setidaknya sekali per minggu.

Walaupun begitu, solusi untuk masalah yang mengarah ke impotensi tidak sesederhana melakukan hubungan seks rutin. Masalah seksual bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sosial, emosional, dan fisik seseorang. Penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lantas, bagaimana cara mengatasi ereksi penis yang kurang keras?

Ereksi tidak keras tak selalu berarti Anda sedang mengalami impotensi. Ada faktor jangka panjang dan jangka pendek yang bisa menyebabkan kondisi ini bisa Anda alami. Apabila sampai mengganggu kualitas hubungan seksual Anda, tidak perlu malu konsultasi ke dokter yang kompeten dalam menangani masalah seksual.

Selain itu, Anda juga sebaiknya tidak membeli atau minum berbagai obat kuat yang dijual di pasaran tanpa resep dokter. Hindari pula sembarang meminum obat kuat alami yang belum teruji secara klinis klaim kebenarannya, karena Anda tidak akan tahu risiko ke depannya.

Untuk mendapatkan ereksi kuat dan tahan lama, Anda bisa melakukan olahraga yang jadi salah satu cara untuk menunjang kebugaran tubuh agar ereksi normal kembali. Menjaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga juga bisa Anda lakukan. Hindari pula alkohol dan rokok yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi permanen.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Smith, B. (2017). Why you can’t get a hard on?. Muscle & Fitness. Retrieved 9 February 2017, from https://www.muscleandfitness.com/women/sex-tips/why-you-cant-get-hard/ 

Lammersen, R. (2017). 7 Possible Reasons Why He Can’t Get Hard. HuffPost. Retrieved 9 February 2017, from https://www.huffpost.com/entry/7-possible-reasons-why-he_b_9064738

Boynton, P. (2014). ‘I want to have sex with my man, but he can’t keep an erection. Help!’. The Telegraph. Retrieved 9 February 2017, from https://www.telegraph.co.uk/women/sex/i-want-to-have-sex-with-my-man-but-he-cant-keep-an-erection-help/

Iliades, C., & Bass III, P. (2011). Can Regular Sex Prevent Erectile Dysfunction? – Erectile Dysfunction Center. Everyday Health. Retrieved 8 July 2021, from https://www.everydayhealth.com/erectile-dysfunction/can-regular-sex-prevent-erectile-dysfunction.aspx

University of Texas Health Science Center at Houston. (2015). Caffeine intake associated with reduced levels of erectile dysfunction. ScienceDaily. Retrieved July 6, 2021 from www.sciencedaily.com/releases/2015/05/150520082621.htm 

Barassi, A., Pezzilli, R., Colpi, G. M., Corsi Romanelli, M. M., & Melzi d’Eril, G. V. (2014). Vitamin D and Erectile Dysfunction. The Journal of Sexual Medicine, 11(11), 2792–2800. https://doi.org/10.1111/jsm.12661 

Koskimäki, J., Shiri, R., Tammela, T., Häkkinen, J., Hakama, M., & Auvinen, A. (2008). Regular Intercourse Protects Against Erectile Dysfunction: Tampere Aging Male Urologic Study. The American Journal Of Medicine, 121(7), 592-596. https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2008.02.042

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 23/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Satya Setiadi
x