Tanda-tanda Peringatan Stroke Ringan yang Tidak Bisa Anda Abaikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lebih dikenal dengan stroke ringan merupakan hilangnya fungsi saraf otak dalam waktu singkat yang disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah. Gejala stroke ringan begitu identik dengan gejala stroke yang juga disebabkan oleh peristiwa iskemik atau penyumbatan.

Meskipun gejala TIA terjadi dalam beberapa waktu dan dapat hilang dengan sendirinya, penyakit ini sebaiknya tidak dianggap sepele. 

Gejala stroke ringan dapat menjadi peringatan atas serangan stroke yang sebenarnya yang kemungkinan besar terjadi di kemudian hari.

Kenali dengan baik gejala dari penyakit ini sehingga Anda tetap bisa melakukan pencegahan terhadap perkembangan penyakit stroke.

Apa yang dimaksud dengan serangan stroke ringan?

Untuk memahami pengertian stroke ringan, atau serangan iskemik transien (TIA), Anda harus terlebih dahulu memahami arti dari kata iskemia.

Otak yang sehat membutuhkan pengiriman oksigen dan darah yang konstan serta kaya akan nutrisi ke masing-masing sekitar 100 miliar neuron. 

Untuk mencapai hal ini, dan untuk memastikan fungsi otak normal, darah mengalir ke beberapa pembuluh darah pada setiap bagian otak.

Iskemia digambarkan dengan terputusnya sementara suplai darah akibat terdapatnya penyumbatan aliran darah. 

Penyumbatan terjadi akibat aterosklerosis, yaitu adanya pembekuan darah yang disebabkan oleh timbunan plak kolesterol yang mengendap di pembuluh arteri yang mengarah ke bagian otak sehingga menyebabkan munculnya gejala stroke ringan.

Gejala stroke ringan dapat berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam, tapi menurut definisi, mereka akan hilang dalam waktu kurang dari 24 jam.

Sama halnya dengan gejala stroke sebenarnya, penderita stroke ringan akan mengalami gejala gangguan fungsi otak, seperti kesulitan berbicara atau menggerakkan lengan dan kaki pada satu sisi tubuh mereka.

Ketika otak kekurangan suplai oksigen dan nutrisi, setiap neuron atau saraf yang menyusun jaringan otak menjadi mati dan berhenti berfungsi. 

Namun dalam stroke ringan, terhambatnya aliran darah ke otak terjadi dalam periode yang singkat sehingga tidak menimbulkan kerusakan otak permanen

Bagaimana gejala stroke bisa terjadi?

Dua puluh persen dari orang-orang yang mengalami gejala stroke ringan akan berlanjut mengalami stroke dalam tiga bulan ke depan. 

Sayangnya, banyak orang gagal untuk mencari bantuan medis dan terlanjur merasakan dampak kesehatan dari serangan stroke sebelum mereka diperiksa oleh dokter.

Gejala stroke ringan muncul secara tiba-tiba dan bervariasi tergantung pada bagian otak yang terpengaruh. 

Stroke ringan yang mempengaruhi bagian otak yang digunakan secara minimal dalam fungsi sehari-hari menyebabkan gejala yang bersifat lebih ringan. Sebaliknya, serangan stroke ringan yang mempengaruhi bagian otak yang berperan penting dalam fungsi kognitif dan kontrol gerak menimbulkan gejala yang cukup parah.

Misalnya, orang yang menderita stroke ringan di bagian tangan otak dapat mengalami kesulitan menulis selama beberapa menit atau jam. 

Sementara orang yang mengalami serangan stroke ringan di batang otak, yaitu bagian otak berpusat untuk keseimbangan, kontrol suara, dan gerakan mata, tidak dapat melanjutkan aktivitasnya karena mengalami vertigo, kesulitan berbicara, atau gangguan penglihatan. 

Seperti apa gejala stroke ringan secara umum?

Stroke ringan paling sering mempengaruhi bagian otak yang mengontrol emosi dan fungsi motorik pada bagian wajah, lengan, dan kaki. 

Gejala stroke ringan dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk memahami dan menghasilkan ujaran. Gejala berlangsung dengan cepat. Dari setiap kasus stroke ringan, 60 persen gejala hanya muncul kurang dari satu jam. 

Berikut adalah daftar gejala yang paling umum dari stroke ringan:

  • Pusing dan kehilangan keseimbangan secara mendadak
  • Mengalami kelemahan otot pada satu sisi tubuh terutama pada bagian wajah lengan dan kaki
  • Mengalami kelumpuhan atau rasa kebas pada satu sisi tubuh terutama pada bagian wajah, lengan, atau kaki
  • Kebingungan atau kesulitan memahami perkataan orang lain
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti rabun, penglihatan ganda, atau kebutaan pada salah satu atau kedua mata
  • Sakit kepala parah tanpa diketahui penyebab pastinya
  • Kesulitan untuk berbicara sehingga artikulasi menjadi tidak jelas
  • Kesulitan untuk mengatur koordinasi sistem gerak tubuh
  • Kesulitan berjalan dan bergerak 
  • Kesulitan menelan makanan

Anda bisa mengalami beberapa gejala stroke ringan secara bersamaan. Sekali lagi, perbedaan ini bergantung pada bagian otak yang terpengaruh oleh penyumbatan pembuluh arteri.

Cara memeriksa gejala stroke ringan

Anda juga sebaiknya mewaspadai gejala stroke ringan apabila terjadi pada orang lain dan anggota keluarga Anda. Sama halnya dengan jenis stroke lainnya, Anda bisa memastikan apakah seseorang benar-benar terserang stroke ringan atau tidak melalui cara berikut ini:

  1. Cobalah untuk meminta orang tersebut untuk tersenyum. Serangan stroke non hemoragik akan membuatnya kesulitan untuk menggerakan mulut sehingga senyum jadi terlihat tidak simetris.
  2. Minta orang tersebut untuk mengangkat kedua lengannya. Jika salah satu tangan tidak bisa digerakan maka bisa berarti merupakan tanda dari stroke non hemoragik.
  3. Minta orang tersebut untuk mengulangi kalimat sederhana yang Anda ucapkan. Perhatikan apakah ia kesulitan mengerti perkataan Anda atau pengucapannya terdengar tidak jelas (pelo).

Membedakan gejala stroke ringan dengan penyakit lainnya

Tak jarang gejala stroke ringan sulit dibedakan dengan beberapa penyakit lainya. 

Menurut salah satu studi dalam Research Gate, gangguan saraf otak lain seperti migrain, hipoglikemia atau gangguan metabolisme, neuropati, vaskulitis, dan sindrom vestibular akut dapat menyerupai gejala stroke ringan.

Salah satu karakteristik utama dari gejala TIA atau gejala stroke lainnya adalah terjadinya penurunan aliran darah pada salah satu pembuluh arteri di dalam otak. 

Oleh sebab itu, dampak negatif yang ditimbulkan serangan stroke hanya memengaruhi bagian spesifik dari otak saja. Sehingga hanya beberapa fungsi otak saja yang mengalami gangguan seperti kemampuan berbicara, penglihatan atau kelumpuhan anggota gerak.

Sebaliknya, kondisi yang menyerupai stroke ringan cenderung memengaruhi kemampuan kerja saraf otak secara lebih luas sehingga menimbulkan banyak gangguan berbeda dalam waktu bersamaan, termasuk kehilangan kesadaran atau pingsan. 

Apa perbedaan antara stroke ringan dan stroke?

Dengan definisi saat ini, gejala stroke ringan akan hilang sepenuhnya dalam waktu kurang dari 24 jam, sedangkan gejala stroke berlangsung jangka panjang. 

Akan tetapi, diluar dari lamanya gejala berlangsung gejala TIA sangat identik dengan gejala stroke. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan mekanisme penyumbatan yang terjadi pada stroke ringan merupakan mekanisme yang sama yang terjadi pada stroke yang diakibatkan penyumbatan atau iskemik.

Saat mencoba membandingkan otak orang yang menderita stroke, dengan otak orang yang mengalami serangan TIA menggunakan MRI, sering kali sulit dibedakan antara yang satu dengan lainnya. 

Gejala stroke ringan hanya dapat dibedakan dengan gejala stroke ketika gejala tersebut mereda dengan sendirinya. Sedangkan pada stroke, gejala tidak akan sembuh tanpa melalui pengobatan dan terapi. 

Setelah mengalami gejala, apakah perlu ke dokter?

Semakin banyak kita memahami stroke ringan, semakin yakin kita bahwa ada gejala stroke ringan yang sedang terjadi. 

Karena gejala TIA berlangsung dalam waktu yang singkat, banyak orang tidak terlalu menganggapnya serius sehingga mereka tak merasa perlu untuk pergi ke dokter. 

Padahal ketika seseorang yang mengalami serangan stroke ringan akan lebih berpeluang terserang penyakit stroke yang menyebabkan kerusakan otak permanen.

Inilah sebabnya seberapapun ringan atau singkatnya gejalanya, sangat penting untuk pergi ke rumah sakit terdekat segera setelah Anda mulai merasakan gejala stroke ringan.

Bahkan jika Anda memiliki stroke ringan beberapa hari lalu, Anda tetap perlu menjalankan pemeriksaan medis sesegera mungkin. 

Diagnosis stroke ringan

Dalam mendiagnosis stroke, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan serta penyakit yang pernah atau sedang Anda derita yang mungkin menjadi faktor pemicu serangan stroke. Seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan ketidakseimbangan kolesterol. 

Setelah dokter bisa memastikan Anda mengalami serangan stroke ringan, ia akan meminta anda menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mengetahui penyebab dari serangan stroke tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa tes yang perlu dilakukan untuk mendiagnosis penyebab pasti dari gejala stroke ringan:

  • Pengambilan gambar bagian otak melalui CT scan dan MRI
  • Mendapatkan gambaran jelas pembuluh darah yang memasok darah ke otak melalui ultrasonografi karotid
  • Memeriksa dan memonitor irama detak jantung melalui elektrokardiogram untuk mencari sumber gumpalan darah atau emboli yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh arteri otak 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca