Batuk Darah dan Muntah Darah, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Keluarnya darah dari mulut bisa membuat setiap orang khawatir dengan kondisi kesehatannya. Anda pastinya akan panik jika mengeluarkan darah dari mulut, apalagi jika volume darahnya cukup banyak. Namun, ada perbedaan mendasar yang perlu Anda pahami sebelumnya; apakah darah tersebut dikeluarkan saat batuk atau ketika muntah. Walaupun sepertinya terlihat sama, ternyata mekanisme batuk darah dan muntah darah jauh berbeda. Bagaimana cara membedakan batuk yang disertai dengan darah dengan muntah darah?

Sumber darah yang berbeda

Secara definisi, batuk darah dan muntah darah dibedakan berdasarkan dari mana sumber darah berasal. Batuk darah (hemoptisis) adalah keluarnya darah dari saluran pernapas. Darah yang keluar dari saluran pernapasan menunjukkan adanya iritasi atau luka di saluran napas. Penyebab batuk yang disertai darah biasanya berkaitan dengan penyakit infeksi di saluran pernapasan, seperti pneumonia, bronkitis, dan tuberkulosis.

Sementara muntah darah (hematemesis) adalah keluarnya darah dari saluran pencernaan bagian atas, yaitu esofagus (kerongkongan), usus dua belas jari, dan pankreas. Dilansir dari Cleveland Clinic, kondisi penyebab muntah darah sebagian besar adalah gangguan pencernaan serius yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Penyakit penyebab muntah darah umumnya adalah iritasi atau pembengkakan di esofagus, radang lambung atau gastritis hingga kerusakan fungsi hati,

Gejala awal batuk darah dan muntah darah berbeda

Gejala yang muncul sebelum mengeluarkan darah dari mulut juga dapat membedakan batuk dan muntah darah. Pada batuk darah, biasanya diawali dengan batuk menerus yang telah berlangsung beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu (batuk kronis), nyeri pada dada, sesak napas, dan sakit tenggorokan. Sedangkan pada muntah darah, gejala yang muncul berkaitan dengan saluran pencernaan seperti nyeri perut, perut membengkak, dan mual.

Waktu keluarnya darah

Darah yang keluar dari saluran napas keluar bersamaan dengan proses batuk. Namun, sering kali dapat darah dari saluran napas juga bisa keluar bercampur dengan muntahan atau sisa makanan yang keluar dari saluran pencernaan. Hal ini disebabkan darah tidak sengaja tertelan dan menimbulkan sensasi mual saat batuk sehingga penderita muntah.

Sedangkan pada muntah darah, darah biasanya dimuntahkan terlebih dahulu sebelum muntahan makanan. Memang muntah darah juga bisa disertai batuk, tapi sebenarnya kondisi seperti ini jarang ditemukan.

Ciri-ciri darah dari batuk dan muntah berbeda

Oleh karena berasal dari sumber yang berbeda, maka darah yang dihasilkan pun berbeda. Bila diperhatikan, darah yang keluar dari batuk biasanya bercampur dahak (batuk berdahak) yang berbusa atau berbuih. Darah juga terlihat menggumpal. Sedangkan pada muntah darah biasanya tidak terdapat dahak.

Selain itu, perbedaan darah yang keluar dari batuk dan muntah juga bisa dilihat dari warnanya. Batuk darah berasal dari saluran pernapasan di mana di sepanjang salurannya tidak terdapat daerah yang menghasilkan enzim atau asam. Oleh sebab itu, warna darah biasanya adalah merah segar dan mungkin bisa disertai gumpalan.

Sedangkan pada muntah darah, darah berwarna merah tua atau pekat karena sudah bercampur dengan asam lambung. Apabila berasal dari pecahnya pembuluh darah di bagian kerongkongan, warna darah tidak sepekat daripada yang berasal dari lambung. Namun, muntah darah yang berwarna merah segar jarang terjadi.

Komponen darah yang berbeda

Komponen darah yang berbeda dapat menjadi petunjuk dari mana sumber darah berasal. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan sampel di laboratorium menggunakan mikroskop.

Darah yang berasal dari saluran pernapasan biasanya terdiri dari sel darah (eritrosit, leukosit, hemosiderin), sel imun (makrofag), dan mikroorganisme. Akan tetapi, darah yang berasal dari muntahan akan disertai dengan sisa makanan yang belum sempat terolah oleh lambung.

Darah dari batuk dan muntah memiliki pH berbeda

Darah dari batuk dan muntah juga memiliki pH berbeda. Daerah saluran pernapasan lebih basa sehingga bila ditempelkan kertas lakmus pada sampel darah yang keluar, kertas akan berubah menjadi biru.

Sebaliknya, darah yang berasal dari saluran pencernaan sudah bercampur dengan asam lambung sehingga darahnya pun bersifat asam. Ketika kita tempelkan kertas lakmus pada darah yang keluar, kertasnya pun berubah menjadi warna merah.

Ada tidaknya gejala anemia

Pada batuk darah, biasanya jumlah darah yang keluar tidak terlalu banyak sehingga gejala anemia atau kekurangan darah jarang terjadi. Namun, jika batuk darah terjadi terus-menerus (masif), gejala anemia dapat dialami oleh penderita.

Batuk darah dapat dikatakan masif jika memenuhi kriteria berikut :

  • Apabila mengalami batuk darah lebih dari 600 cc dalam 24 jam dan perdarahan tidak kunjung berhenti.
  • Apabila mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, sedangkan batuk darah masih terus berlangsung.
  • Apabila pasien mengalami batuk darah > 250 cc dalam 24 jam dengan kadar Hb kurang dari 10 g%, tapi selama pengamatan 48 jam yang disertai dengan perawatan konservatif batuk darah tersebut tidak berhenti.

Perbedaannya, muntah darah biasanya menyebabkan anemia lebih cepat. Gejala anemia yang muncul akibat muntah darah antara lain adalah kulit dan mata yang memucat, kelelahan, badan lesu, jantung berdebar, dan sesak napas.

Warna feses yang berbeda

Pada batuk darah, produksi darah tidak memengaruhi pembentukan feses. Sebaliknya pada muntah darah, selain keluar dari mulut, darah juga bisa terbawa sampai ke usus besar yang menjadi tempat pembentukan feses.

Maka dari itu, untuk membedakan muntah darah dengan batuk darah dapat dilakukan dari warna feses yang berubah menjadi kehitaman. Hal ini diakibatkan feses telah bercampur dengan darah yang berasal dari saluran pencernaan.

Itulah beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk mengenali perbedaan batuk darah dan muntah darah.

Apabila Anda masih ragu, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sehingga memperoleh pengobatan yang tepat. Pasalnya, jika tidak segera diatasi baik batuk maupun muntah darah sama-sama bisa mengakibatkan dampak kesehatan yang serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah jenis batuk yang seringnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mengatasi batuk berdahak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 10/09/2019 . Waktu baca 11 menit

Sudah Sembuh dari Batuk, Kenapa Tenggorokan Masih Gatal dan Sakit?

Kadang tenggorokan tetap masih terasa gatal meski batuk sudah sembuh cukup lama. Penyebabnya ternyata berbeda-beda pada setiap orang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 08/08/2019 . Waktu baca 5 menit

Infografik: Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Pejuang KRL

Anda sering naik KRL untuk pergi ke kantor, kampus, atau sekolah? Waspadai berbagai gangguan kesehatan berikut dan cari tahu solusinya di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 03/05/2019 . Waktu baca 1 menit

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019 . Waktu baca 1 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . Waktu baca 9 menit
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019 . Waktu baca 10 menit