Keseringan Minum Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obat pereda nyeri bisa menjadi solusi terbaik untuk mengobati segala jenis rasa sakit yang tidak tertahankan. Beberapa jenis obat antinyeri seperti ibuprofen dan paracetamol atau aspirin bisa dibeli bebas di warung atau toko obat. Sementara jenis antinyeri yang lebih kuat untuk kasus nyeri kronis seperti golongan opiat (fentanil, hidromorfon, heroin, metadon, morfinoxycodone, dan tramadol), dosisnya diatur sangat ketat sehingga Anda akan perlu menebus resep dokter.

Yang mana pun obat yang Anda pakai, pereda nyeri tidak untuk digunakan setiap hari — hanya minum obat ini jika benar-benar diperlukan. Penggunaan obat penghilang nyeri jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya pada kesehatan.

Risiko efek samping obat pereda nyeri jika terus digunakan dalam jangka panjang

Efek samping ringan yang mungkin muncul setelah penggunaan obat nyeri untuk sementara adalah mual, muntah, sakit perut. sakit kepala, rasa kantuk atau disorientasi (linglung, bingung), hingga masalah pencernaan seperti diare atau sembelit. NSAID juga dapat menyebabkan lengan dan kaki membengkak.

Dilanjutkan terus, terlalu sering minum obat pereda nyeri dalam jangka panjang dapat membuat tubuh menjadi kebal terhadap efek obat. Obat tidak lagi bekerja efektif untuk mengatasi rasa sakit yang muncul, sehingga Anda perlu dosis yang lebih tinggi lagi. Lama kelamaan, kondisi kebal obat dapat membuat Anda menjadi ketergantungan obat.

Selain itu, penggunaan obat penghilang rasa sakit dalam waktu lama dapat menyebabkan luka (ulkus) pada lambung maupun usus halus yang bisa mengakibatkan perdarahan dalam dan terjadinya infeksi pada rongga perut (peritonitis). Konsumsi obat antinyeri yang berkelanjutan meski tidak perlu-perlu amat juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan gagal ginjal akibat efek obat yang merusak fungsi ginjal.

Ibuprofen, aspirin, dan NSAID lainnya juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Efek obat pereda nyeri dapat mengganggu kerja otot polos dinding pembuluh sehingga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengerut dan melonggar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan pada pembuluh darah yang sering disebut aterosklerosis. Dalam jangka panjang, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung koroner hingga serangan jantung dan stroke apabila tidak ditangani dengan tepat.

Yang lebih parah, ketergantungan obat lambat laun dapat mendorong penggunanya jatuh ke fase overdosis yang bisa berakibat fatal.

Lalu bagaimana cara mencegah sebelum ketergantungan obat?

Obat pereda nyeri sejatinya hanya digunakan ketika perlu saja, tidak untuk pemakaian rutin atau harian dalam jangka waktu lama. Untuk menghindari risiko efek sampingnya, Anda harus mematuhi instruksi cara pakai obat yang tertera dalam label kemasan. Jika diresepkan oleh dokter, patuhi sesuai petunjuk penggunaan obat yang dianjurkan.

Apabila Anda merasa perlu untuk mengonsumsi dosis yang lebih tinggi, mungkin tandanya obat tersebut sudah tidak lagi efektif untuk Anda. Jangan mengganti obat atau menaikkan dosisnya sembarangan tanpa mendapatkan saran lebih lanjut dari dokter. Jangan pula mencampur obat dengan obat jenis lain tanpa berkonsultasi lebih dulu pada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Perawatan Psoriasis Arthritis yang Bisa Dilakukan Pasien di Rumah

Selain obat dari dokter, pasien juga bisa menerapkan perawatan di rumah untuk membantu mengobati psoriasis arthritis. Apa saja perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit, Health Centers 24/09/2019 . 4 mins read

5 Tips Minum Obat Pereda Nyeri Agar Tetap Aman Tanpa Efek Samping

Setiap obat pereda nyeri memiliki efek samping. Untungnya, ada tips yang dapat dilakukan agar obat pereda nyeri yang Anda minum tetap aman dan efektif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 05/08/2019 . 4 mins read

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Obat pereda nyeri memang efektif, tapi juga memiliki sederet efek samping. Lalu, berapa banyak dosis aman minum obat pereda nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 03/08/2019 . 5 mins read

Efek Samping Minum Obat Pereda Nyeri, dari Ringan Hingga yang Fatal

Ada berbagai jenis obat pereda nyeri dengan keunggulan dan efek samping masing-masing. Lantas, apa saja efek samping tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/07/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

terapi untuk psoriasis arthritis

Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
NSAID untuk autoimun

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 5 mins read
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 mins read
menghilangkan pegal setelah bekerja

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 06/11/2019 . 4 mins read