Berbagai Cara Cepat Mengusir Flu dan Batuk Pilek Tanpa Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Flu atau influenza bisa membuat Anda susah bernapas lega, tenggorokan gatal, hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, hingga mata yang terus berair. Meski memang bukan penyakit berbahaya, gejala flu yang tidak diobati bisa mengganggu aktivitas bahkan menimbukan komplikasi. Kabar baiknya, ada banyak pilihan obat flu alami serta cara pengobatan sederhana yang bisa Anda coba di rumah.

Apa saja obat alami yang ampuh mengatasi flu?

Flu adalah infeksi virus influenza yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan. Virus ini dapat menyebar melalui droplet (cairan liur) yang terbawa oleh udara, kontak fisik dengan penderita, atau menyentuh benda yang sebelumnya telah terpapar virus.

Pada dasarnya, tubuh memiliki sistem pertahanan sendiri untuk menghentikan infeksi virus. Maka dari itu, dalam kasus infeksi seperti flu, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan demikian, tubuh bisa melawan infeksi dan gejala-gejala flu pun dapat mereda.

Umumnya, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejalanya sangat mengganggu dan Anda enggan minum obat flu, ada sejumlah bahan alami dan aktivitas yang diyakini ampuh sebagai obat untuk mengatasi flu, seperti:

1. Bawang putih

Makan bawang putih mentah-mentah adalah cara mengatasi flu yang paling baik. Banyak penelitian menunjukkan bahwa bawang putih memiliki efek antivirus yang dapat mencegah flu atau pilek, serta mempercepat penyembuhan penyakit. Kandungan minyak allicin (senyawa yang memberikan harum khas bawang putih) juga dipercaya ampuh untuk melawan pilek dan flu.

Namun, jika risih atau tidak suka dengan baunya, Anda bisa mencampur rajangan bawang putih ke dalam berbagai masakan rumahan. Misalnya, tumis buncis bawang putih. Jangan lupa irisan bawang putihnya dimakan juga, ya!

Anda juga bisa menambahkan beberapa irisan bawang putih, atau tumbuk halus satu siung, ke dalam semangkuk air panas untuk menguapi wajah Anda selama 10 menit.

2. Madu

Selain bawang putih, madu juga termasuk sebagai obat flu alami yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Sifat antimikroba alami dari madu dapat membantu tubuh melawan kuman penyakit, termasuk bakteri dan virus penyebab flu. Madu juga membantu meredakan gejala penyerta flu, seperti pilek dan batuk.

Untuk meredakan flu dengan bawang putih, larutkan 2 sendok madu dalam segelas air hangat untuk diminum setiap pagi dan malam hari.

Ada satu hal penting yang harus ketahui, madu tidak boleh diberikan pada bayi yang usianya kurang dari 1 tahun. Memberikan madu pada bayi justru meningkatkan risiko mereka terkena infeksi botulisme. Jadi, hindari menggunakan madu sebagai obat flu alami untuk anak-anak, ya!

3. Jahe

Manfaat jahe untuk kesehatan memang sudah tak diragukan lagi. Sebagai obat flu tradisional, jahe membantu melemaskan otot saluran pernapasan untuk melegakan hidung serta menguatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, jahe juga mengurangi rasa mual dan menghangatkan tubuh yang sedang tidak enak badan akibat kena flu.

Anda juga bisa menggabungkan jahe dengan kunyit. Kombinasi kunyit dan jahe ternyata dapat memperkuat sistem imun tubuh dari berbagai penyakit, termasuk flu.

Hal ini didasarkan pada sebuah penelitian yang diterbitkan pada Emerging Infectious Diseases tahun 2009 bahwa kunyit dapat menurunkan 90 persen kemampuan virus influenza berduplikasi pada sel yang terinfeksi.

4. Teh herbal

Beberapa jenis teh herbal dipercaya mengandung zat antivirus dan antibakteri. Dengan mengonsumsi teh herbal, tubuh memiliki sistem kekebalan yang lebih baik untuk melawan infeksi virus, termasuk virus influenza.

Anda bisa membuat teh herbal yang terbuat dari bahan-bahan berikut sebagai obat alami untuk flu:

  • teh hijau
  • teh jahe
  • teh adas manis (star anise)

Selain itu, Anda tentunya juga dapat mencampur seduhan teh herbal dengan madu. Manfaat dari madu yang dikombinasikan dengan teh herbal akan memberi manfaat yang maksimal sebagai obat alami untuk gejala-gejala flu Anda.

5. Minyak esensial

Bahan herbal lainnya yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi gejala flu adalah essential oil atau minyak esensial.

Sebuah artikel yang terdapat di Antiviral Research menemukan bahwa tea tree oil mampu melawan infeksi virus flu dengan cara memperlambat perkembangbiakan virus.

Jenis minyak esensial lain yang juga mengandung zat antivirus dan antibakteri adalah:

  • minyak cinnamon
  • minyak peppermint
  • minyak eukaliptus
  • minyak lemon
  • minyak oregano

Cara-cara lainnya untuk mengobati flu secara alami

Tidak hanya dengan menggunakan obat-obatan alami di atas, Anda juga bisa mencoba tips-tips sederhana lainnya untuk meredakan gejala flu, seperti:

1. Kumur air garam

Apabila Anda mengalami gejala batuk selama terkena flu, berkumur dengan air garam dapat membantu mengurangi rasa gatal dan kering di tenggorokan. Cara ini sekaligus memberikan efek lega di tenggorokan untuk sementara waktu.

Untuk membuat larutan obat kumur dari garam, Anda hanya perlu melarutkan 1/2 sendok garam ke dalam air hangat. Berkumurlah dalam waktu beberapa menit, tapi berhati-hatilah jangan sampai larutan air garam tertelan.

Berkumur dengan air garam sebaiknya dilakukan 3-4 kali dalam sehari sehingga bisa lebih efektif mengurangi refleks batuk.

Selain dengan air garam, Anda juga bisa melegakan tenggorokan yang kering dengan berkumur menggunakan campuran perasan lemon dan air hangat.

Apabila tenggorokan terasa sangat perih karena asam dari lemon, alternatifnya Anda dapat menghisap Lozenges yakni permen pelega tenggorokan yang mengandung menthol untuk memberi rasa hangat dan lembap di tenggorokan.

2. Minum banyak air

Banyak minum air putih adalah obat flu alami warisan nenek moyang yang paling manjur dan sering dianjurkan dokter modern. Ya! Cobalah minum segelas air putih hangat setiap malam sebelum tidur dan di pagi hari setelah bangun.

Air putih hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang menyumbat saluran hidung, mencegah dehidrasi, serta meredakan peradangan di jaringan hidung dan tenggorokan.

Selain itu, memperbanyak minum juga akan membantu menjaga selaput lendir di sepanjang saluran napas tetap lembap sehingga iritan atau kotoran tidak mudah mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya gejala batuk.

3. Mandi air hangat

Sama halnya dengan meminum cairan hangat, mandi air hangat juga dapat memberikan efek yang melegakan di saluran napas.

Uap hangat yang terhirup bisa membantu melarutkan lendir hasil sekresi berlebih di sepanjang saluran napas yang disebabkan oleh infeksi virus. Dengan begitu, gejala-gejala flu akan semakin berkurang. Selain itu, mandi air hangat juga dapat membantu mengurangi hidung iritasi akibat pilek pada flu.

Akan tetapi, jangan mandi atau berendam dengan air hangat terlalu lama karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering sehingga mudah teriritasi.

Apabila Anda mengalami demam tinggi hingga mencapai suhu lebih dari 37,5 derajat Celsius, sebaiknya jangan langsung membasuhkan air hangat pada tubuh. Gunakalah lap yang direndam dalam air hangat untuk membersihkan setiap bagian tubuh Anda.

4. Tidur dengan bantal tinggi

Memperbanyak istirahat juga diperlukan untuk mempercepat kesembuhan. Oleh karena itu, segera istirahatkanlah tubuh ketika Anda mulai mengalami gejala flu terus-menerus.

Sebelum tidur, Anda juga bisa menyempatkan untuk mandi dengan air hangat agar saluran pernapasan bisa terasa lebih lega sehingga gejala-gejala flu tak mengganggu waktu tidur. Saat membaringkan tubuh, gunakanlah beberapa lapis bantal untuk menyanggah kepala Anda.

Menempatkan bagian tubuh atas dalam posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh bawah dapat melancarkan aliran udara dari hidung ke saluran napas bagian bawah. Hal ini tentunya dapat mengurangi gejala di malam hari sehingga Anda tidur lebih nyenyak.

5. Memakai humidifier

Penggunaan humidifer dapat membantu melembapkan sekaligus membersihkan udara di sekitar. Udara yang kering lebih mudah memicu gejala flu karena mengandung lebih banyak iritan dan kotoran yang memicu batuk dan pilek saat terhirup.

Saat udara di ruangan lebih bersih, Anda pun bisa bernapas lebih lancar dan tidur lebih lelap tanpa khawatir akan terbangun akibat gejala flu.

Ketika semua cara perawatan alami yang disebutkan tidak juga membantu meredakan gejala-gejala flu, Anda bisa menggunakan berbagai pilihan obat dari apotek, seperti dekongestan atau antihistamin. Jika gejala terus memburuk dan tak kunjung hilang, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

Influenza (Flu) - Mayo Clinic. (2020). Retrieved July 1, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/diagnosis-treatment/drc-20351725

Common cold - Mayo Clinic. (2020). Retrieved July 1, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605

Influenza: What You Need to Know - CDC. (2020). Retrieved July 1, 2020, from https://www.cdc.gov/flu/treatment/treatment.htm

Treatment of Flu - Public Health. (2019). Retrieved July 1, 2020, fromhttps://www.publichealth.va.gov/flu/treatment/

Lissiman, E., Bhasale, A., & Cohen, M. (2014). Garlic for the common cold. Cochrane Database Of Systematic Reviews. https://doi.org/10.1002/14651858.cd006206.pub4

Viuda-Martos, M., Ruiz-Navajas, Y., Fernández-López, J., & Pérez-Álvarez, J. (2008). Functional Properties of Honey, Propolis, and Royal Jelly. Journal Of Food Science73(9), R117-R124. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2008.00966.x

Solórzano-Santos, F., & Miranda-Novales, M. (2012). Essential oils from aromatic herbs as antimicrobial agents. Current Opinion In Biotechnology23(2), 136-141. https://doi.org/10.1016/j.copbio.2011.08.005

Garozzo, A., Timpanaro, R., Stivala, A., Bisignano, G., & Castro, A. (2011). Activity of Melaleuca alternifolia (tea tree) oil on Influenza virus A/PR/8: Study on the mechanism of action. Antiviral Research89(1), 83-88. https://doi.org/10.1016/j.antiviral.2010.11.010

Fedson D. S. (2009). Meeting the challenge of influenza pandemic preparedness in developing countries. Emerging infectious diseases15(3), 365–371. https://doi.org/10.3201/eid1503.080857

Yang juga perlu Anda baca

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Banyak orang yang jatuh sakit setelah hujan-hujanan. Benarkah terkena air hujan memengaruhi kesehatan kita? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Bersin dan pilek akibat sinus yang kambuh dapat menyulitkan Anda beraktivitas, tapi Anda bisa mencegah sinusitis dengan beberapa perubahan gaya hidup mudah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ketika sakit saat menyusui, obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

5 Fakta tentang Alergi yang Perlu Anda Ketahui

Ada lima fakta alergi yang tak boleh diabaikan. Simak juga pembahasan cara pencegahan dan mengurangi reaksi alergi apabila terjadi, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Alergi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

4 Tips Mengatasi Telinga Sakit dan Tersumbat karena Flu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor

Tips Bepergian untuk Penderita Alergi dan Asma di Masa PSBB Transisi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit