6 Penyebab Tenggorokan Berdahak, Tapi Tidak Batuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengeluarkan dahak, tapi tidak dalam keadaan batuk? Tenggorokan berdahak memang kondisi yang mengganggu karena membuat bagian tenggorokan terasa seperti mengganjal. Lantas, apa yang menyebabkan tenggorokan berdahak, padahal Anda tidak dalam keadaan batuk ataupun flu? Ini jawabannya.

Sekilas tentang dahak

Sebenarnya, dahak sendiri adalah zat licin yang berfungsi sebagai pelumas sinus dan tenggorokan. Zat ini diproduksi oleh sel mukus di kelenjar lendir yang mengandung air, mucin, garam, elektrolit, dan berbagai jenis sel, seperti sel epitel.

Memiliki dahak adalah hal yang normal. Seseorang bisa saja memiliki dahak di tenggorokannya meski dalam keadaan sehat. Rata-rata tubuh menghasilkan 1-2 liter lendir sehari yang digunakan untuk menjaga kondisi tenggorokan agar selalu dalam keadaan lembap dan membantu sistem pernapasan. Selain itu, dahak juga berfungsi untuk membantu melawan iritasi dan infeksi.

Hanya saja, dalam kasus tertentu produksi dahak telalu banyak. Hal ini membuat tenggorokan Anda terus mengeluarkan dahak padahal kondisi tubuh sedang tidak dalam keadaan batuk atau flu.

Penyebab tenggorokan berdahak meski tidak batuk

Berikut beberapa faktor penyebab yang membuat tenggorokan berdahak meski tidak batuk:

1. Infeksi

Produksi lendir biasanya dipercepat saat tubuh sedang mengalami infeksi. Hal ini merupakan respon alami tubuh untuk menghilangkan partikel asing yang mungkin menyebabkan infeksi.

Singkatnya, tubuh cenderung merangsang produksi lendir guna meningkatkan pertahanannya untuk melawan serangan asing yang menular. Akibatnya, terjadilah penebalan lendir. Pada fase ini, jalan keluar yang paling mudah untuk mengeluarkan lendir kental adalah melalui tenggorokan.

2. Iritasi polutan

Tidak sengaja menghirup asap, gas beracun, seperti belerang dioksa dan nitrogen dioksida, ternyata bisa menyebabkan produksi lendir secara berlebihan. Kondisi ini membuat saluran pernapasan bengkak dan meradang. Lagi-lagi, sebagai respon paling utama, dahak akhirnya dihasilkan.

3. Sinusitis akut

Sinusitis akut adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan rongga sinus. Pembengkakan tersebut membatasi saluran sinus yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya lendir. Sinusitis akut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur.

Selain itu, tidur telentang saat Anda mengalami infeksi sinus juga menyebabkan penumpukkan lendir di bagian belakang tenggorokan, yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan masalah tidur.

4. Kehamilan

Ya, seiring dengan kenaikan berat, emosi yang tidak stabil, dan morning sickness, produksi lendir yang berlebih dapat terjadi akibat efek kehamilan. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat mengeringkan saluran hidung yang menyebabkannya meradang.

Nah, karena adanya masalah tersebut, produksi lendir di hidung dan tenggorokan menjadi berlebih. Untuk mengurangi melancarkan sirkulasi pernapasan akibat penumpukkan lendir, Anda bisa menggunakan lap basah hangat yang diletakkan di hidung atau pipi.

5. Mengonsumsi susu

Mengonsumsi produk susu ketika sedang flu, pilek, ataupun demam dapat menyebabkan penebalan dan tidak terkendalinya produksi lendir. Reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menyebabkan penyumbatan hidung yang membuat lendir mengalir dari hidung ke tenggorokkan.

Mengonsumsi susu, produk gandum, dan telur dapat memperparah gejala alergi makanan yang Anda alami sekaligus menyebabkan produksi lendir yang berlebih yang pada akhirnya dapat menumpuk di tenggorokan.

6. Faktor fisiologis tertentu

Seseorang yang memiliki gangguan tenggorokan dan menelan juga dapat menyebabkan penumpukkan lendir di tenggorokan. Ini karena orang yang memiliki gangguan tenggorokan dan menelan otot tenggorokannya memiliki kontrol yang rendah sehingga lendir tidak dapat dikeluarkan dan tetap mengendap di tenggorokan.

Selain itu, memiliki septum yang menyimpang, yaitu suatu kondisi di mana tulang rawan yang membagi hidung menjadi dua sisi bergerak sehingga menyebabkan perubahan pada aliran lendir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Atresia Esofagus

Esophageal atresia atau atresia esofagus adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 06/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Jangan sembarang memilih permen pelega tenggorokan. Pastikan tiga kandungan penting ini terdapat pada permen agar sakit tenggorokan bisa cepat reda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
permen pelega tenggorokan
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab penyakit batuk

5 Kondisi Medis yang Bisa Menyebabkan Batuk

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
mual saat hamil

Batuk Terus Bikin Lelah, Pelajari Teknik Batuk Efektif Berikut!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 17/07/2020 . Waktu baca 5 menit
dada sakit saat batuk

Mengapa Dada Saya Terasa Sakit Saat Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit