Sindrom Moyamoya, Penyakit yang Dapat Jadi Pemicu Stroke pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Otak adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki peran vital untuk manusia. Otak berfungsi sebagai pusat perintah dan sistem saraf yang akan mengendalikan tubuh dalam melakukan berbagai kegiatan. Agar dapat bekerja dengan baik, otak membutuhkan nutrisi dan oksigen dalam darah yang akan dialirkan melalui sistem serebrovaskular.

Namun, bagaimana jika gangguan pada sistem serebrovaskular terjadi? Disebut dengan nama sindrom moyamoya, inilah yang akan terjadi pada tubuh manusia.

Apa itu sindrom moyamoya?

sindrom moyamoya
Sumber: Dreams Time

Sindrom moyamoya merupakan kondisi di mana pembuluh darah bernama arteri karotis mengalami penyempitan yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah ke otak. Meski otak akan bekerja dengan menumbuhkan pembuluh darah baru sebagai penggantinya, kerjanya hanya bersifat sementara dan dapat berhenti di kemudian hari.

Diambil dari bahasa Jepang yang berarti “gumpalan”, nama moyamoya merujuk pada tampilan bagai gumpalan asap dari pembuluh darah baru yang muncul pada hasil pemindaian otak.

Termasuk penyakit yang jarang terjadi, sindrom moyamoya paling banyak menimpa anak-anak yang 5-10 tahun. Pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa di kisaran usia 30-50 tahun.

Sindrom moyamoya bersifat progresif, yang berarti penyakit akan semakin memburuk jika tidak segera dilakukan pengobatan. Seringnya sindrom ini memicu stroke ringan, tapi bisa juga berujung pada hal yang lebih fatal seperti perdarahan pada otak.

Selain lebih banyak ditemukan pada perempuan, sindrom moyamoya juga lebih banyak terjadi pada orang-orang keturunan Asia, terutama negara Asia Timur seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok.

Gejala yang akan muncul

Sebenarnya, gejala yang dirasakan bisa berbeda-beda tergantung umur pasien. Biasanya pasien dewasa akan mengalami perdarahan, stroke, atau kehilangan penglihatan. Namun, pada anak-anak gejalanya meliputi:

  • kejang
  • sakit kepala
  • susah bicara
  • mati rasa pada bagian wajah, lengan dan kaki, atau bagian salah satu sisi tubuh
  • gangguan penglihatan
  • yterhambatnya perkembangan
  • hilang kendali atas gerak tubuh

Berbagai gejala di atas dapat dipicu ketika anak terlalu intens saat melakukan beberapa hal seperti berolahraga dan menangis, atau bisa juga karena demam.

Bagaimana pengobatan sindrom moyamoya?

operasi kanker kulit

Karena penyakit ini dapat berakibat fatal, penting bagi pasien untuk segera mendapatkan diagnosis agar bisa menjalani penanganan lebih awal. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan pemindaian CT-scan atau MRI pada otak.

Bila sudah terdiagnosis, terdapat dua jenis penanganan yang bisa diberikan yaitu melalui operasi atau dengan obat-obatan.

Penanganan dengan obat-obatan akan bekerja untuk mengurangi risiko stroke atau mengendalikan kejang-kejang. Obat yang diberikan termasuk pengencer darah, pemblokir saluran kalsium yang dapat mengurangi gejala sakit kepala, dan obat anti-kejang.

Sayangnya, obat-obatan tersebut tidak bekerja untuk mencegah penyempitan pembuluh darah ke otak, sehingga solusi yang diberikan pun bersifat sementara. Oleh karena itu, pasien dengan kasus yang lebih parah biasanya akan langsung diajukan untuk operasi. Berikut adalah beberapa pilihan operasi untuk sindrom moyamoya:

  • Encephaloduroarteriosynangiosis (EDAS). Prosedur dilakukan dengan membuat lubang kecil sementara di tengkorak yang ada di bawah pembuluh darah. Kemudian, pembuluh dijahit ke permukaan otak untuk mendapatkan aliran darah.
  • Ensefalomiosinangiosis (EMS). Pada prosedur ini, otot temporalis pada tulang pelipis akan dibedah lalu ditempatkan pada permukaan otak untuk membentuk suplai darah baru dari otot yang telah dipindahkan.
  • Arteri temporal superfisialis (STA-MCA). Operasi dilakukan dengan menjahit pembuluh darah pada kulit kepala ke pembuluh yang ada pada permukaan otak. Nantinya, lubang kecil akan dibuat pada tengkorak untuk mendorong pertumbuhan pembuluh baru dari kulit kepala ke otak.

Sayangnya, belum ditemukan apa penyebab pasti yang dapat menimbulkan sindrom moyamoya. Meski demikian, ada faktor-faktor yang membuat lebih berisiko. Salah satunya, adanya riwayat keluarga dengan penyakit serupa dan adanya kondisi tertentu seperti neurofibromatosis tipe 1 atau down syndrome.

Jika ada orang terdekat yang memiliki kondisi di atas, lebih baik segera periksa dan konsultasikan ke dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit ini agar bisa ditangani lebih cepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Berbagai Gejala Stroke Ringan, Ketika dan Setelah Serangan Stroke

Meskipun sulit untuk memprediksi munculnya stroke, tapi Anda dapat mengetahui gejala stroke saat serangan, setelah serangan atau hanya gejala stroke ringan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Stroke, Health Centers 11/08/2018 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Membedakan Gejala Multiple Sclerosis Dengan Stroke?

Gejala multiple sclerosis dan stroke memang mirip. Namun, keduanya adalah penyakit yang berbeda. Berikut perbedaan keduanya berdasarkan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Stroke, Health Centers 17/03/2018 . Waktu baca 4 menit

11 Penyebab Utama Stroke Pada Remaja

Remaja yang mengalami stroke sering memiliki satu atau lebih dari masalah yang mempengaruhi pembekuan darah, di antaranya kondisi-kondisi berikut ini.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Stroke, Health Centers 31/08/2017 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Gejala Stroke Ringan yang Harus Diwaspadai

Pola hidup dan kesehatan yang bermasalah, nyatanya dapat menyebabkan gejala stroke ringan. Simak penyebab dan gejala stroke ringan yang harus diwaspadai.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Stroke, Health Centers 17/02/2017 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak stroke pada anak

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Obat stroke ringan

Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019 . Waktu baca 9 menit
manfaat dongeng untuk stroke

Benarkah Dongeng Bisa Mengurangi Penyakit Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . Waktu baca 4 menit
gejala stroke ringan

Tanda dan Gejala Stroke Ringan (TIA) yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/09/2018 . Waktu baca 2 menit