Bronkiektasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu bronkiektasis?

Bronkiektasis adalah kerusakan permanen pada saluran bronkial paru-paru dan membesar secara abnormal. Saluran udara yang rusak kemudian menjadi “rumah” bagi bakteri dan lendir untuk menumpuk dalam paru-paru.

Apabila bakteri dan lendir telanjur menyerang seluruh paru-paru, ujung-ujungnya bisa berakibat pada munculnya infeksi dan penyumbatan saluran pernapasan.

Paru-paru terdiri atas saluran udara bercabang kecil yang dikenal dengan sebutan bronkus. Oksigen berjalan melalui saluran udara ini dan berakhir di kantong kecil yang disebut alveoli. Dari sana, oksigen kemudian akan diserap ke dalam darah. 

Dinding bagian dalam bronkus dilapisi dengan lendir lengket yang berfungsi melindungi dinding saluran pernapasan dari partikel asing dan kuman

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, pada bronkiektasis, satu atau lebih saluran bronkus melebar secara tidak normal. Artinya, lebih banyak lendir daripada yang biasanya. Hal ini membuat bronkus lebih rentan terhadap infeksi. 

Jika ditambah dengan adanya infeksi, ada kemungkinan bronkus mungkin rusak lagi, dan menyebabkan lendir bertambah banyak. Akibatnya, risiko infeksi akan semakin meningkat. 

Seiring dengan berjalannya waktu, siklus infeksi berulang ini secara bertahap dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru.

Bronkiektasis dapat diobati, tapi kerusakan yang sudah terjadi tidak dapat disembuhkan. Anda tetap dapat menjalani hidup yang normal dengan perawatan yang tepat. Kondisi ini mungkin saja dapat kambuh suatu hari dan harus segera diatasi agar asupan oksigen tidak terputus ke seluruh tubuh.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Umumnya, lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria. Bronkiektasis dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun. Penyakit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bronkiektasis?

Dikutip dari American Lung Association, gejala-gejala yang umum muncul apabila Anda terserang bronkiektasis adalah:

  • Batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau setiap hari
  • Sesak napas yang memburuk selama gejala kambuh
  • Merasa kelelahan, terutama saat gejala kambuh
  • Demam dan/atau menggigil, biasanya muncul saat gejala kambuh
  • Napas tersengal atau mengi selama gejala kambuh
  • Batuk darah atau lendir yang bercampur darah (hemoptisis)
  • Nyeri dada
  • Kulit yang membiru
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Penebalan kulit di bawah kuku dan kaki

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Jangan menyamakan keadaan Anda dengan orang lain hanya karena gejala yang timbul sama. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa saja penyebab bronkiektasis?

Penyebab bronkiektasis adalah infeksi atau kondisi medis, seperti pneumonia atau cystic fibrosis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cedera atau perubahan permanen pada saluran udara (bronkus).

Pneumonia dan cystic fibrosis menyebabkan produksi lendir paru yang berlebihan—rumah ideal bagi virus dan bakteri penyebab infeksi untuk berkembang biak. Cystic fibrosis di paru-paru juga akan menyebabkan infeksi yang berulang-ulang.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Infeksi pada paru-paru. Kondisi ini merupakan penyebab utama dari bronkiektasis, meliputi infeksi virus seperti flu dan infeksi bakteri seperti staph atau tuberkulosis.
  • Menghirup objek asing atau makanan
  • Humoral immunodeficiency (kadar protein yang melawan infeksi rendah pada darah)
  • Penyakit iritasi usus (penyakit Crohn’s dan kolitis ulseratif)
  • Penyakit rheumatologis (rheumatoid arthritis dan Sjögren’s disease)
  • Alpha1-antitrypsin deficiency (penyebab PPOK pada genetik beberapa orang)
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi HIV
  • Menghirup asam lambung
  • Asam lambung
  • Allergic bronchopulmonary aspergillosis (sejenis alergi peradangan paru-paru)

Faktor risiko

Apa saja yang membuat saya berisiko terkena bronkiektasis?

Ada beberapa faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena kondisi ini, yaitu:

  • Tidak adanya atau disfungsi protein CFTR pada sel bronkial pada orang cystic fibrosis (CF)
  • Memiliki penyakit sistemik yang terkait dengan bronkiektasis seperti yang telah disebutkan di atas
  • Infeksi paru kronis atau parah (seperti tuberkulosis) yang merusak saluran pernapasan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi karena bronkiektasis?

Pada beberapa kasus, bronkiektasis dapat menyebabkan komplikasi yang disebut hemoptisis masif. Hemoptisis masif adalah kondisi batuk darah dalam jumlah besar. Gejala hemoptisis masif meliputi:

  • Batuk lebih dari 100 ml darah (setara dengan sepertiga minuman kaleng) dalam waktu 24 jam
  • Kesulitan bernapas karena darah yang menghalangi saluran udara
  • Merasa pusing, kulit dingin, dan berkeringat.

Hemoptisis masif termasuk kondisi gawat darurat. Segera hubungi ambulans atau pergi ke IGD ke rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejalanya.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Diagnosis bronkiektasis melibatkan pemeriksaan fisik dan tes darah lengkap untuk mencari tahu adanya infeksi dalam tubuh. Dokter juga akan mendengarkan paru-paru Anda untuk memeriksa apakah ada bunyi abnormal yang mungkin menandakan adanya penyumbatan saluran napas.

Tes lainnya yang dilakukan adalah:

  • Tes dahak, untuk memeriksa apakah ada virus, jamur, atau bakteri dalam sampel dahak.
  • X-ray dada atau CT scan untuk melihat kondisi paru-paru Anda.
  • Tes fungsi paru untuk mengetahui seberapa baik udara yang mengalir ke paru-paru.
  • Tes darah GuantilFERON (IGRA) atau tes Mantoux untuk memeriksa ada tidaknya infeksi tuberkulosis.
  • Tes keringat untuk mendeteksi cystic fibrosis.

Bagaimana cara mengobati bronkiektasis?

Bronkiektasis adalah kondisi kronis yang tidak ada obat penyembuhnya, tapi gejalanya bisa dikendalikan dengan sejumlah perawatan seperti fisioterapi dan obat-obatan. Pemberian antibiotik dan obat-obatan untuk mengencerkan dahak juga bisa diberikan dalam rangkaian pengobatan bronkiektasis.

Dengan menjalani pengobatan, Anda bisa menjalani hari seperti biasa.

Beberapa pengobatan yang umum digunakan untuk membantu mengatasi kondisi ini, antara lain:

1. Antibiotik

Antibiotik umum diresepkan untuk mengatasi bronkiektasis, guna mematikan bakteri yang sering kali menginfeksi bronkus.

2. Macrolides

Macrolides adalah sejenis antibiotik yang tidak hanya membunuh jenis bakteri tertentu, tapi juga mengurangi peradangan bronkus.

3. Obat pengencer dahak

Obat-obatan ini diberikan melalui nebulizer, yang dicampurkan dengan hypertonic saline solution sehingga menjadi partikel kecil dan dihirup ke dalam paru-paru. Obat diberikan melalui nebulizer membantu mengencerkan lendir pada bronkus agar dapat lebih mudah dikeluarkan.

4. Perangkat pengencer lendir

Perangkat ini memiliki kemampuan untuk mengeluarkan lendir. Beberapa alat ini membantu pasien mengembuskan udara ke perangkat yang menyebabkan udara menyebar pada bronkus, yang membantu menghancurkan lendir.

Perangkat lain mudah dikenakan dan mengguncang dada untuk membantu mengencerkan lendir. Bicarakan dengan dokter apakah alat tersebut tepat untuk Anda.

Selain itu, pilihan perawatan di bawah ini juga mungkin bisa mengatasi kondisi tersebut:

  • Terapi oksigen
  • Rawat inap untuk ekskerbasi (perburukan gejala) parah
  • Operasi
  • Terapi kortikosteroid
  • Suplemen makanan

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, operasi biasanya dilakukan untuk kasus bronkiektasis langka ketika pengobatan lain tak berhasil.

Hidup dengan bronkiektasis bisa membuat stres atau frustrasi, tetapi kebanyakan orang dengan kondisi ini memiliki harapan hidup yang normal. Namun, pada orang yang memiliki gejala sangat parah, bronkiektasis bisa berakibat fatal jika paru-paru berhenti berfungsi.

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah atau mengatasi bronkiektasis?

Agar tak sampai memiliki bronkiektasis, sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi dan kerusakan di paru.

Lakukan vaksin saat anak-anak untuk campak dan batuk rejan guna mencegah infeksi yang terkait dengan penyakit paru-paru. Menghindari asap beracun, gas, serta zat berbahaya lainnya yang juga bisa merusak paru-paru.

Jika saat anak-anak mengalami infeksi paru-paru, pengobatan infeksi harus tepat dan diselesaikan dengan tuntas untuk menjaga fungsi paru-parunya dan mencegah kerusakan paru di kemudian hari

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu mencegah atau menangani bronkiektasis:

  • Lakukan pengobatan sedini mungkin
  • Saat Anda keluar, hindari udara berpolusi dan lindungi paru-paru dari asap kimia
  • Berhenti merokok penting untuk kesehatan paru-paru Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Maternal Pneumonia, Lebih dari Sekadar Batuk-Batuk Saat Hamil

Jika Anda belakangan sering batuk saat hamil, jangan langsung sepelekan. Apabila disertai sesak napas yang parah, bisa jadi ini tanda infeksi pneumonia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Hemothorax, Kondisi Sulit Bernapas Akibat Ada Darah di Rongga Paru

Hemotoraks (hemothorax) adalah menumpuknya darah di dalam rongga paru. Kondisi ini bisa membuat Anda sesak napas karena darah terus menekan paru.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 September 2018 . Waktu baca 6 menit

Perlukah Dirawat di Rumah Sakit Saat Menjalani Pengobatan Pneumonia?

Umumnya, pneumonia sembuh dalam waktu 2-3 minggu. Namun, apakah pengobatan pneumonia bisa dilakukan di rumah? Apa saja obat yang biasanya diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 9 Maret 2018 . Waktu baca 7 menit

10 Penyebab Dada Terasa Sesak Saat Tidak Sedang Berolahraga

Ketika dada terasa sesak padahal tidak sedang beraktivitas, Anda mungkin curiga ini serangan jantung. Tapi tak semua nyeri dada disebabkan serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 April 2017 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek coronavirus covid-19

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit
paru pasien coronaviru COVID-19

Gambaran Kondisi Paru-paru Pasien Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit silikosis adalah

Silikosis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Desember 2018 . Waktu baca 6 menit
bisinosis byssinosis

Bisinosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit