TBC Bisa Menular Melalui Aktivitas Seks, Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Tuberkulosis atau sering yang dikenal dengan TBC adalah penyakit infeksi yang cukup mudah penularannya. Lantas, apakah penyakit TBC juga dapat menular melalui seks?

Memahami proses penularan tbc

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini dapat  ditularkan melalui udara. Jika Anda menghirup udara yang sama dengan penderita TBC dalam waktu yang lama, penyakit ini mungkin dapat menular melalui udara tersebut.

Meski begitu, penyakit ini tidak dengan mudahnya dapat menjangkit tubuh Anda. Pasalnya, agar TBC hanya dapat menular melalui udara jika Anda menghabiskan waktu yang cukup lama, misalnya tinggal dalam satu atap berhari-hari, atau Anda memang merawat pasien TBC secara intensif.

Selain itu, jika penderita TBC tidak batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi di dekat Anda, membutuhkan waktu yang cukup lama hingga TBC dapat menular. Jadi, jika Anda hanya tidak sengaja berpapasan dengan penderita TBC satu kali di jalan dan menghirup udara yang sama dengannya, Anda tidak serta merta tertular penyakit tersebut.

Di sisi lain, penyakit TBC juga tidak dapat menular melalui kontak fisik seperti berjabat tangan, berbagi makanan dan minuman, menggunakan sikat gigi yang sama, atau bahkan berciuman.

Tetapi, sebagai tindakan preventif, ada baiknya jika Anda bisa menjaga kesehatan Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang mungkin berdampak pada proses penularan penyakit TBC. Lakukanlah jika benar-benar terpepet atau terpaksa dan tidak ada pilihan lain.

TBC tidak bisa menular melalui kegiatan seks

Jika pasangan Anda adalah penderita TBC, tidak serta merta Anda akan tertular melalui kegiatan seks. Bahkan, meski seks adalah kegiatan fisik yang membuat Anda menghirup udara yang sama dengan pasangan Anda. TBC tidak dapat menular melalui aktivitas seks, apalagi jika pasangan Anda sudah menjalani pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Menurut Norwegian Institute of Public Health dalam sebuah jurnal yang dirilisnya mengenai TBC, tidak ada larangan untuk pasien TBC melakukan hubungan seks. Justru, kegiatan ini dapat membantu pasien TBC merasa senang dan lebih optimis, salah satunya terhadap kondisi kesehatannya.

Tetapi, hal yang harus diingat adalah penggunaan obat TBC dapat mengurangi hasrat penggunanya dalam berhubungan seks. Sehingga, alih-alih TBC menular melalui kegiatan seks, pasien mungkin kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas seks. Khususnya pada awal-awal pengobatan TBC.

Jika pasien mengalami hal ini, aktivitas seks tidak boleh dipaksakan sebab dapat menimbulkan stres bagi pasien. Bila tetap dilakukan, aktivitas seks justru dapat menghabiskan energi pasien.

Jadi, aktivitas seks mungkin memang akan terpengaruh akibat adanya penyakit TBC. Tetapi bukan karena penyakit ini dapat menular melalui kegiatan seks, melainkan pengobatan dari penyakit ini dapat menurunkan gairah seks dari penderita TBC.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki pasangan yang sedang menderita penyakit ini, Anda harus lebih memahami kondisinya. Sebab, pasangan Anda mungkin tidak enak untuk menolak. Sehingga, ia harus memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks saat kondisinya tidak memungkinkan.

Sementara, saat melakukan hubungan seks, kondisi paru-paru dari pasien TBC juga harus diperhatikan, apakah mampu untuk melakukan aktivitas fisik seperti kegiatan seks atau tidak.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

You will be cured tuberculosis (TB). Retrieved 11 September 2019, from https://www.fhi.no/globalassets/dokumenterfiler/trykksaker/tuberkulose/du-blir-frisk-av-tuberkulose-engelsk-pdf-.pdf

Rodriguez, D. (2009). Tuberculosis Infection: How Does It Spread?. Retrieved 11 September 2019, from https://www.everydayhealth.com/tuberculosis/how-does-it-spread.aspx

Can TB be spread through kissing or having sex? – englanti. Retrieved 11 September 2019, from https://tuberkuloosi.fi/en/faqs/can-tb-be-spread-through-kissing-or-having-sex/

Should you worry about Tuberculosis?. Retrieved 11 September 2019, from https://sexualbeing.org/get-tested/tb/

Yang juga perlu Anda baca

Tips Sederhana Terhindar dari Penyebaran dan Penularan TBC

Tuberkulosis atau TBC dapat mudah menyebar melalui udara. Namun, mencegah TBC dan penularannya dapat dihindari dengan cara sederhana berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Mengenal Penyakit TB XDR dan Pengobatannya

Lebih parah dari TB MDR, kondisi TB XDR bahkan tidak dapat diobati dengan obat lini kedua. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Perawatan pasien tuberkulosis di rumah membutuhkan pengetahuan khusus agar Anda sebagai perawat tidak tertular penyakit tersebut. Ini tips-tipsnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Penyakit TBC Bisa Kambuh, Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penyakit tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tapi juga berisiko muncul kembali. Lalu, bagaimana cara mencegah agar TBC tidak kambuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tuberkulosis (TB) Ekstra Paru

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tuberkulosis (TB) Ekstra Paru

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Bantu Masa Penyembuhan, Pilihan Olahraga Aman untuk Pasien TBC

Bantu Masa Penyembuhan, Pilihan Olahraga Aman untuk Pasien TBC

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
Kenali Pola Makan Sehat dan Pantangan Makanan Penderita TBC

Kenali Pola Makan Sehat dan Pantangan Makanan Penderita TBC

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020