Obat Pilek Ampuh yang Mudah Ditemukan di Apotek

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gejala pilek yang kadang bikin hidung tersumbat kadang meler hingga batuk berdahak dan bersin-bersin memang bikin repot. Bukan hanya bikin susah bernapas lega, pilek akhirnya membuat Anda tidak fokus beraktivitas karena harus bolak-balik buang ingus atau dahak. Untungnya, ada banyak cara menyembuhkan pilek. Salah satunya dengan obat yang bisa Anda beli di apotek jika sudah tak tahan. Apa saja obat pilek yang tersedia di apotek secara bebas?

Berbagai pilihan obat pilek dari dokter

Pilek sebenarnya bisa sembuh sendiri. Namun, sering kali gejala penyerta pilek, seperti sakit tenggorokan, batuk, bersin-bersin, sakit kepala, hidung meler ataupun tersumbat sangat mengganggu.

Selain itu, bisa saja pilek dan hidung tersumbat menjadi tanda-tanda dari adanya penyakit lain, seperti gejala flu atau penyakit pernapasan lainnya.

Nah, guna menyembuhkan berbagai gejala pilek, cara yang paling umum adalah dengan obat. Berikut berbagai pilihan obat pilek yang bisa Anda gunakan:

1. Cairan saline

cara pakai obat semprot hidung

Merasa tersiksa dengan ingus yang membuat Anda sulit bernapas lega? Pakai cairan saline atau obat semprot hidung mungkin bisa membantu.

Cairan saline adalah obat semprot atau tetes hidung yang mengandung larutan air garam. Cairan ini berfungsi untuk melembapkan dinding saluran pernapasan dan melunakkan ingus sehingga mencegah terbentuknya kerak di dalam hidung.

Anda bisa mendapatkan semprotan saline di apotek dan toko obat terdekat tanpa resep dokter. Cairan saline tidak mengandung bahan kimia tambahan, maka Anda bisa menggunakannya kapan saja sesuai kebutuhan. Akan tetapi, pastikan Anda selalu baca aturan pakai obat dengan teliti sebelum menggunakannya.

2. Antihistamin

obat pilek

Jika pilek yang Anda alami dipicu oleh alergi, Anda bisa minum obat antihistamin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat atau menghentikan aktivitas histamin dalam tubuh.

Namun, beberapa jenis antihistamin dapat menyebabkan efek samping mengantuk. Itu sebabnya, jika Anda baru saja atau hendak menggunakan obat ini, jangan dulu mengendarai kendaraan, mengoperasikan mesin berat, atau menggunakan benda tajam sampai efek sampingnya hilang. Jika memungkinkan, minum obat pilek ini menjelang waktu tidur agar Anda juga sekaligus mendapat waktu istirahat yang cukup.

Apabila Anda khawatir dengan efek samping obat antihistamin, jangan ragu untuk menanyakan ke apoteker atau ke dokter.

3. Obat pereda nyeri

mitos pilek

Obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen dapat digunakan untuk mengatasi sejumlah gejala pilek seperti deman dan sakit kepala. Kabar baiknya, dua obat pilek ini dijual secara bebas tanpa resep dokter. Anda bisa mendapatkannya di toko obat atau apotek terdekat.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa paracetamol hanya boleh diberikan untuk bayi usia tiga bulan ke atas, sementara ibuprofen hanya boleh diberikan pada bayi usia enam bulan ke atas. Selalu baca petunjuk pemakaian pada kemasan produk dengan teliti sebelum Anda menggunakan obat jenis apa pun.

4. Dekongestan

Cara menyembuhkan pilek lainnya adalah dengan minum obat dekongestan. Obat ini dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan mengurangi dahak sehingga Anda bisa bernapas lebih lega.

Dekongestan bekerja mengurangi produksi lendir dan meredakan saluran sinus yang bengkak. Terdapat berbagai jenis sediaan obat dekongestan yang dijual di apotek atau toko obat, antara lain sirup, semprotan hidung, hingga pil.

Meski efektif menyembuhkan pilek, Anda harus hati-hati ketika minum obat dekongestan. Obat dekongestan, seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Apabila Anda punya riwayat penyakit hipertensi, ada baiknya Anda berkunsultasi terlebih dahulu ke dokter.

5. Obat antivirus

obat paten

Pilek disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang hidung, telinga, dan tenggorokan. Terdapat lebih dari 200 jenis virus yang menyebabkan hidung Anda meler. Satu jenis virus yang paling sering menyebabkan pilek pada kebanyakan orang adalah rhinovirus.

Itu sebabnya, antivirus bisa menjadi salah satu solusi meski penyakit ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk mendapatkan obat antivirus, Anda harus mendapatkan resep dokter terlebih dulu. Gunakan obat antivirus sesuai dengan anjuran dokter. Jangan mengurangi, menambahkan, atau berhenti menggunakan obat ini sendiri secara sembarangan.

Satu hal yang penting untuk dipahami, antivirus berbeda dengan antibiotik. Selalu berhati-hati ketika akan minum obat antivirus atau antibiotik. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri. Artinya, antibiotik tidak akan ampuh untuk mengobati pilek.

Selain dengan obat-obatan di atas, Anda juga bisa mencoba cara menyembuhkan pilek dengan bahan alami yang ada di dapur rumah. Sejumlah bahan-bahan rumahan bahkan sudah dikenal lama sebagai obat pilek alami, seperti madu, jahe, serta air garam.

Bayi tidak boleh minum obat pilek

Sejumlah obat pilek yang sudah disebutkan di atas bisa Anda beli di toko obat atau apotek tanpa resep dokter. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua obat pilek di atas aman diminum oleh bayi. Terutama paracetamol yang bisa berbahaya bagi bayi di bawah usia 2 bulan.

Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu membaca dengan teliti aturan pakai setiap obat yang Anda gunakan. Minumlah obat sesuai petunjuk dosis yang tertera pada kemasan obat atau sesuai anjuran dokter.

Jangan melebihkan dosis yang sudah ditentukan, karena cara ini tidak akan menyembuhkan pilek lebih cepat. Sebaliknya, hal tersebut mungkin justru membuat gejala pilek yang Anda alami semakin parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gejala Pilek yang Perlu Anda Kenali Selain Hidung Mampet dan Ingusan

Selain bikin susah napas karena hidung mampet tersumbat ingus, ada gejala pilek lainnya yang mungkin tidak pernah Anda sadari. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Health Centers 30/06/2019 . Waktu baca 5 menit

7 Pilihan Obat Pilek untuk Anak yang Terbukti Aman dan Manjur

Pilek langganan bikin anak-anak rewel dan absen sekolah. Namun, tidak usah khawatir. Ada banyak pilihan obat pilek yang terbukti manjur buat anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 29/06/2019 . Waktu baca 7 menit

Mengulik Khasiat Bawang Putih untuk Mengobati Batuk dan Pilek

Selain untuk penyedap masakan, bawang putih ternyata sering digunakan sebagai obat untuk mengobati flu atau pilek. Namun, benarkah ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Flu, Health Centers 13/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Paratusin

Paratusin adalah obat batuk dan pilek. Cari tahu informasi tentang cara penggunaan, efek samping, keamanan, dan interaksi obat Paratusin di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 13/03/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab anak mudah sakit

Mengapa Anak Rentan atau Mudah Terkena Sakit Pilek dan Flu?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit
pilek 2 minggu, wajarkah?

Sakit Pilek Dua Minggu, Normal atau Ini Tanda Penyakit Tertentu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 04/02/2020 . Waktu baca 4 menit
pilek tidak sembuh

Pilek Tidak Kunjung Sembuh, Mungkin 4 Kondisi Ini Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2019 . Waktu baca 4 menit
flu ke dokter saat tak kunjung sembuh

4 Penyebab Pilek yang Harus Dihindari, Tapi Sering Anda Anggap Remeh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2019 . Waktu baca 7 menit