Dianggap Mematikan, Apakah Stroke Sebenarnya Bisa Disembuhkan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit stroke muncul saat pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi menuju otak terganggu atau berkurang sama sekali. Saat kekurangan oksigen, sel-sel otak akan mati, sehingga kemampuannya untuk mengontrol fungsi otak seperti pergerakan, sensitifitas rasa, kemampuan bicara, pemahaman dan ingatan akan terganggu bahkan hilang. Stroke adalah kondisi yang harus segera ditangani, karena semakin cepat tindakan diambil, maka akan semakin cepat proses pemulihannya.  Tapi, apa stroke bisa sembuh total?

Apa faktor penyebab stroke?

Faktor penyebab stroke terbagi dua, yaitu faktor yang bisa dikendalikan dan faktor yang tidak bisa dikendalikan. Faktor penyebab stroke yang bisa dikendalikan maksudnya adalah masalah kesehatan lain yang mungkin bisa memicu stroke, seperti:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Kolesterol
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung

Begitu juga dengan gaya hidup seperti merokok dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang sebenarnya bisa dihindari.  Sementara itu, faktor penyebab stroke yang tidak dapat dikendalikan yaitu:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Riwayat keluarga
  • Riwayat stroke sebelumnya

Jika dilihat dari sisi jenis kelamin laki-laki yang usia produktif memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan pada usia yang sama. Pada usia lanjut resiko pada laki-laki dapat dikatakan sama dengan perempuan. Sementara, orang yang pernah mengalami stroke juga cenderung berpeluang lebih besar terkena penyakit ini kembali.

Apa saja jenis stroke?

Stroke terbagi ke dalam dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Stroke iskemik

Jenis stroke ini terjadi saat arteri atau pembuluh darah tersumbat atau menyempit, sehingga aliran darah menuju otak berkurang atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Stroke hemoragik

Stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi saat pembuluh darah pada otak pecah, sehingga terjadi perdarahan pada otak. Hal ini biasanya disebabkan hipertensi atau aneurisma.

Banyak masalah kesehatan lain yang muncul akibat stroke. Namun, hal ini tergantung dengan jenis strokenya dan seberapa luas bagian otak yang terkena stroke.

Bahkan bagian otak yang terserang stroke juga akan menentukan seberapa parah kondisi pasien. Pasalnya, setiap bagian otak memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, jika stroke menyerang saraf sensorik, maka penderita akan merasa kesemutan dan mati rasa (baal). Sedangkan jika menyerang saraf motorik, dapat mengakibatkan kelumpuhan. Lalu, jika menyerang pusat bicara, maka penderita tidak dapat berbicara.

Sementara itu, perlu diingat bahwa tidak ada jenis stroke ringan. Kata ringan tersebut bisa membuat orang salah kaprah dan menganggap enteng. Padahal, tidak ada penyakit stroke yang ringan, ketika terkena penyakit ini maka pasien harus segera mendapat pertolongan medis.

Apakah penderita stroke bisa sembuh total?

Stroke bisa sembuh total. Hal ini menandakan pasien dapat kembali pada kondisi seperti sedia kala.

Bahkan proses penyembuhannya tidak memandang usia pasien. Artinya, penderita stroke pada usia produktif maupun lansia, sama-sama memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk sembuh total dari penyakit ini.

Lama pemulihan dari penyakit ini tergantung pada seberapa luas stroke menyerang otak penderita. Semakin luas bagian otak yang tersumbat atau mengalami perdarahan, maka akan semakin lama waktu pengobatan yang dibutuhkan.

Selain itu, semakin cepat ditangani dengan metode yang tepat, maka proses pengobatan hingga pasien pulih juga akan cepat.

Perlu juga dicatat bahwa berbagai hal yang bisa memicu stroke juga harus diperhatikan dan dikendalikan dengan baik, sehingga tak mengganggu pengobatan.

Apa saja jenis pengobatan untuk stroke?

Agar stroke bisa sembuh total, maka penderita harus menjalani pengobatan yang tepat. Pengobatan stroke bisa dilakukan dengan tindakan konservatif atau menggunakan obat-obatan, serta  operasi. Hal ini akan tergantung dengan kondisi masing-masing pasien.

Sebagai gambaran, pengobatan untuk penderita stroke iskemik, mayoritas diobati dengan obat-obatan saja. Namun, jika sumbatannya sudah meluas, hingga mencapai ⅔ bagian otak, maka pasien harus menjalani operasi.

Sementara, untuk stroke hemoragik yang volume perdarahannya masih kurang dari 30 cc dan terjadi pada otak besar, biasanya bisa diobati dengan cara konservatif tanpa operasi. Namun jika volume sudah lebih dari 30 cc pada otak besar atau diameter lebih dari 3 cm berlokasi pada batang otak atau di otak kecil, pasien harus segera dioperasi.

Hal lain yang bisa mempercepat pemulihan stroke

Sering kali, pasien stroke memanjakan dirinya dengan membatasi gerak tubuh, padahal penyakit ini justru harus dilawan dengan banyak bergerak sehingga proses penyembuhannya akan semakin cepat.

Di samping itu,  dukungan keluarga dan tim medis, serta motivasi dari diri pasien juga sangat menentukan keberhasilan dan lama atau tidaknya pengobatan stroke.

Dokter, sebagai pihak yang mengobati. Sementara, keluarga adalah pihak yang memberikan dukungan agar penderita memiliki usaha dan keinginan lebih untuk sembuh.

Sementara, penderita harus memiliki keinginan kuat dan usaha untuk melawan penyakit itu sendiri. Kerja sama yang baik antara dokter, keluarga, dan pasien akan membantu mempercepat proses pemulihan pasien.

Jika ketiga komponen dalam tim tidak memiliki koordinasi yang baik, maka proses penyembuhannya akan semakin lama.

Bagaimana dengan pengobatan alternatif?

Stroke bisa sembuh total, namun tidak dilakukan dengan pengobatan alternatif. Sebab, faktanya tidak ada pengobatan alternatif yang bisa digunakan untuk mengobati stroke. Hal ini disebabkan, terapis alternatif tidak bisa mempertanggungjawabkan jenis dan proses pengobatan yang digunakan.

Proses pengobatan yang dipilih dan digunakan oleh terapis alternatif tidak berdasarkan uji klinis yang sesuai prosedur. Jadi tidak bisa dipastikan bahwa proses pengobatan yang digunakan itu aman dan efektif mengobati stroke.

Justru sering kali pengobatan alternatif membuat kondisi pasien semakin parah, seperti stroke yang berulang, tidak terkontrol, dan semakin berat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy

    Artikel dari ahli dr. Zicky Yombana, Sp.S

    Mengenal Gangguan Saraf dan Cara Pencegahannya

    Gangguan saraf bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Oleh karenanya, Anda harus tahu cara mencegah terjadinya gangguan saraf.

    Ditulis oleh: dr. Zicky Yombana, Sp.S
    mencegah gangguan saraf

    Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa?

    Salah satu gejala dari tumor otak adalah sakit kepala. Tapi, sakit kepala ini sering dianggap sakit kepala biasa. Memang, apa sih bedanya?

    Ditulis oleh: dr. Zicky Yombana, Sp.S
    penyebab kanker otak
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2019

    Peluang Sembuh dan Angka Harapan Hidup Kanker Otak

    Kanker otak adalah tumor ganas yang bersarang di dalam otak sehingga menyebabkan kematian. Lalu, apakah penderita kanker otak masih memiliki harapan hidup?

    Ditulis oleh: dr. Zicky Yombana, Sp.S
    harapan hidup kanker otak
    Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Oktober 2019

    Yang juga perlu Anda baca

    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Stroke, Health Centers 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

    Serangan stroke ringan memang bisa sembuh dengan sendirinya, namun tetap memerlukan penanganan secara medis melalui pemberian obat stroke ringan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Stroke, Health Centers 22 November 2019 . Waktu baca 9 menit

    Waspada! Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Stroke Menyerang

    Stroke adalah penyakit serius yang butuh penanganan cepat. Pasalnya, ada beragam dampak yang terjadi ketika serangan stroke datang. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Stroke, Health Centers 13 September 2019 . Waktu baca 3 menit

    Stroke Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Beragam Hal Pemicunya

    Ternyata, stroke tidak hanya bisa terjadi pada lansia, namun juga di usia muda. Lalu, apakah faktor penyebab keduanya sama?

    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Stroke, Health Centers 10 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    penyakit pada lansia

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit