backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

22

Tanya Dokter
Simpan

10 Pertanyaan yang Perlu Anda Ajukan Saat Pergi ke Dokter

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 05/10/2023

10 Pertanyaan yang Perlu Anda Ajukan Saat Pergi ke Dokter

Tidak sedikit orang yang cenderung pasif dan hanya mendengarkan saat konsultasi dengan dokter. Padahal, sesi konsultasi merupakan saat yang tepat untuk mengajukan berbagai pertanyaan ke dokter tentang kondisi Anda.

Dokter umumnya juga akan merasa terbantu ketika pasiennya mengajukan pertanyaan. Sebab dengan begitu, mereka menjadi lebih yakin bahwa pasiennya benar-benar mengetahui kondisi kesehatannya.

Jika Anda masih bingung tentang pertanyaan apa saja yang perlu diajukan saat bertemu dokter, simak informasi berikut!

Daftar pertanyaan untuk dokter saat konsultasi

Beberapa dari Anda mungkin enggan bertanya pada dokter karena khawatir tidak akan mengerti apa yang dijelaskannya.

Padahal, Anda bisa meminta dokter menjawab pertanyaan Anda atau menjelaskan hal tertentu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, bukan bahasa medis.

Ketika bingung dengan penjelasan dokter pun, Anda bisa kembali mempertanyakan jawaban tersebut. Jadi, jangan takut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seperti berikut.

1. Penyakit apa yang sedang saya alami?

pertanyaan untuk dokter

Ketika mendiagnosis penyakit, dokter mungkin menggunakan istilah seperti angina, hipertensi, abses, dan lain-lain

Jika Anda tidak mengetahui apa arti semua istilah tersebut, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut pada dokter dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Namun, pastikan Anda sudah menjelaskan tentang semua gejala atau keluhan yang Anda alami sehingga dokter dapat memastikan penyakit dengan tepat.

2. Apa penyebab penyakit ini?

Saat dokter sudah berhasil mendiagnosis penyakit Anda, jangan ragu untuk bertanya bagaimana Anda bisa terjangkit penyakit tersebut.

Pasalnya, beberapa penyakit dapat disebabkan oleh faktor risiko tertentu, seperti makanan, lingkungan, dan bahkan genetik.

Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa melakukan upaya untuk menghindari kekambuhan atau mencegah perburukan penyakit.

3. Apakah penyakit saya menular?

Salah satu pertanyaan penting untuk diajukan kepada dokter saat konsultasi adalah apakah penyakit yang Anda alami dapat menular.

Pasalnya, beberapa macam penyakit seperti TBC, cacar air, dan ISPA akan sangat mudah menular sehingga membahayakan orang di sekitar Anda.

Jika Anda memiliki penyakit menular, jangan lupa bertanya kepada dokter mengenai cara penularan penyakit dan pencegahan yang bisa Anda lakukan.

Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda bisa melindungi orang-orang terdekat, seperti pasangan, orangtua, atau anak.

4. Apakah pengobatan saya memiliki efek samping?

Tidak jarang suatu pengobatan memberikan efek samping yang kurang menyenangkan.

Jika Anda merasa takut dengan penjelasan efek samping yang diberikan dokter, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut tentang hal tersebut.

Selain itu, jangan lupa beri tahu dokter tentang obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat herbal dan obat tanpa resep.

Pastikan pula Anda sudah memahami aturan minum obat yang dijelaskan. Dengan begitu, dokter bisa menyesuaikan dosisnya atau memberikan obat lain untuk mencegah interaksi obat.

Tahukah Anda?

Ada beberapa jenis obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping atau mengurangi efektivitas satu sama lain jika diminum secara bersamaan.
Pada kondisi tersebut, dokter perlu melakukan beberapa penyesuaian sebelum meresepkan Anda obat.

5. Ajukan pertanyaan pada dokter mengapa prosedur medis tertentu perlu dilakukan

rumah sakit internasional di jakarta

Untuk memastikan hasil diagnosis, dokter kerap menyarankan pasien untuk mengikuti beberapa prosedur pemeriksaan, seperti CT scan dan tes darah.

Karena berbagai tes tersebut memakan biaya tambahan, beberapa orang memilih untuk tidak melakukannya. Padahal, tes tersebut memberikan hasil yang penting.

Oleh karena itu, jika diminta melakukan prosedur tambahan, jangan ragu untuk bertanya tentang manfaat dan risiko efek sampingnya jika Anda tidak melakukannya.

6. Apakah penyakit saya bisa kambuh?

Meski sudah diobati dan dinyatakan sembuh, beberapa penyakit seperti asma, diabetes, dan penyakit infeksi tetap bisa muncul kembali atau kambuh.

Oleh karena itu, pastikan apakah penyakit yang Anda miliki bisa kambuh atau tidak dengan bertanya pada dokter.

Selain menjawab pertanyaan, dokter biasanya juga menjelaskan pantangan gaya hidup atau pola makan tidak sehat yang perlu Anda hindari supaya penyakit tidak kambuh lagi.

7. Ajukan pertanyaan kapan kontrol untuk dokter

Saat berobat, jangan ragu untuk bertanya pada dokter apakah Anda perlu berkunjung kembali untuk kontrol.

Pasalnya, beberapa pengobatan penyakit memang perlu diawasi secara berkala oleh dokter sehingga pasien perlu melakukan kunjungan rutin.

Setelah mendapatkan jadwal kontrol, pastikan Anda melakukannya secara rutin dan menyampaikan ke dokter jika berhalangan untuk hadir.

8. Apakah penyakit ditanggung BPJS atau asuransi kesehatan?

Meskipun biaya pengobatan dan hal-hal terkait BPJS kesehatan dan asuransi umumnya disampaikan oleh petugas lain, tidak ada salahnya untuk menanyakannya pada dokter.

Pasalnya, jika memang ada obat atau perawatan lain dari dokter yang tidak ditanggung asuransi, Anda bisa mengajukan keberatan.

Jika memungkinkan, dokter bahkan dapat memberikan saran terkait perawatan yang ditanggung asuransi. Jadi, tak perlu malu untuk bertanya tentang pengobatan dan asuransi pada dokter.

9. Ajukan pertanyaan untuk dokter tentang durasi pengobatan

National Institute on Aging menyebutkan bahwa penting untuk menanyakan tentang berapa lama Anda harus menerima pengobatan. Dengan begitu, Anda bisa memahami kemajuan kondisi Anda setiap harinya.

Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik, Anda bisa kembali ke dokter dan berkonsultasi lebih lanjut. Usahakan untuk kembali ke dokter yang sama.

Pada kasus tertentu, pasien mungkin memerlukan penyesuaian pengobatan jika opsi perawatan pertama yang diberikan tidak membuahkan hasil.

10. Adakah pantangan selama menjalani pengobatan?

Demi hasil pengobatan yang optimal, jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai pantangan selama masa perawatan.

Jika pantangan yang diberikan bertolak belakang dengan keseharian Anda, misalnya Anda tidak boleh berolahraga berat padahal Anda adalah seorang olahragawan, tanyakan alternatifnya kepada dokter.

Dokter umumnya memberikan pantangan terkait makanan dan aktivitas. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan pantangan tersebut, tanyakan adakah alternatif lain untuk menggantikannya.

Setiap orang bisa mengajukan pertanyaan yang berbeda untuk dokter, termasuk yang tidak tertulis di atas.

Jangan takut atau malu saat mengajukan pertanyaan karena dokter akan dengan senang hati membantu pasiennya memahami lebih lanjut tentang kondisinya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 05/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan