home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ereksi Penis, Seperti Apa Kondisi yang Normal dan Sehat?

Ereksi Penis, Seperti Apa Kondisi yang Normal dan Sehat?

Penis yang sehat akan menghasilkan ereksi normal jika mendapat rangsangan. Rangsangan yang dimaksud adalah rangsangan motorik serta rangsangan non-motorik.

Rangsangan motorik yang dimaksud berupa sentuhan, masturbasi, ciuman, bisa juga dengan pelukan. Sedangkan yang non-motorik adalah rangsangan yang didapatkan ketika pria berfantasi atau melihat sesuatu yang dapat menaikkan birahi seksualnya.

Bagaimana jika setelah menerima rangsangan tapi penis tidak bereaksi? Bisa jadi, penis Anda mengalami disfungsi ereksi (impotensi) atau kondisi penyakit lainnya.

Mengenal proses ereksi pada penis

Ereksi adalah keadaan ketika penis terisi penuh dengan darah sehingga membesar, menjadi kaku, dan terasa keras. Penis ereksi dapat dipengaruhi berbagai rangsangan pada indra penglihatan, penciuman, pendengaran, hingga sentuhan dan hal-hal yang Anda pikirkan.

Secara mudah, proses penis ereksi baik saat mendapat rangsangan atau berhubungan intim dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

  • Ereksi dimulai dengan berbagai rangsangan yang meningkatkan gairah seksual. Otak kemudian mengirim sinyal melalui sistem saraf yang merelaksasi corpora cavernosa, sehingga darah dapat mengalir dan mengisi ruang kosong di dalamnya. Aliran darah juga menimbulkan tekanan dalam corpora cavernosa, sehingga membuat penis membesar dan keras, sehingga menimbulkan ereksi.
  • Tunica albuginea, membran yang menyelimuti corpora cavernosa, membantu menjebak darah di dalam ruang yang telah terisi untuk mempertahankan ereksi. Kondisi ini akan terhenti saat otot kembali ke keadaan semula dan aliran darah kembali dari dalam ruang corpora cavernosa.

Bagaimana kondisi penis ereksi dikatakan normal?

Ereksi penis secara normal ditandai dengan kondisi penis yang membesar lalu mengeras. Namun, seberapa keras penis ketika ereksi biasanya jarang diperhatikan. Jika timbul gangguan atau terjadi disfungsi ereksi, maka kondisi keras atau tidak dan seberapa lama menjadi sangat penting artinya.

Adapun beberapa tanda dari penis yang bisa mendapatkan ereksi yang normal, penuh, dan keras adalah sebagai berikut.

1. Penis akan membesar dan terasa keras

Anatomi penis terbentuk oleh ruang-ruang yang akan membesar ketika terisi oleh darah. Ruang-ruang darah yang berada di dalam batang penis (corpus) dalam istilah medis dikenal sebagai corpora cavernosa.

Ketika Anda meregangkan penis, itu berarti Anda meregangkan seluruh bagian dari penis Anda sehingga corpora cavernosa akan mudah terisi oleh darah.

Aliran darah tersebut selanjutnya akan menimbulkan tekanan, sehingga penis membesar dan terasa keras.

Sementara itu kondisi penis kurang keras meski sudah ereksi, dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti adanya faktor risiko impotensi, sedang tidak mood, atau kekurangan asupan nutrisi tertentu.

2. Tidak bisa ditekuk

Ereksi yang penuh menyebabkan penis berdiri tegak ke depan atau ke atas dengan seluruh permukaan menjadi keras, seperti tongkat atau batang yang tidak bisa dibengkokkan. Kondisi ini normal terjadi walaupun tidak ada struktur tulang di dalamnya.

3. Ereksi setiap pagi

Semua pria dengan kondisi penis normal dan tidak mengalami disfungsi ereksi akan mengalami ereksi selama tidur dan biasanya umum terjadi antara 3-5 kali. Meski dalam beberapa tahun belakangan ada beberapa teori yang menjelaskan tentang kondisi ereksi di pagi hari, tapi apa yang menjadi penyebabnya masih tetap belum jelas.

Ereksi di pagi hari merupakan pertanda bahwa hormon testosteron atau hormon seks pria yang dikeluarkan di malam hari masih tersisa di pagi hari. Jadi, tidak mengherankan apabila kondisi ini terjadi tanpa perlu didahului dengan rangsangan dan nafsu birahi atau lebih banyak disebut sebagai ereksi spontan.

4. Rata-rata bertahan 5 menit

Studi yang diterbitkan oleh The Journal of Sexual Medicine, menyimpulkan bahwa rata-rata ereksi pria dalam keadaan normal berlangsung sekitar 5,4 menit (5 menit 24 detik).

Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan survei terhadap 500 pasangan dari 5 negara, di mana responden pria diminta menghitung durasi penis ereksi saat berhubungan seksual dari awal penetrasi hingga sukses ejakulasi dengan menggunakan stopwatch.

Hasilnya, dari total responden menunjukkan bahwa durasi ereksi paling singkat adalah 33 detik dan ereksi paling lama adalah 44 menit.

Adakah faktor lain yang mendukung ereksi?

Dari penjelasan yang sudah umum dibahas, salah satu faktor pendukung timbulnya ereksi adalah rangsangan yang menimbulkan gairah seksual.

Secara normal, penis juga akan membesar dan mengeras akibat faktor atau keadaan-keadaan tertentu yang dapat dibagi ke dalam tiga poin sebagai berikut.

  • Refleksogenik, rangsangan akibat sentuhan fisik atau rangsangan terhadap penis yang dapat terjadi saat berhubungan seksual atau masturbasi (onani).
  • Psikogenik, rangsangan yang terjadi saat memikirkan atau membayangkan sesuatu yang bersifat seksual, seperti saat membaca atau menonton sesuatu yang memancing imajinasi seks.
  • Nokturnal, proses ereksi secara spontan selama tidur atau saat bangun tidur.

Apa saja yang harus dilakukan agar ereksi penis sehat dan normal?

Anda bisa menjaga kondisi ereksi tetap sehat dan normal, sekaligus menghindari risiko disfungsi ereksi dengan beberapa langkah pencegahan, di antaranya:

  • Melakukan medical check-up rutin untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk menangani kondisi diabetes, penyakit jantung, dan pembuluh darah yang berpengaruh pada ereksi.
  • Beristirahat dengan tidur cukup selama kurang lebih 8 jam per hari, kelelahan memicu penis tidak berfungsi maksimal.
  • Mengatur pola hidup sehat dengan asupan nutrisi makanan untuk ereksi lebih lama, seperti nasi merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan salmon.
  • Hindari jenis makanan yang bikin sulit ereksi, seperti makanan dan minuman kemasan, mengandung kolesterol, dan lemak tinggi.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran, pasalnya badan yang bugar akan berdampak pada ereksi yang sehat.
  • Hindari alkohol dan rokok yang akan meningkatkan risiko impotensi dan gangguan ereksi lainnya.
  • Menjaga komunikasi dan hubungan bersama pasangan, kurangnya ikatan emosional dapat mengganggu psikologis hingga mengalami kesulitan ereksi.
  • Menjaga kesehatan mental dengan menghindari faktor penyebab stres, depresi, dan gangguan kecemasan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. 2017. The Penis (Human Anatomy): Diagram, Function, Conditions, And More. [online] Available at: <https://www.webmd.com/men/picture-of-the-penis> [Accessed 24 January 2017].

WebMD. 2017. How The Penis Works. [online] Available at: <https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/how-an-erection-occurs> [Accessed 24 January 2017].

Men’s Health. 2016. Why Do You Get Morning Wood? Believe It Or Not, There’s An Important Scientific Reason. [online] Available at: <https://www.menshealth.com/sex-women/a19548523/what-is-morning-wood/> [Accessed 24 January 2017].

Shield Jr., W., 2018. Definition Of Penis, Erection Of The. [online] MedicineNet. Available at: <https://www.medicinenet.com/penis_erection_of_the/definition.htm> [Accessed 20 January 2021].

Cleveland Clinic. 2020. Erection & Ejaculation: How Does It Work. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10036-erection-ejaculation-how-it-occurs> [Accessed 20 January 2021].

Mayo Clinic. 2020. Erectile Dysfunction – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776> [Accessed 20 January 2021].

Harvard Health. 2020. 5 Natural Ways To Overcome Erectile Dysfunction – Harvard Health. [online] Available at: <https://www.health.harvard.edu/mens-health/5-natural-ways-to-overcome-erectile-dysfunction> [Accessed 20 January 2021].

Goaskalice.columbia.edu. 2019. Can Erections Happen When You’re Not Sexually Aroused? | Go Ask Alice!. [online] Available at: <https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/can-erections-happen-when-youre-not-sexually-aroused> [Accessed 20 January 2021].

Waldinger, M. D., Quinn, P., Dilleen, M., Mundayat, R., Schweitzer, D. H., & Boolell, M. (2005). A multinational population survey of intravaginal ejaculation latency time. The journal of sexual medicine, 2(4), 492–497. https://doi.org/10.1111/j.1743-6109.2005.00070.x

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 29/01/2021
x