home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Menular Melalui Udara

Definisi penyakit menular melalui udara|Jenis penyakit menular melalui udara|Tanda-tanda dan gejala|Penyebab penyakit menular melalui udara|Faktor-faktor risiko penyakit menular melalui udara|Diagnosis penyakit menular melalui udara|Pengobatan penyakit menular melalui udara|Pencegahan penyakit menular melalui udara
Penyakit Menular Melalui Udara

Definisi penyakit menular melalui udara

Penyakit menular melalui udara adalah infeksi yang disebarkan oleh patogen atau mikroorganisme di udara. Patogen tersebut meliputi bakteri, virus, atau jamur.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit infeksi ini menular ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi patogen-patogen tersebut.

Seseorang yang sakit, misalnya flu, juga dapat menularkan patogen, terutama saat bersin atau batuk.

Patogen penyakit dapat menempel di mana saja, seperti debu, droplet (percikan air), atau cairan tubuh lainnya.

Itu sebabnya, penyakit menjadi lebih mudah menyebar lewat udara.

Saat patogen masuk ke dalam tubuh, infeksi terjadi dan gejala-gejala penyakit pun mulai muncul.

Gejala penyakit yang muncul tergantung pada jenis patogen yang menginfeksi tubuh.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit menular melalui udara adalah kondisi yang umum ditemukan di mana saja dan dapat menyerang siapa pun.

Penularan lebih mudah terjadi di tempat-tempat yang dipenuhi kerumunan, seperti sekolah, rumah makan, pasar, dan lainnya.

Tempat dengan sistem sanitasi serta kebersihan yang kurang terjaga juga menjadi sarana mudah penularan penyakit.

Jenis penyakit menular melalui udara

Ada banyak jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui udara. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Batuk pilek

Batuk pilek atau common cold adalah salah satu penyakit yang paling umum menular melalui udara.

Ada banyak jenis virus yang bisa menyebabkan batuk pilek. Namun, jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah rhinovirus.

2. Influenza

Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza dan sangat mudah menular.

Penyakit ini memiliki gejala yang serupa dengan batuk pilek biasa, tetapi tingkat keparahan gejala flu cenderung lebih tinggi.

3. Cacar air

Cacar air tampaknya sudah cukup familier dikenal sangat mudah menyebar lewat udara.

Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella zoster dan mudah menular pada anak-anak.

Saat seseorang terinfeksi virus Varicella zoster, gejala cacar air seperti ruam kulit dan bintik-bintik kemerahan akan muncul di sekujur tubuh.

Selain dari udara, Anda juga bisa terkena penyakit ini melalui kontak fisik atau sentuhan dengan orang yang mengalami cacar air.

4. Gondongan

Gondongan adalah penyakit yang sangat mudah menular, bahkan sebelum gejala-gejalanya muncul.

Virus penyakit gondongan membuat Anda mengalami pembengkakan pada bagian bawah telinga.

Pada beberapa kasus, gondongan juga bisa mengganggu pendengaran Anda.

5. Campak

Penyakit lainnya yang mudah menular lewat udara adalah campak.

Serupa dengan cacar air, campak juga menimbulkan gejala ruam kemerahan pada kulit.

Ruam akan muncul pertama kali di wajah dan bertahan hingga 1 minggu.

6. Batuk rejan (pertussis)

Sama seperti penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, batuk rejan juga termasuk gangguan pernapasan yang mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat udara.

Penyakit ini menyebabkan Anda mengalami pembengkakan di saluran pernapasan.

Menurut CDC, diperkirakan terdapat 24 juta orang yang menderita batuk rejan setiap tahun di seluruh dunia.

7. Tuberkulosis (TBC)

TBC adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru.

Penyakit ini menimbulkan gejala seperti batuk lebih dari 3 minggu, nyeri dada, demam, serta batuk darah.

Dalam beberapa kasus, seseorang yang terinfeksi bakteri tuberkulosis tidak akan mengalami gejala penyakit apa pun. Kondisi ini disebut dengan TB laten.

8. Difteri

Penyakit lainnya yang juga menyebar lewat udara adalah difteri.

Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.

Pada kasus yang lebih parah, difteri bisa merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf penderitanya.

9. COVID-19

Jenis penyakit terbaru yang dapat menular melalui udara adalah COVID-19.

Penyakit yang disebabkan oleh coronavirus ini menyerang saluran pernapasan.

Lansia dan orang dengan sistem imun yang lemah lebih rentan mengalami komplikasi dari COVID-19.

Tanda-tanda dan gejala

Tanda dan gejala penyakit yang menular melalui udara bisa bervariasi. Hal ini akan tergantung pada jenis penyakit serta patogen penyebabnya.

Namun, biasanya pasien yang tertular penyakit dari udara mengalami gejala berikut ini:

  • peradangan di hidung, tenggorokan, sinus, atau paru-paru,
  • batuk,
  • bersin,
  • hidung tersumbat,
  • hidung meler,
  • sakit tenggorokan,
  • pembengkakan kelenjar getah bening,
  • sakit kepala,
  • nyeri di sekujur tubuh,
  • nafsu makan menurun,
  • demam, dan
  • kelelahan.

Penyebab penyakit menular melalui udara

Seperti yang telah diulas sebelumnya, penularan penyakit terjadi melalui bakteri, virus, atau jamur yang berpindah dan menempel pada partikel-partikel di udara.

Partikel tersebut dapat berupa debu atau droplet.

Penularan penyakit tidak harus selalu terjadi ketika orang yang sehat berkontak langsung dengan orang yang sakit.

Selama udara masih terkontaminasi patogen dan sirkulasi udara di ruangan atau tempat tersebut kurang baik, kemungkinan untuk tertular penyakit akan lebih besar.

Faktor-faktor risiko penyakit menular melalui udara

Semua orang berisiko terkena penyakit yang menular melalui udara.

Namun, ada beberapa faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit, yaitu:

  • Berdekatan atau berada dalam 1 ruangan dengan seseorang yang sakit.
  • Berusia lanjut.
  • Memiliki penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, HIV, atau penyakit autoimun lainnya.
  • Sedang hamil.
  • Tinggal di tempat yang dipenuhi banyak orang, seperti panti asuhan atau pengungsian.
  • Tinggal di daerah dengan kasus penyakit yang tinggi.
  • Belum menerima vaksinasi penyakit tertentu, misalnya vaksinasi flu atau campak (vaksin MMR).

Diagnosis penyakit menular melalui udara

Selama proses mendiagnosis penyakit, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Agar mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, Anda mungkin perlu menjalani beberapa tes kesehatan tambahan tergantung pada dugaan penyakit.

Beberapa contoh tes yang mungkin Anda lakukan meliputi:

  • tes darah,
  • CT scan atau rontgen dada,
  • pengambilan sampel dahak, dan
  • swab (tes usap) hidung atau tenggorokan.

Pengobatan penyakit menular melalui udara

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan untuk penyakit yang menular melalui udara nanti disesuaikan kembali dengan hasil pemeriksaan dari dokter.

Pada kasus yang lebih ringan seperti batuk pilek biasa, Anda tidak perlu obat-obatan khusus.

Dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk istirahat, minum lebih banyak, serta mengonsumsi obat batuk pilek yang dijual bebas di apotek.

Namun, pada kasus yang lebih serius, Anda memerlukan pengobatan yang lebih intensif.

Lagi-lagi, jenis obat yang diresepkan tergantung pada jenis penyakitnya.

Pencegahan penyakit menular melalui udara

Supaya terhindar dari penyakit melalui udara ini, penting bagi Anda untuk melakukan pencegahan sebelum kondisi ini terjadi.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda lakukan agar memperkecil peluang terkena penyakit:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Tetap di rumah selama Anda sakit untuk mencegah menularkan penyakit ke orang lain.
  • Jika Anda harus berada di tempat ramai, tetap kenakan masker.
  • Tutup mulut Anda dengan tisu atau bagian dalam siku saat sedang batuk atau bersin.
  • Cuci tangan hingga bersih, terutama setelah bersin atau batuk.
  • Hindari menyentuh wajah Anda atau orang lain dengan tangan yang belum dicuci.

Upaya pencegahan di atas diharapkan dapat meminimalisir risiko Anda maupun orang terdekat terkena penyakit menyebar di udara.

Namun, bila mengalami gejala yang menandakan suatu penyakit tertentu, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Airborne and Direct Contact Diseases – Maine Center for Disease Control & Prevention. (2021). Retrieved March 8, 2021, from https://www.maine.gov/dhhs/mecdc/infectious-disease/epi/airborne/index.shtml 

Airborne Germ Transmission – Delaware Health and Social Services. (2011). Retrieved March 8, 2021, from https://www.dhss.delaware.gov/dhss/dph/files/airbornetranspi.pdf 

Common cold – CDC. (2020). Retrieved March 8, 2021, from https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/ 

Chickenpox (Varicella) – CDC. (2018). Retrieved March 8, 2021, from https://www.cdc.gov/chickenpox/about/transmission.html 

Influenza (Flu) – CDC. (2019). Retrieved March 8, 2021, from https://www.cdc.gov/flu/about/keyfacts.htm 

Pertussis (Whooping Cough) – CDC. (2017). Retrieved March 8, 2021, from https://www.cdc.gov/pertussis/fast-facts.html 

Tuberculosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved March 8, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250 

Diphtheria – Mayo Clinic. (2020). Retrieved March 8, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diphtheria/symptoms-causes/syc-20351897 

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) – Mayo Clinic. (2021). Retrieved March 8, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/diagnosis-treatment/drc-20479976 

Aliabadi, A., Rogak, S., Bartlett, K., & Green, S. (2011). Preventing Airborne Disease Transmission: Review of Methods for Ventilation Design in Health Care Facilities. Advances In Preventive Medicine, 2011, 1-21. https://dx.doi.org/10.4061%2F2011%2F124064

Herfst, S., Böhringer, M., Karo, B., Lawrence, P., Lewis, N., & Mina, M. et al. (2017). Drivers of airborne human-to-human pathogen transmission. Current Opinion In Virology, 22, 22-29. https://doi.org/10.1016/j.coviro.2016.11.006

Liu, L., Li, Y., Nielsen, P., Wei, J., & Jensen, R. (2016). Short-range airborne transmission of expiratory droplets between two people. Indoor Air, 27(2), 452-462. https://doi.org/10.1111/ina.12314

Aliabadi, A., Rogak, S., Bartlett, K., & Green, S. (2011). Preventing Airborne Disease Transmission: Review of Methods for Ventilation Design in Health Care Facilities. Advances In Preventive Medicine, 2011, 1-21. https://doi.org/10.4061/2011/124064

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 10/03/2021
x