home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Disepelekan! Ini 5 Penyebab Pilek Menahun yang Tak Kunjung Sembuh

Jangan Disepelekan! Ini 5 Penyebab Pilek Menahun yang Tak Kunjung Sembuh

Melihat dari namanya, pilek menahun tampak sebagai gangguan kesehatan yang sudah berlangsung cukup lama. Ya, pada kenyataannya, pilek menahun adalah pilek yang tak kunjung sembuh selama berminggu-minggu, bulan, bahkan tahunan. Kondisi ini mungkin bukan pilek biasa, melainkan tanda atau gejala dari suatu penyakit. Kenapa kondisi ini bisa terjadi?

Apa penyebab pilek menahun?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pilek menahun, Anda perlu memahami dulu tentang pilek itu sendiri.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa pilek adalah infeksi virus pada hidung dan tenggorokan. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya.

Kebanyakan orang sembuh dari pilek dalam 7-10 hari. Namun, jika pilek bertahan lebih lama, itu mungkin gejala dari kondisi lain.

Berikut ini adalah berbagai penyebab pilek yang tak kunjung sembuh atau biasa disebut dengan pilek menahun:

1. Alergi

Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Pilek yang tak kunjung sembuh dapat muncul akibat alergi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda merespons zat asing yang tidak menimbulkan reaksi pada banyak orang.

Zat atau benda asing yang dimaksud antara lain adalah makanan, serbuk sari, serpihan kayu, atau bulu binatang.

Selain pilek, Anda mungkin juga mengalami gejala alergi lainnya, seperti:

Ketika alergi, tubuh Anda akan menunjukkan tanda-tanda tersebut tiap kali terpapar zat asing penyebab alergi. Alhasil, pilek seakan tak pernah sembuh.

2. Polip hidung

polip hidung

Penyebab pilek berkepanjangan yang Anda alami bisa dikarenakan polip hidung. Polip hidung adalah sebuah kondisi pembengkakan selaput hidung tanpa rasa sakit.

Polip hidung terkadang terasa seperti pilek. Bedanya, pilek biasanya hilang setelah beberapa hari, sedangkan polip hidung sulit membaik tanpa perawatan.

Selain mengalami pilek menahun akibat polip hidung, Anda mungkin juga merasa gejala lain yakni:

3. Sinusitis

bahaya sinusitis

Pada orang dewasa ataupun anak-anak, pilek biasa yang tidak kunjung sembuh dapat menyebabkan peradangan dan infeksi pada sinus (sinusitis).

Selain pilek, sinusitis biasanya juga menimbulkan tanda dan gejala berupa:

  • terdapat cairan kental kuning atau kehijauan dari hidung atau di bagian belakang tenggorokan,
  • hidung tersumbat,
  • nyeri di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi,
  • tekanan telinga,
  • sakit kepala,
  • sakit gigi,
  • indra penciuman berubah,
  • batuk,
  • bau mulut,
  • kelelahan, dan
  • demam.

Biasanya, sinusitis akut dapat sembuh dalam kurun waktu 7-10 hari. Namun, jika berlangsung lebih dari 12 minggu meski telah diobati, kondisi ini disebut sinusitis kronis.

4. Rinitis non-alergi

bedanya sinusitis dengan flu

Peradangan pada hidung tanpa adanya alergi juga bisa menjadi penyebab pilek menahun atau yang tak kunjung sembuh.

Pada rinitis non-alergi, peradangan biasanya disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah dan penumpukan cairan di jaringan hidung.

Selain pilek, rinitis non alergi juga dapat menyebabkan gejala, yaitu:

  • hidung tersumbat,
  • bersin, meskipun umumnya tidak separah pada rinitis alergi,
  • iritasi ringan atau ketidaknyamanan di dalam dan sekitar hidung Anda, dan
  • indra penciuman berkurang.

5. Pneumonia

sakit pneumonia, bisa dirawat di rumah atau harus opname?

Selain yang disebutkan sebelumnya, kondisi pilek yang berkepanjangan juga dapat mengarah ke infeksi lain, termasuk pneumonia atau peradangan pada paru-paru.

American Lung Association menyebutkan bahwa influenza, yang gejalanya termasuk pilek, merupakan penyebab umum pneumonia.

Ini khususnya terjadi pada anak kecil, orang tua, wanita hamil, atau orang dengan kondisi kesehatan kronis tertentu.

Selain pilek, pneumonia umumnya menunjukkan gejala berupa:

  • nyeri dada saat bernapas atau batuk,
  • perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas),
  • batuk berdahak,
  • kelelahan,
  • demam, berkeringat, dan menggigil,
  • suhu tubuh lebih rendah dari normal (pada orang dewasa yang lebih tua dari usia 65 dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah),
  • mual, muntah, atau diare, serta
  • sesak napas.

Kapan perlu ke dokter bila mengalami pilek menahun?

Pengobatan pilek menahun yang diberikan dokter tergantung pada penyebabnya. Untuk memastikan hal tersebut, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • pemeriksaan fisik,
  • pengecekan riwayat kesehatan, hingga
  • rontgen dada.

Selanjutnya, dokter baru dapat mengetahui penyebab serta pemberian obat yang tepat untuk mengatasi pilek menahun Anda.

Biasanya, pengobatan pilek bisa dilakukan dengan cara alami atau tanpa obat maupun pemberian obat-obatan.

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala, seperti:

  • demam dengan suhu di atas 38,5℃elcius,
  • napas pendek,
  • demam selama lebih dari lima hari,
  • sakit tenggorokan parah,
  • sinus, dan
  • sakit kepala.

Pilek menahun dapat diatasi segera setelah dokter melakukan diagnosis untuk memastikan kondisi yang Anda alami.

Ingatlah bahwa deteksi dini penyakit sangat menentukan perawatan yang tepat untuk kondisi Anda. Jadi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami pilek yang tak kunjung sembuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common cold – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605

Allergies – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497

Nasal polyps . (2017). Retrieved 31 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/nasal-polyps/

Acute sinusitis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351671

Non-allergic rhinitis . (2018). Retrieved 31 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/#

What Is The Connection Between Influenza and Pneumonia?. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/what-is-the-connection

What Is The Connection Between Influenza and Pneumonia?. (2021). Retrieved 31 March 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/what-is-the-connection

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 29/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x