backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Penyakit Peyronie (Peyronie’s Disease)

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 17/01/2024

Penyakit Peyronie (Peyronie’s Disease)

Penis yang terlihat sedikit bengkok saat ereksi cenderung normal. Namun, bila pembengkokan cukup parah dan bahkan timbul rasa sakit luar biasa, ini bisa menandakan penyakit Peyronie.

Apa itu penyakit Peyronie?

Penyakit Peyronie (Peyronie’s disease) adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di dalam batang penis

Jaringan parut ini menumpuk dalam membran putih yang terdapat pada bagian atas atau dasar batang penis. Akibatnya, penis akan bengkok karena jaringan parut yang makin menebal.

Peyronie’s disease menyebabkan rasa sakit atau bahkan ketidakmampuan berhubungan intim. Namun, penyakit ini tidak menular dan menyebar melalui hubungan intim.

Selain itu, kelainan bentuk penis yang dialami pengidapnya berbeda dari kondisi penis bengkok yang biasa dialami oleh kebanyakan pria saat ereksi normal.

Munculnya jaringan parut pada batang penis akan menghambat ereksi, mengurangi rangsangan, dan menghalangi penetrasi selama berhubungan intim.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Sebuah studi yang dimuat dalam Translational Andrology and Urology (2016) menyebut bahwa penyakit Peyronie terjadi pada sekitar 0,3% hingga 13,1% pria di seluruh dunia.
Kondisi ini biasanya terjadi pada pria berusia 30 tahunan. Meskipun begitu, cedera penis yang dialami oleh atlet bisa meningkatkan risiko penyakit ini saat usia muda.

Tanda dan gejala penyakit Peyronie

Tanda dan gejala Peyronie’s disease mungkin muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum.

  • Kalus, yakni jaringan parut atau plak yang terbentuk di bawah kulit penis. Saat diraba, jaringan ini terasa seperti benjolan rata atau jaringan garis yang keras.
  • Penis bengkok ke atas, bawah, atau samping, tergantung lokasi tumbuhnya jaringan parut pada batang penis.
  • Masalah ereksi, misalnya disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Bentuk penis menjadi lebih pendek akibat pertumbuhan jaringan parut atau plak.
  • Penis sakit saat ereksi atau berhubungan intim.
  • Penyebab penyakit Peyronie

    berapa lama penis ereksi

    Masih belum diketahui secara pasti penyebab penyakit Peyronie. Akan tetapi, sejumlah peneliti percaya bahwa penyakit ini disebabkan oleh cedera pada penis. 

    Cedera penis biasanya disebabkan oleh benturan berkali-kali, misalnya saat berhubungan intim atau berolahraga.

    Selama masa penyembuhan, jaringan parut bisa terbentuk di bawah kulit penis sehingga penis lama-kelamaan terlihat bengkok atau melengkung.

    Selain itu, beberapa ahli juga percaya bahwa Peyronie’s disease disebabkan oleh penyakit autoimun.

    Pada pengidap autoimun, sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel tubuh yang sehat, bukannya bakteri, virus, dan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

    Sistem imun terkadang juga bisa merusak jaringan sehat pada penis. Peradangan dan luka yang dialami penis merangsang pembentukan jaringan parut sehingga terjadilah penyakit Peyronie.

    Faktor risiko penyakit Peyronie

    Luka ringan pada penis memang tidak selalu menjadi penyebab utama dari Peyronie’s disease

    Dikutip dari Mayo Clinic, berikut sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan akumulasi jaringan parut selama proses penyembuhan penis.

    • Keturunan. Jika ayah atau saudara laki-laki Anda pernah mengalami penyakit Peyronie, Anda juga berisiko mengalami kondisi serupa.
    • Kelainan jaringan penghubung. Orang dengan kelainan jaringan penghubung berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.
    • Usia. Kelainan penis ini biasanya terjadi pada pria usia 50–60 tahun karena jaringan parut bisa terbentuk akibat dari proses penyembuhan yang berlangsung lebih lama.

    Faktor lain yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit Peyronie yaitu kondisi kesehatan, kebiasaan merokok, dan riwayat operasi prostat.

    Diagnosis penyakit Peyronie

    Dokter akan mendiagnosis penyebab penyakit Peyronie dengan beberapa tes kesehatan berikut ini.

    • Pemeriksaan fisik dalam kondisi penis tidak ereksi untuk menentukan lokasi dan jumlah jaringan parut.
    • Memeriksa kondisi penis saat ereksi, selanjutnya menentukan tingkat pembengkokan penis, lokasi jaringan parut, atau detail lainnya.
    • Tes pencitraan, misalnya ultrasound (USG) pada penis saat ereksi untuk melihat keberadaan jaringan parut, kondisi aliran darah menuju penis, dan kelainan lainnya.

    Pengobatan penyakit Peyronie

    Dokter hanya akan mengawasi perkembangan kondisi Anda bila pembengkokan penis tidak terlalu berbahaya, penis masih bisa ereksi normal, dan Anda hanya merasakan sedikit nyeri selama ereksi.

    Namun, bila gejala makin memburuk, dokter akan menyarankan pengobatan penyakit Peyronie dengan beberapa prosedur seperti berikut ini.

    1. Obat-obatan

    Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengurangi pembengkokan, ukuran jaringan parut, dan peradangan pada batang penis Anda. 

    Obat-obatan ini bisa diminum atau disuntikkan langsung pada jaringan parut yang terbentuk di dalam penis.

    Beberapa obat minum yang membantu menghambat perkembangan penyakit Peyronie supaya tidak makin parah yaitu:

    Kombinasi obat suntik dan terapi traksi untuk meregangkan penis dinilai lebih efektif dan cepat mengatasi Peyronie’s disease. Beberapa jenis obat yang dapat digunakan meliputi:

    • collagenase,
    • verapamil, dan
    • interferon alpha 2b.

    2. Operasi

    operasi peyronie

    Prosedur operasi dapat dilakukan jika pembengkokan pada penis sudah cukup parah, terutama bila Anda merasa tidak nyaman atau tidak mampu berhubungan intim secara normal. 

    Sebagai tambahan, operasi untuk penyakit Peyronie tidak dianjurkan sampai penis benar-benar dalam kondisi stabil dan tidak mengalami pembengkokan lebih lanjut. 

    Tiga macam prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi ini adalah sebagai berikut.

    • Menghilangkan atau memotong jaringan parut, selanjutnya menempelkan jaringan kulit untuk meluruskan penis.
    • Menjahit bagian penis yang berlawanan dengan jaringan parut untuk meluruskan penis, tetapi risiko efek sampingnya adalah penis menjadi sedikit lebih pendek.
    • Menanamkan implan penis, yaitu perangkat yang ditempatkan pada batang penis untuk membantu meluruskan penis.

    3. Tindakan medis lainnya

    Ada pula beberapa terapi yang dapat membantu mengatasi Peyronie’s disease. Berikut di antaranya.

    • Ionisasi menggunakan aliran listrik dengan arus kecil sambil memberikan suntikan verapamil dan dexamethasone ke dalam kulit penis.
    • Terapi gelombang kejut atau shockwave therapy menggunakan gelombang suara intensitas tinggi untuk memecah jaringan parut dalam penis.
    • Perangkat traksi penis atau vakum penis untuk meluruskan kembali penis.

    Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mengatasi penyakit Peyronie secara alami.

    Caranya adalah dengan berolahraga secara rutin, memakai protective cup untuk melindungi penis, berhenti merokok dan minum alkohol, serta berhubungan intim dengan hati-hati.

    Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik dari masalah Anda.

    Kesimpulan

    • Penyakit Peyronie (Peyronie’s disease) adalah kondisi penis bengkok akibat pembentukan jaringan parut di dalam batang penis. 
    • Kondisi ini bisa menyebabkan kelainan bentuk penis, timbulnya rasa sakit, dan masalah pada kemampuan ereksi penis.
    • Faktor risiko dari gangguan penis ini meliputi cedera penis, faktor generik, merokok, usia, kondisi kesehatan, hingga riwayat operasi prostat.
    • Penanganan Peyronie’s disease mencakup pemberian obat-obatan, operasi, dan tindakan medis lain menurut tingkat keparahannya.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 17/01/2024

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan