Apa Itu Stroke Hemoragik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu stroke hemoragik?

Stroke hemoragik adalah kondisi di mana pendarahan terjadi pada otak. Suplai darah yang dialirkan ke otak pun berkurang.

Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak, sehingga fungsi otak akan terganggu. Hal ini juga berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen.

Stroke hemoragik terjadi karena arteri atau pembuluh darah pecah dan terjadi pendarahan. Pecahnya pembuluh darah dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari hipertensi kronis hingga aneurisma.

Kondisi ini tergolong sangat serius dan berisiko mengancam nyawa. Diagnosis dan pengambilan tindakan sejak dini dapat mengurangi kerusakan pada otak dan munculnya komplikasi lain.

Seberapa umumkah stroke hemoragik?

Stroke dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke jenis hemoragik adalah jenis yang jarang terjadi. Jenis ini hanya menyumbang sekitar 13% dari semua stroke, tetapi lebih berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian.

Sebanyak 15 juta orang menderita penyakit ini setiap tahunnya. Dari angka tersebut, sekitar 5 juta penderitanya mengalami cacat permanen, dan 5 juta lainnya meninggal karena penyakit ini.

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, yaitu 55 tahun ke atas. Meskipun demikian, terdapat pula beberapa kasus stroke hemoragik yang terjadi pada pasien berusia lebih muda.

Selain itu, pasien berjenis kelamin laki-laki lebih banyak terserang penyakit ini dibanding yang berjenis kelamin perempuan.

Stroke hemoragik dapat dicegah dan diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari stroke hemoragik?

Penyakit stroke umumnya dibagi menjadi dua, yaitu tipe iskemik dan hemoragik. Iskemik terjadi akibat adanya penyumbatan arteri, sedangkan hemoragik disebabkan oleh pecahnya arteri.

Stroke hemoragik sendiri dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu hemoragik intraserebral dan subarachnoid. Berikut penjelasannya.

1. Hemoragik intraserebral

Stroke jenis ini terjadi akibat arteri yang terdapat di dalam otak pecah. Pecahnya arteri menyebabkan terjadi pendarahan di dalam otak. Darah yang bocor akan memengaruhi jaringan di sekitar otak beserta sel-selnya.

Sebanyak 10% stroke jenis hemoragik tergolong dalam intraserebral. Penyebab utamanya adalah hipertensi kronis.

2. Hemoragik subarachnoid

Pada jenis subarachnoid, pendarahan juga terjadi akibat arteri di otak pecah. Namun, darah yang keluar akan mengalir ke celah di antara permukaan otak dan tengkorak kepala.

Pendarahan subarachnoid umumnya disebabkan oleh adanya aneurisma atau pelebaran di arteri. Pelebaran tersebut dapat mengakibatkan arteri pecah dan berkurangnya aliran darah ke otak.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari stroke hemoragik?

Tanda-tanda dan gejala stroke hemoragik bervariasi dari satu penderita dan penderita lainnya. Hal ini tergantung pada jenis stroke dan tingkat keparahannya.

Beberapa gejala yang ditemukan pada penderita stroke pada umumnya adalah:

1. Sulit berbicara dan menangkap informasi

Penderita stroke mungkin akan merasa kebingungan. Cara berbicaranya pun mengalami perubahan. Kemampuannya untuk memahami percakapan sehari-hari juga akan menurun.

2. Kelumpuhan atau kekakuan

Penyakit ini menyebabkan rasa kaku, lemah, bahkan lumpuh pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, lengan, dan kaki. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu bagian tubuh saja.

3. Kesulitan melihat

Orang dengan stroke akan mengalami masalah pada penglihatannya. Salah satu atau kedua mata mungkin memiliki penglihatan yang buram, kabur, atau menggelap.

4. Sakit kepala

Salah satu gejala yang paling sering terjadi pada penderita penyakit ini adalah sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba. Rasa sakit juga disertai dengan mual, muntah, pusing, dan kebingungan.

5. Sulit berjalan

Penderita stroke akan merasakan pula kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh, sehingga berjalan biasa pun terasa berat untuk dilakukan.

Apabila penderita mengalami pendarahan jenis intraserebral, gejala yang muncul biasanya berupa:

  • Beberapa bagian tubuh terasa lemah mendadak
  • Kelumpuhan atau mati rasa di beberapa bagian tubuh
  • Sulit berbicara
  • Sulit mengendalikan gerakan mata
  • Muntah
  • Kesulitan berjalan
  • Pernapasan tidak teratur
  • Pingsan
  • Hilang kesadaran

Sementara itu, stroke jenis subarachnoid akan menunjukkan gejala-gejala yang tidak jauh berbeda, seperti:

  • Sakit kepala yang sangat parah dan tiba-tiba (beberapa orang menggambarkannya seperti “tersambar petir”)
  • Mual dan muntah
  • Ketidakmampuan untuk melihat cahaya terang
  • Leher kaku
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Koma

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda atau seseorang mengalami gejala-gejala di atas, meskipun gejalanya seringkali muncul dan hilang, Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui apakah kemungkinan seseorang menderita stroke atau tidak:

  • Minta orang tersebut untuk senyum. Apa salah satu bagian wajahnya terlihat lemas atau “jatuh”?
  • Minta orang tersebut untuk mengangkat kedua lengan. Apa salah satu lengannya cenderung turun dan sulit diangkat?
  • Ucapkan satu kalimat sederhana dan minta orang tersebut mengulangnya. Apakah cara berbicaranya terdengar aneh atau berantakan?

Perawatan darurat sangat penting untuk stroke hemoragik. Bila Anda memiliki gejala yang tercantum di atas atau tanda-tanda yang bersangkutan, silakan mencari perawatan medis sesegera mungkin.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab stroke hemoragik?

Stroke atau pendarahan pada otak umumnya disebabkan oleh beberapa masalah atau kondisi kesehatan. Berikut adalah penyebab-penyebab stroke hemoragik:

1. Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyebab yang paling sering ditemukan pada kebanyakan kasus stroke hemoragik, terutama pada tipe intraserebral.

Hipertensi dapat terjadi akibat adanya kelainan atau masalah pada ginjal atau konsumsi obat-obatan tertentu. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini tidak memiliki penyebab apapun atau muncul secara mendadak.

2. Aneurisma

Aneurisma adalah pelebaran atau pembengkakan pada dinding arteri. Dinding arteri mengalami penipisan dan menjadi lemah, sehingga pelebaran dapat terjadi.

Kondisi ini bisa muncul saat lahir (kongenital), atau mungkin berkembang seiring dengan berjalannya waktu, terutama jika memiliki riwayat hipertensi.

3. Angiopati amiloid otak

Angiopati amiloid adalah kondisi di mana protein amiloid menumpuk di pembuluh darah otak. Hal tersebut dapat memicu terjadinya kerusakan, sehingga pendarahan berpotensi terjadi.

Angiopati amiloid lebih banyak ditemukan pada orang-orang berusia lanjut.

4. Malformasi arteri (AVM)

Malformasi arteri atau AVM adalah kondisi di mana terjadinya kelainan pada pertumbuhan sekelompok pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk otak.

AVM biasanya muncul saat lahir. Jika AVM terletak di otak, kondisi ini berisiko menyebabkan terjadinya pendarahan.

5. Pengobatan antikoagulan (pengencer darah)

Beberapa orang mengonsumsi obat-obatan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah justru berpotensi mengalami pendarahan pada otaknya.

Kemungkinan lainnya yang dapat menyebabkan pendarahan pada otak adalah:

  • Cedera kepala
  • Gangguan pada sirkulasi darah
  • Konsumsi obat-obatan ilegal seperti kokain

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena stroke hemoragik?

Stroke hemoragik adalah kondisi yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit ini.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan menderita penyakit ini. Terdapat juga kemungkinan Anda akan mengalami penyakit ini meskipun Anda tidak memiliki faktor-faktor risiko apapun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya pendarahan pada otak:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak dijumpai pada pasien berusia lanjut, yaitu 55 tahun ke atas.

2. Jenis kelamin

Penyakit ini juga lebih banyak menyerang pasien berjenis kelamin wanita dibanding pria.

3. Memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi

Apabila Anda pernah atau sering menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), Anda memiliki peluang lebih besar untuk mengalami stroke ini.

4. Memiliki anggota keluarga dengan penyakit stroke atau masalah jantung

Jika di dalam keluarga Anda ada yang menderita penyakit stroke atau riwayat serangan jantung, risiko Anda untuk menderita stroke pun lebih tinggi.

5. Merokok, baik aktif maupun pasif

Orang-orang yang aktif merokok maupun yang sering terpapar asap rokok di lingkungan sekitar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke.

6. Menderita penyakit kolesterol

Penyakit kolesterol juga berkontribusi pada peluang seseorang menderita stroke hemoragik.

7. Pernah mengalami gangguan apnea tidur

Gangguan apnea tidur adalah kondisi di mana pernapasan seringkali terganggu saat tidur. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke atau pendarahan di otak.

8. Memiliki gaya hidup kurang sehat

Jika Anda kurang aktif berolahraga, sering minum minuman beralkohol, dan memiliki berat badan berlebih, peluang Anda untuk mengalami stroke hemoragik lebih besar.

9. Menjalani terapi hormon atau pil kontrasepsi

Wanita yang menggunakan pil kontrasepsi atau menjalani terapi hormon estrogen cenderung lebih rentan memiliki penyakit ini di masa depan.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh stroke hemoragik?

Stroke jenis hemoragik dapat menyebabkan kecacatan sementara atau permanen, tergantung pada seberapa lama otak kekurangan aliran darah serta bagian otak mana yang terdampak.

Komplikasi yang kemungkinan bisa muncul meliputi:

1. Lumpuh

Stroke berpotensi menyebabkan salah satu atau beberapa bagian tubuh mengalami kelumpuhan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari, seperti makan, berjalan, hingga berganti pakaian.

2. Kesulitan berbicara atau menelan

Stroke juga dapat memengaruhi kontrol otot di mulut dan tenggorokan. Anda kemungkinan dapat mengalami kesulitan menelan (disfagia), berbicara (disartria), bahkan kesulitan berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari (aphasia).

3. Hilang ingatan dan sulit berpikir

Kondisi ini juga menyebabkan beberapa penderitanya mengalami hilang ingatan sebagian. Beberapa juga mengalami kesulitan berpikir, berkonsentrasi, membuat keputusan, dan memahami konsep-konsep sederhana.

4. Masalah emosional

Orang-orang dengan stroke mungkin juga akan mengalami kesulitan mengontrol emosinya, sehingga mereka rentan mengalami depresi.

5. Rasa nyeri atau sakit

Penderita penyakit ini juga mungkin merasakan sensasi-sensasi aneh di bagian-bagian tubuhnya, mulai dari rasa geli, nyeri, hingga sakit. Beberapa orang juga mengeluhkan rasa sensitif terhadap perubahan suhu.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis stroke hemoragik?

Diagnosis stroke hemoragik diperlukan agar tim medis dan dokter dapat mengetahui jenis pengobatan yang tepat, tergantung pada bagian otak yang mengalami kerusakan.

Pertama-tama, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami, riwayat penyakit yang Anda dan anggota keluarga miliki, serta mengecek tekanan darah dan detak jantung Anda.

Setelah itu, dokter juga mungkin akan menggunakan alat bernama oftalmoskop untuk mengecek adanya penggumpalan darah di bagian belakang mata Anda.

Berikut adalah beberapa tes tambahan yang akan dilakukan oleh dokter apabila Anda diduga memiliki stroke hemoragik:

1. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat darah Anda menggumpal, bagaimana kadar gula Anda, serta kemungkinan adanya infeksi.

2. CT scan

CT scan dapat menghasilkan gambar yang detail dari otak Anda. Melalui CT scan, dokter dapat mengetahui adanya pendarahan, tumor, atau stroke di otak Anda. Terdapat beberapa jenis CT scan yang dapat dilakukan, tergantung pada kondisi Anda.

3. MRI scan

MRI scan menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambar bagian dalam otak Anda. Dengan tes ini, dokter dapat mengecek adanya kerusakan jaringan otak akibat stroke iskemik maupun hemoragik.

4. Ultrasonografi karotid

Pada tes ini, gelombang suara digunakan untuk menghasilkan gambar di bagian arteri karotid. Arteri ini terletak di leher Anda. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui adanya penumpukan lemak dan aliran darah di arteri karotid Anda.

5. Angiogram otak

Dokter akan memasukkan kateter kecil melalui pangkal paha Anda. Kateter ini kemudian akan masuk ke dalam arteri karotid atau vertebral Anda. Lalu, sebuah cairan pewarna akan disuntikkan agar arteri Anda dapat terlihat melalui X-ray. Tujuannya adalah untuk melihat bagian arteri otak dan leher Anda secara lebih detail.

6. Ekokardiogram

Tes ekokardiogram bertujuan untuk menemukan adanya penggumpalan di jantung Anda, yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada otak.

Apa saja pengobatan yang  biasa dilakukan untuk stroke hemoragik?

Jika Anda mengalami stroke, penting bagi Anda untuk segera mendapatkan penanganan medis. Pengobatan yang dilakukan sesegera mungkin dapat menyelamatkan hidup Anda.

Pengobatan pada stroke hemoragik umumnya meliputi:

  • Obat pengontrol pembengkakan otak
  • Obat untuk menghilangkan sakit kepala
  • Obat kejang, seperti fenitoin

Dalam beberapa kasus yang parah, prosedur bedah diperlukan untuk menghentikan pendarahan, mengurangi tekanan di dalam tengkorak, dan mempercepat pemulihan. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan adalah:

  • Operasi malformasi arteri
  • Operasi pada aneurisma
  • Penggunaan kateter
  • Stereotactic radiosurgery

Untuk membantu proses pemulihan lebih cepat, berbagai jenis terapi dan rehabilitasi mungkin diperlukan. Pilihan termasuk terapi fisik, terapi okupasi, atau terapi berbicara.

Tujuan dari rehabilitasi adalah untuk membantu mengembalikan kemampuan fisik dan berbicara pasien secepat mungkin.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stroke hemoragik?

Berikut adalah gaya hidup yang dapat membantu Anda mengatasi stroke hemoragik:

1. Menjalani pola makan yang lebih sehat

Anda dapat mencoba mengganti menu makanan Anda dengan menu yang lebih sehat dan bernutrisi. Sebaiknya, kurangi kolesterol, lemak jenuh, gula, dan sodium dalam makanan Anda.

Perbanyak punya konsumsi sayur, buah-buahan, serta gandum utuh sehingga Anda terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat memicu munculnya stroke.

2. Rajin berolahraga

Pastikan Anda rutin menggerakkan badan setiap harinya. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah serta jantung Anda.

Anda bisa coba berolahraga 30 menit sehari, dengan kegiatan seperti berjalan santai, jogging, berenang, atau bersepeda. Tidak perlu mencoba olahraga yang terlalu berat karena yang terpenting adalah konsisten dan rutin dalam melakukannya.

3. Hindari rokok dan alkohol

Rokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko Anda mengalami stroke, namun juga berdampak buruk pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Maka dari itu, mulailah menghindari rokok dan minuman beralkohol.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 8, 2019

Yang juga perlu Anda baca