Batuk Darah dan Muntah Darah, Apa Perbedaannya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Keluarnya darah dari mulut bisa membuat setiap orang panik dan khawatir dengan kondisi kesehatannya. Apalagi jika darah yang keluar cukup banyak. Namun, ada perbedaan mendasar yang perlu Anda pahami sebelumnya; apakah darah tersebut dikeluarkan saat batuk atau ketika muntah? Walaupun terlihat sama, ternyata mekanisme batuk darah dan muntah darah jauh berbeda. Bagaimana cara membedakan batuk yang disertai dengan darah dengan muntah darah?

Sumber darah yang berbeda

Secara definisi, batuk darah dan muntah darah dibedakan berdasarkan dari mana sumber darah berasal. Batuk darah (hemoptisis) adalah keluarnya darah dari saluran pernapas. Darah yang keluar dari saluran pernapasan menunjukkan adanya iritasi atau luka di saluran napas. Penyebab batuk yang disertai darah biasanya berkaitan dengan penyakit infeksi di saluran pernapasan, seperti pneumonia, bronkitis, dan tuberkulosis.

Sementara muntah darah (hematemesis) adalah keluarnya darah dari saluran pencernaan bagian atas, yaitu esofagus (kerongkongan), usus dua belas jari, dan pankreas. Dilansir dari Cleveland Clinic, kondisi penyebab muntah darah sebagian besar adalah gangguan pencernaan serius yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Penyakit penyebab muntah darah umumnya adalah iritasi atau pembengkakan di esofagus, radang lambung atau gastritis hingga kerusakan fungsi hati,

Gejala awal batuk darah dan muntah darah berbeda

Gejala yang muncul sebelum mengeluarkan darah dari mulut juga dapat membedakan batuk dan muntah darah. Pada batuk darah, biasanya diawali dengan batuk menerus yang telah berlangsung beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu (batuk kronis), nyeri pada dada, sesak napas, dan sakit tenggorokan. Sedangkan pada muntah darah, gejala yang muncul berkaitan dengan saluran pencernaan seperti nyeri perut, perut membengkak, dan mual.

Waktu keluarnya darah

Darah yang keluar dari saluran napas biasanya keluar bersamaan dengan proses batuk. Namun, sering kali darah dari saluran napas juga bisa keluar bercampur dengan muntahan atau sisa makanan yang keluar dari saluran pencernaan. Hal ini disebabkan darah tidak sengaja tertelan dan menimbulkan sensasi mual saat batuk sehingga pasien muntah.

Sedangkan pada muntah darah, darah biasanya dimuntahkan terlebih dahulu sebelum muntahan makanan. Memang muntah darah juga bisa disertai batuk, tapi kondisi seperti ini jarang ditemukan.

Ciri-ciri darah dari batuk dan muntah berbeda

Oleh karena berasal dari sumber yang berbeda, maka darah yang dihasilkan pun berbeda. Bila diperhatikan, darah yang keluar dari batuk biasanya bercampur dahak yang berbusa atau berbuih. Darah juga terlihat menggumpal. Sementara itu, ketika seseorang muntah darah biasanya tidak terdapat dahak.

Selain itu, perbedaan darah yang keluar dari batuk dan muntah juga bisa dilihat dari warnanya. Batuk darah berasal dari saluran pernapasan di mana di sepanjang salurannya tidak terdapat daerah yang menghasilkan enzim atau asam. Oleh sebab itu, warna darah biasanya adalah merah segar dan mungkin bisa disertai gumpalan.

Sedangkan pada muntah darah, darah berwarna merah tua atau pekat karena sudah bercampur dengan asam lambung. Apabila berasal dari pecahnya pembuluh darah di bagian kerongkongan, warna darah tidak sepekat daripada yang berasal dari lambung. Namun, muntah darah yang berwarna merah segar jarang terjadi.

Komponen darah yang berbeda

Perbedaan yang satu ini bisa diketahui saat sampel darah telah diperiksa lebih lanjut di laboratorium dengan mikroskop. Komponen darah yang berbeda dapat menjadi petunjuk dari mana sumber darah berasal.

Darah yang berasal dari saluran pernapasan biasanya terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, hemosiderin), sel imun (makrofag), dan mikroorganisme. Akan tetapi, darah yang berasal dari muntahan akan disertai dengan sisa makanan yang belum sempat terolah oleh lambung.

Darah dari batuk dan muntah memiliki pH berbeda

Daerah saluran pernapasan bersifat lebih basa sehingga bila ditempelkan kertas lakmus pada sampel darah yang keluar, kertas akan berubah menjadi biru.

Sebaliknya, darah yang berasal dari saluran pencernaan sudah bercampur dengan asam lambung sehingga darahnya pun bersifat asam. Ketika kita tempelkan kertas lakmus pada darah yang keluar, kertasnya pun berubah menjadi warna merah.

Ada tidaknya gejala anemia

Pada batuk darah, biasanya jumlah darah yang keluar tidak terlalu banyak sehingga gejala anemia atau kekurangan darah jarang terjadi. Namun, jika batuk darah terjadi terus-menerus (masif), Anda bisa saja mengalami gejala anemia.

Batuk darah dapat dikatakan masif jika memenuhi kriteria berikut :

  • Apabila mengalami batuk darah lebih dari 600 cc dalam 24 jam dan perdarahan tidak kunjung berhenti.
  • Apabila mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, sedangkan batuk darah masih terus berlangsung.
  • Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, tapi selama pengamatan 48 jam yang disertai dengan perawatan konservatif batuk darah tersebut tidak berhenti.

Perbedaannya, muntah darah biasanya menyebabkan anemia lebih cepat. Gejala anemia yang muncul akibat muntah darah antara lain adalah kulit dan mata yang memucat, kelelahan, badan lesu, jantung berdebar, dan sesak napas.

Warna feses yang berbeda

Pada batuk darah, produksi darah tidak memengaruhi pembentukan feses. Sebaliknya, pada muntah darah, selain keluar dari mulut, darah juga bisa terbawa sampai ke usus besar yang menjadi tempat pembentukan feses.

Maka dari itu, untuk membedakan muntah darah dengan batuk darah dapat dilakukan dari warna feses yang berubah menjadi kehitaman. Hal ini diakibatkan feses telah bercampur dengan darah yang berasal dari saluran pencernaan.

Itulah beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk mengenali perbedaan batuk darah dan muntah darah.

Apabila Anda masih ragu, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sehingga memperoleh pengobatan yang tepat. Pasalnya, jika tidak segera diatasi baik batuk maupun muntah darah sama-sama bisa mengakibatkan dampak kesehatan yang serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ketika sakit saat menyusui, obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Batuk Terus Bikin Lelah, Pelajari Teknik Batuk Efektif Berikut!

Batuk terus-menerus membuat tubuh gampang lelah. Dengan menerapkan teknik batuk efektif Anda bisa mengurangi frekuensi batuk sehingga menghemat energi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Konten Bersponsor
mual saat hamil
Batuk, Kesehatan Pernapasan 17 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Dada Saya Terasa Sakit Saat Batuk?

Rasa sakit di dada sebenarnya normal saat batuk terlalu kencang. Namun, jika sakitnya tidak tertahankan, Anda perlu mewaspadai kemungkinan penyebabnya ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 14 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang dan dihindari saat batuk

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit difteri pada anak

Difteri

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
pengencer dahak alami

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit