home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali 5 Gejala Granuloma Paru yang Sebaiknya Tidak Dianggap Remeh

Kenali 5 Gejala Granuloma Paru yang Sebaiknya Tidak Dianggap Remeh

Mungkin granuloma paru masih terdengar asing bagi sebagian orang. Sederhananya, granuloma paru adalah peradangan kecil yang terdapat di paru-paru. Kondisi ini sebenarnya jarang menimbulkan masalah kesehatan yang berarti. Namun, ada baiknya Anda mengetahui apa saja gejala-gejala yang menandai keberadaannya. Untuk mengetahui tanda dan gejala granuloma paru, baca selengkapnya dalam ulasan berikut.

Apa saja gejala granuloma paru?

Penyebab granuloma paru

Seperti yang telah disebutkan di atas, granuloma paru adalah inflamasi alias peradangan yang terbentuk ketika paru-paru berupaya melawan serangan infeksi bakteri atau virus.

Pada dasarnya, granuloma paru bukanlah penyakit spesifik, tetapi termasuk dalam kondisi yang muncul akibat adanya penyakit atau masalah kesehatan lain.

Beberapa masalah kesehatan yang menjadi penyebab granuloma paru dapat berupa infeksi pernapasan serta penyakit autoimun.

Perlu diketahui bahwa kebanyakan kasus granuloma paru tidak menunjukkan gejala apa pun. Maka itu, mendiagnosis kondisi kesehatan yang satu ini cukup sulit.

Tanda dan gejala granuloma paru yang muncul pun dapat berbeda-beda pada setiap orang tergantung dari gangguan kesehatan yang mendasarinya.

Sebagai contoh, apabila granuloma muncul sebagai akibat dari infeksi pernapasan, gejala-gejala yang mungkin muncul akan berhubungan dengan masalah pernapasan, seperti sesak napas.

Berikut adalah beberapa gejala yang umum ditemukan bila terdapat granuloma pada organ paru.

1. Sesak napas

Salah satu gejala yang paling sering ditemukan dari kondisi ini adalah sesak napas. Seseorang dengan granuloma paru yang sudah cukup parah mungkin akan mengalami kesulitan bernapas.

Tak semua orang yang mengalami granuloma di paru-parunya akan mengalami sesak napas.

Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, terlebih jika tak ditangani dengan baik, kemungkinan gejala ini dapat timbul di kemudian hari.

Jika Anda mulai merasakan gejala sesak napas, ada baiknya hindari terlebih dahulu aktivitas-aktivitas yang berat, terutama yang melibatkan tenaga fisik cukup banyak.

Pada kasus yang tergolong parah, seseorang bisa merasakan sesak napas saat sedang beristirahat sekali pun.

2. Batuk terus-menerus

Gejala selanjutnya dari granuloma paru adalah batuk yang tak kunjung sembuh meski sudah ditangani dengan obat-obatan.

Batuk berulang memang banyak ditemukan pada berbagai masalah pernapasan, terutama yang disebabkan oleh infeksi.

Salah satu kemungkinan penyakit yang berkaitan dengan batuk berulang adalah tuberkulosis (TB). Ini artinya, granuloma paru yang disertai batuk bisa jadi disebabkan oleh infeksi TB.

Serupa dengan gejala sesak napas, batuk pada granuloma paru dapat semakin parah seiring berjalannya waktu, terutama jika penyakit pemicunya semakin memburuk.

3. Nyeri dada

Rasa sakit atau nyeri dada juga termasuk salah satu gejala yang banyak dilaporkan pasien dengan granuloma paru.

Hal ini tidak aneh lantaran paru-paru terletak di dada. Jika terjadi peradangan atau inflamasi yang cukup parah, nyeri atau sakit dada bisa saja terasa.

Selain itu, gejala ini bisa timbul bersamaan dengan sesak napas. Ketika Anda harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menarik napas, otomatis dada bisa terasa sakit.

4. Demam

Gejala berikutnya yang mungkin timbul dari granuloma paru adalah kenaikan suhu tubuh alias demam.

Menurut Mayo Clinic, demam adalah respons tubuh saat berupaya melawan infeksi bakteri atau virus. Nah, salah satu penyebab granuloma paru adalah adanya infeksi dalam tubuh.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beberapa orang dengan kondisi ini mengalami gejala demam.

5. Nyeri sendi

Apabila granuloma paru berkaitan dengan adanya rheumatoid arthritis atau sarkoidosis, besar kemungkinan gejala nyeri sendi dapat timbul.

Ya, granuloma adalah bentuk peradangan yang bisa muncul tak hanya di paru-paru, melainkan bagian tubuh lain termasuk sendi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pemeriksaan paru-paru bullectomy

Granuloma paru biasanya sulit terdeteksi jika gejala-gejalanya tidak muncul sama sekali.

Biasanya, seseorang menyadari di tubuhnya terdapat granuloma ketika dokter tak sengaja menemukannya lewat rontgen atau CT scan untuk pemeriksaan kondisi lain.

Oleh karena itu, apabila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas, terutama yang sudah berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, jangan tunda waktu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Selama proses diagnosis, dokter biasanya akan menggunakan tes pengambilan gambar seperti rontgen dada atau CT scan untuk mengecek keberadaan granuloma.

Setelah itu, Anda akan diberikan pengobatan untuk granoma paru yang sesuai dengan penyakit penyebabnya tersebut.

Ingat, hindari menunda-nunda waktu untuk mengunjungi dokter jika Anda sudah merasakan gejala-gejala yang tak biasa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pulmonary Nodules – Cleveland Clinic. (2016). Retrieved June 4, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14799-pulmonary-nodules 

Granuloma: What does it mean? – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/granuloma/expert-answers/faq-20057838 

Fever – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759 

Sarcoidosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoidosis/symptoms-causes/syc-20350358 

Rheumatoid arthritis: Can it affect the lungs? – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/expert-answers/rheumatoid-arthritis/faq-20058245 

Tuberculosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250 

Granulomatosis with polyangiitis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 4, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/granulomatosis-with-polyangiitis/symptoms-causes/syc-20351088 

Arkema, E., & Cozier, Y. (2018). Epidemiology of sarcoidosis: current findings and future directions. Therapeutic Advances In Chronic Disease, 9(11), 227-240. https://dx.doi.org/10.1177%2F2040622318790197

Al-Jahdali, H., Al-Harbi, A., Al-Otaibi, S., Abdulrahman, A., Al-Jahdali, F., & Al-Harbi, F. et al. (2017). Lung granuloma: A clinicopathologic study of 158 cases. Annals Of Thoracic Medicine, 12(4), 278. https://dx.doi.org/10.4103%2Fatm.ATM_1_17

Sagdeo, P., Gattimallanahali, Y., Kakade, G., & Canchi, B. (2015). Rheumatoid lung nodule. BMJ Case Reports, bcr2015213083. http://dx.doi.org/10.1136/bcr-2015-213083

Ohshimo, S., Guzman, J., Costabel, U., & Bonella, F. (2017). Differential diagnosis of granulomatous lung disease: clues and pitfalls. European Respiratory Review, 26(145), 170012. https://doi.org/10.1183/16000617.0012-2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 2 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Abduraafi Andrian
x