6 Penyebab Tenggorokan Berdahak, Tapi Tidak Batuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengeluarkan dahak, tapi tidak dalam keadaan batuk? Tenggorokan berdahak memang kondisi yang mengganggu karena membuat bagian tenggorokan terasa seperti mengganjal. Lantas, apa yang menyebabkan tenggorokan berdahak, padahal Anda tidak dalam keadaan batuk ataupun flu? Ini jawabannya.

Sekilas tentang dahak

Sebenarnya, dahak sendiri adalah zat licin yang berfungsi sebagai pelumas sinus dan tenggorokan. Zat ini diproduksi oleh sel mukus di kelenjar lendir yang mengandung air, mucin, garam, elektrolit, dan berbagai jenis sel, seperti sel epitel.

Memiliki dahak adalah hal yang normal. Seseorang bisa saja memiliki dahak di tenggorokannya meski dalam keadaan sehat. Rata-rata tubuh menghasilkan 1-2 liter lendir sehari yang digunakan untuk menjaga kondisi tenggorokan agar selalu dalam keadaan lembap dan membantu sistem pernapasan. Selain itu, dahak juga berfungsi untuk membantu melawan iritasi dan infeksi.

Hanya saja, dalam kasus tertentu produksi dahak telalu banyak. Hal ini membuat tenggorokan Anda terus mengeluarkan dahak padahal kondisi tubuh sedang tidak dalam keadaan batuk atau flu.

Penyebab tenggorokan berdahak meski tidak batuk

Berikut beberapa faktor penyebab yang membuat tenggorokan berdahak meski tidak batuk:

1. Infeksi

Produksi lendir biasanya dipercepat saat tubuh sedang mengalami infeksi. Hal ini merupakan respon alami tubuh untuk menghilangkan partikel asing yang mungkin menyebabkan infeksi.

Singkatnya, tubuh cenderung merangsang produksi lendir guna meningkatkan pertahanannya untuk melawan serangan asing yang menular. Akibatnya, terjadilah penebalan lendir. Pada fase ini, jalan keluar yang paling mudah untuk mengeluarkan lendir kental adalah melalui tenggorokan.

2. Iritasi polutan

Tidak sengaja menghirup asap, gas beracun, seperti belerang dioksa dan nitrogen dioksida, ternyata bisa menyebabkan produksi lendir secara berlebihan. Kondisi ini membuat saluran pernapasan bengkak dan meradang. Lagi-lagi, sebagai respon paling utama, dahak akhirnya dihasilkan.

3. Sinusitis akut

Sinusitis akut adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan rongga sinus. Pembengkakan tersebut membatasi saluran sinus yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya lendir. Sinusitis akut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur.

Selain itu, tidur telentang saat Anda mengalami infeksi sinus juga menyebabkan penumpukkan lendir di bagian belakang tenggorokan, yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan masalah tidur.

4. Kehamilan

Ya, seiring dengan kenaikan berat, emosi yang tidak stabil, dan morning sickness, produksi lendir yang berlebih dapat terjadi akibat efek kehamilan. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat mengeringkan saluran hidung yang menyebabkannya meradang.

Nah, karena adanya masalah tersebut, produksi lendir di hidung dan tenggorokan menjadi berlebih. Untuk mengurangi melancarkan sirkulasi pernapasan akibat penumpukkan lendir, Anda bisa menggunakan lap basah hangat yang diletakkan di hidung atau pipi.

5. Mengonsumsi susu

Mengonsumsi produk susu ketika sedang flu, pilek, ataupun demam dapat menyebabkan penebalan dan tidak terkendalinya produksi lendir. Reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menyebabkan penyumbatan hidung yang membuat lendir mengalir dari hidung ke tenggorokkan.

Mengonsumsi susu, produk gandum, dan telur dapat memperparah gejala alergi makanan yang Anda alami sekaligus menyebabkan produksi lendir yang berlebih yang pada akhirnya dapat menumpuk di tenggorokan.

6. Faktor fisiologis tertentu

Seseorang yang memiliki gangguan tenggorokan dan menelan juga dapat menyebabkan penumpukkan lendir di tenggorokan. Ini karena orang yang memiliki gangguan tenggorokan dan menelan otot tenggorokannya memiliki kontrol yang rendah sehingga lendir tidak dapat dikeluarkan dan tetap mengendap di tenggorokan.

Selain itu, memiliki septum yang menyimpang, yaitu suatu kondisi di mana tulang rawan yang membagi hidung menjadi dua sisi bergerak sehingga menyebabkan perubahan pada aliran lendir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Batuk Anak, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

Obat batuk non-resep memiliki efek samping yang dapat membahayakan kesehatan buah hati, beralihlah menggunakan obat batuk alami untuk anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 10 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Semua orang bisa mengalami tenggorokan gatal. Meski tak berbahaya, tapi kondisi ini cukup mengganggu. Yuk, simak beberapa cara mengatasi tenggorokan gatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bukan Hanya Flu, Tenggorokan Kering Juga Bisa Disebabkan Berbagai Hal Ini!

Ada banyak hanya yang bisa menyebabkan tenggorokan gatal dan kering. Maka, cara mengatasi tenggorongan kering pun harus sesuai dengan akar masalahnya. 

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 4 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jeruk nipis obat batuk

Sering Digunakan, Jeruk Nipis dan Kecap Benarkah Bisa Mengobati Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan saat amandel bengkak

Anjuran Makanan dan Pantangan Saat Amandel Membengkak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

8 Minyak Esensial Alami yang Bisa Anda Coba untuk Mengatasi Batuk

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit