backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebab Bronkiektasis

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Shylma Na'imah · Tanggal diperbarui 27/04/2021

6 Kondisi yang Bisa Menjadi Penyebab Bronkiektasis

Sudah tahukah Anda mengenai penyakit bronkiektasis? Bronkiektasis ditandai dengan kerusakan dan pelebaran pada saluran bronkus di dalam paru-paru. Kira-kira, apa yang menjadi penyebab bronkiektasis, ya? Dengan mengetahui apa kondisi-kondisi medis yang melatarbelakanginya, tindakan pengobatan yang diambil diharapkan bisa lebih efektif. Yuk, simak apa saja penyebab bronkiektasis melalui ulasan berikut ini!

Berbagai penyebab bronkiektasis

fibrosis paru

Seperti yang telah disebutkan di atas, bronkiektasis adalah kondisi ketika bronkus atau saluran pernapasan di paru-paru mengalami pelebaran dan kerusakan permanen.

Ketika Anda bernapas, udara masuk ke paru-paru melalui saluran yang disebut dengan bronkus.

Normalnya, bronkus akan menyaring debu, bakteri, serta partikel asing lainnya dari udara yang masuk.

Penyaringan ini dilakukan dengan bantuan mukosa alias lendir yang terdapat di bronkus.

Nah, pada paru-paru yang terkena bronkiektasis, bagian dalam bronkus mengalami peradangan dan pelebaran yang meninggalkan luka.

Akibatnya, bronkus tidak dapat membersihkan lendir dengan baik.

Lendir akan menumpuk dan memicu gejala-gejala bronkiektasis, mulai dari batuk berdahak hingga kesulitan bernapas.

Seiring dengan berjalannya waktu, bronkiektasis yang semakin parah akan menyebabkan infeksi paru yang berulang.

Alhasil, lama-lama fungsi paru-paru dapat menurun sehingga menimbulkan gangguan kesehatan.

Bronkiektasis sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai hal. Namun memang, sebanyak 40% kasus belum diketahui penyebab pastinya.

Kondisi ini biasanya disebut dengan bronkiektasis idiopatik.

Meski demikian, ada beberapa kondisi kesehatan yang diduga sebagai penyebab bronkiektasis, yaitu:

1. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik (cystic fibrosis) adalah kelainan yang menyebabkan lendir atau mukosa pada paru-paru menjadi lebih kental dan lengket.

Hal ini menyebabkan saluran bronkus tersumbat sehingga paru-paru tidak dapat menjadi tempat masuk dan keluarnya udara secara maksimal.

Fibrosis kistik bisa dikatakan adalah salah satu penyebab utama bronkiektasis.

2. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Kondisi kesehatan lainnya yang juga berkaitan dengan bronkiektasis adalah penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK.

PPOK adalah peradangan kronis pada paru-paru yang menyebabkan aliran udara dari dan menuju paru-paru terhalang.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh paparan gas atau zat kimia berbahaya dalam jangka panjang, seperti rokok.

Orang yang mengidap PPOK lebih mudah mengalami infeksi pernapasan lain, seperti influenza dan pneumonia.

Dengan adanya bronkiektasis, kerusakan pada fungsi paru-paru seseorang bisa semakin parah.

3. Diskinesia silier primer

Kemungkinan penyebab lain dari bronkiektasis adalah primary ciliary dyskinesia atau diskinesia silier primer.

Penyakit langka ini ditandai dengan adanya gangguan pada silia atau jaringan kecil seperti rambut yang terdapat di paru-paru.

Fungsi silia adalah membantu membersihkan mukosa atau lendir dari paru-paru. Jika silia mengalami gangguan, otomatis lendir pada paru-paru tidak dapat terbuang dengan baik.

Silia yang tidak dapat berfungsi normal juga menyebabkan bakteri berkumpul di saluran pernapasan. Akibatnya, tubuh lebih mudah terserang infeksi.

mengalami penyakit autoimun

4. Kondisi bawaan lahir (kongenital)

Kelainan organ, terutama paru-paru, yang terjadi sejak lahir juga menjadi salah satu penyebab bronkiektasis.

Hal ini biasanya ditemukan pada bayi yang terlahir dengan paru-paru yang tidak terbentuk dengan sempurna.

Bukan hanya itu, penyakit tertentu seperti diskinesia silier primer juga lebih banyak terjadi akibat mutasi genetik sebelum bayi lahir.

5. Penyakit autoimun

Seseorang yang mengidap penyakit autoimun juga lebih rentan mengalami bronkiektasis.

Biasanya, penyakit autoimun yang berhubungan dengan kondisi ini adalah rheumatoid arthritis serta kolitis ulseratif (radang usus besar).

Di sisi lain, penyakit yang mengganggu sistem imun tubuh, seperti HIV dan diabetes, bisa membuat penderitanya lebih mudah terkena bronkiektasis.

6. Infeksi pernapasan berulang

Jika Anda sering mengalami infeksi pernapasan, terutama yang berlangsung cukup lama, Anda memiliki peluang lebih besar untuk terkena bronkiektasis.

Pasalnya, infeksi pernapasan yang terjadi secara berulang dapat memengaruhi fungsi serta kualitas paru-paru. Ini yang menyebabkan bronkiektasis bisa terjadi.

Beberapa penyakit infeksi pernapasan yang sering dikaitkan dengan bronkiektasis adalah:

  • pneumonia,
  • batuk rejan (pertussis),
  • tuberkulosis (TB), dan
  • infeksi jamur.
  • Itulah berbagai penyebab bronkiektasis yang sejauh ini ditemukan.

    Menurut situs American Lung Association, risiko seseorang untuk mengalami bronkiektasis bisa meningkat seiring bertambahnya usia.

    Nah, pada dasarnya, bronkiektasis adalah kondisi yang permanen dan tidak dapat disembuhkan.

    Namun, pasien masih bisa hidup dengan sehat dan normal selama mengikuti pengobatan bronkiektasis yang direkomendasikan dokter.

    Selain menjaga fungsi paru-paru, pengobatan juga bertujuan mencegah kondisi ini semakin parah di kemudian hari.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Shylma Na'imah · Tanggal diperbarui 27/04/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan