Apa itu sariawan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sariawan?

Sariawan (stomatitis) adalah luka kecil dan dangkal yang terasa sakit, biasanya muncul pada jaringan lunak dalam mulut.

Luka bisa muncul di di gusi, bibir, lidah, atau sepanjang sisi pipi dalam mulut. Kemunculannya bisa hanya satu atau sekali banyak dan menyebar di dalam rongga mulut.

Sariawan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Aphthous stomatitis (sariawan biasa)
  • Herpes stomatitis (herpes mulut)

Apa pun jenis sariawannya, Anda mungkin akan jadi susah makan dan berbicara karena merasakan sakit saat membuka mulut.

Seberapa umum kondisi ini?

Stomatitis adalah salah satu masalah mulut yang paling umum. Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan setidaknya sekali setahun.

Pada dasarnya, kondisi ini dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Akan tetapi, wanita mungkin lebih rentan mengalami luka di mulut. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dialami wanita menjelang menstruasi bulanan, kehamilan, atau menopause.

Anda dapat mencegah kondisi ini dengan menghindari faktor risiko yang ada. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sariawan?

Tanda dan gejala sariawan tergantung pada jenisnya.

Gejala aphthous stomatitis

Aphthous stomatitis adalah jenis sariawan yang paling umum. Sariawan ini tidak menular dan ditandai dengan luka berbentuk bulat atau oval. Bagian tengah luka biasanya berwarna keputihan atau kekuningan dengan tepian yang kemerahan.

Kemunculannya bisa di mana saja. Entah itu pada bawah lidah, di dalam pipi atau bibir, di dasar gusi atau pada langit-langit. Sebelum luka benar-benar muncul, Anda dapat merasakan kesemutan atau sensasi panas selama 1-2 hari.

Gejala herpes stomatitis

Herpes stomatitis disebut juga dengan herpes mulut atau cold sore. Gejala paling khas dari sariawan jenis ini adalah munculnya lepuhan atau lentingan berisi cairan yang bisa pecah bila digaruk.

Sebelum bibir atau mulut melepuh, biasanya kulit di sekitarnya akan terasa nyeri dan gatal. Anda juga dapat merasakan kesemutan dan sensasi terbakar di tempat lepuhan akan muncul. Kadang-kadang herpes oral juga dapat memunculkan gejala seperti mau sakit flu.

Herpes oral sering muncul di bawah hidung, di sudut bibir, atau di bawah dagu.

Kondisi ini juga menimbulkan nyeri yang sampai bikin malas makan atau sekadar bicara.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera berobat ke dokter bila Anda mengalami sejumlah kondisi di bawah ini:

  • Luka di mulut tidak biasa dan ukuranya begitu besar.
  • Luka di mulut terus-terusan muncul dan bertambah banyak.
  • Rasa nyeri tak kunjung mereda meski sudah minum obat penghilang nyeri
  • Luka tidak sembuh dan sudah berlangsung lebih dari dua minggu. .
  • Merasa sangat kesulitan untuk makan, minum, dan berbicara.
  • Mengalami demam tinggi.

Pada intinya, segera periksa ke dokter setiap kali Anda mengalami sejumlah gejala aneh yang tidak biasa.

Ingat, hanya Anda sendiri yang dapat mengukur intensitas rasa sakit di tubuh. Semakin cepat luka di mulut diobati, maka pengobatan pun akan semakin mudah. Jadi, jangan tunggu parah dulu untuk mencari pertolongan medis.

Penyebab

Apa penyebab sariawan biasa?

Sampai saat ini penyebab pasti aphthous stomatitis masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa sejumlah hal di bawah ini dapat memicu luka di mulut.

1. Iritasi atau trauma

Trauma pada jaringan mulut dapat menyebabkan sariawan. Misalnya saat lidah atau bibir tergigit ketika mengunyah makanan, lidah tergores makanan yang tajam seperti keripik, atau ketika Anda menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi.

Gesekan bracket kawat gigi dengan gusi dan bibir juga bisa memicu luka pada mulut. Begitu pula dengan pemasangan gigi palsu yang tidak pas.

2. Bahan kimia dalam produk pembersih gigi

Pasta gigi dan obat kumur merupakan dua hal penting yang membantu merawat serta menjaga kebersihan mulut. Namun, kandungan bahan kimia di dalam pasta gigi dan obat kumur ternyata dapat memicu sariawan. Sodium lauryl sulfate, misalnya.

3. Makanan tertentu

Tanpa disadari, makanan yang Anda makan sehari-hari juga bisa memicu luka di mulut. Makanan yang terlalu pedas, panas, dan asam dapat mengiritasi jaringan lunak di mulut dan menyebabkan sariawan.

4. Kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin B-3, B-12, asam folat, zinc, dan zat besi dapat membuat tubuh Anda lebih mudah mengalami luka di mulut. Begitu pula dengan kekurangan vitamin C. Vitamin C membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ketika Anda kekurangan vitamin ini, tubuh akan lebih mudah untuk terserang penyakit. Termasuk, sariawan.

5. Alergi

Selain menyebabkan mata berair dan gatal-gatal di kulit, alergi makanan juga bisa menyebabkan sariawan. Sejumlah makanan yang paling sering menyebabkan alergi di antaranya susu, telur, dan seafood.

6. Perubahan hormon

Ketimbang pria, wanita cenderung lebih mudah untuk mengalami masalah mulut, seperti gusi bengkak, berdarah, dan sariawan. Perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, dan menopause disinyalir menjadi penyebab utamanya.

Kadar hormon progesteron yang meningkat selama masa-masa tersebut memengaruhi aliran darah ke gusi. Akibatnya, gusi jadi sangat sensitif dan rentan mengalami luka.

7. Penyakit tertentu

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit HIV/AIDS atau kanker cenderung lebih mudah mengalami sariawan.

Sejumlah penyakit lain seperti lupus, penyakit Bahcet’s. penyakit Celiac, ulcerative colitis, dan penyakit Crohn’s juga bisa memicu luka di mulut.

Apa penyebab herpes mulut?

Herpes mulut disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV-1). Virus dapat menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, bila Anda dicium oleh penderita, maka Anda berisiko tinggi tertular penyakit ini juga.

Virus juga dapat menyebar bila lenting yang berisi air pecah dan mengenai orang lain. Selain menyebar ke orang lain, virus juga dapat menyebar ke bagian tubuh penderita lainnya seperti mata dan alat kelamin.

Setelah infeksi pertama, HSV-1 akan tertidur di dalam tubuh. Stres, sering panas-panasan di bawah matahari, dan kelelahan dapat memicu virus kembali aktif dan menginfeksi tubuh. Ketika kambuh, lepuhan cenderung terbentuk di lokasi yang sama.

Pada intinya, semakin lemah sistem imun tubuh, maka Anda akan semakin rentan terkena sariawan herpes.

Faktor risiko

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena sariawan?

Siapapun dapat mengalami sariawan, tapi memang lebih sering terjadi pada remaja dan wanita dewasa muda. Bila Anda punya riwayat genetik dengan kondisi ini, maka Anda lebih mungkin untuk mengalaminya juga.

Faktor lingkungan seperti makanan dan alergen tertentu juga dapat memicu luka di mulut.

Orang yang rentan sariawan bisa mengalami luka yang lebih parah.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis sariawan?

Stomatitis ada dua jenis. Guna menentukan penyebabnya, dokter akan lebih dulu mengecek riwayat kesehatan Anda.

Setelah itu, dokter akan memeriksa luka sambil menanyakan seputar gejala yang Anda alami.

Bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan tes darah untuk memastikan diagnosis. Setelah penyebabnya diketahui, dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana cara mengobati sariawan?

Tidak ada satu cara pasti untuk mengobati sariawan. Luka di mulut umumnya tidak butuh pengobatan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, untuk membantu meringankan rasa sakit dan mempercepat pemulihan, beberapa cara di bawah ini bisa dicoba.

1. Minum obat pereda nyeri

Bila luka akibat sariawan menyebabkan rasa perih dan sensasi nyut-nyutan yang intens, Anda bisa minum obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen dapat dibeli di apotek tanpa harus menebus resep dokter.

Sebelum minum obat, baca dengan baik aturan pakainya. Pastikan dosis yang Anda minum sesuai dengan yang dianjurkan. Jangan ragu untuk bertanya ke dokter atau apoteker bila Anda tidak paham aturan pakainya.

2. Obat antivirus

Dalam kasus sariawan herpes, dokter dapat meresepkan obat antivirus minum atau salep.

Obat antivirus efektif melawan dan membunuh virus penyebab herpes di mulut. Beberapa obat antivirus yang dapat digunakan untuk mengobati herpes oral adalah acyclovir, valasiklovir, dan famciclovir.

Minum obat antivirus sesuai dengan yang diresepkan dokter. Jangan menambahkan, mengurangi, atau menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter.

3. Obat lain

Obat oles lidocaine dan xylocaine dapat digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman dan gatal di bagian yang luka. Kedua obat ini adalah anestesi lokal yang bekerja dengan menyebabkan mati rasa sementara pada bagian luar dan dalam kulit.

Obat golongan kortikosteroid seperti prednison juga dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat luka sariawan. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri karena herpes mulut.

Prednison dapat memicu kenaikan gula darah. Maka itu, obat ini sebaiknya tidak digunakan pasien dengan riwayat penyakit diabetes.

4. Berkumur air garam

Garam dapat membantu meringankan peradangan dan rasa sakit di area yang terluka. Berkumur air garam juga dapat digunakan untuk mencegah luka semakin parah. Pasalnya, bumbu dapur ini memiliki efek antibakteri.

Anda cukup melarutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat. Kumur air di seluruh penjuru rongga mulut lalu buang bekas airnya. Lakukan cara ini beberapa kali dalam sehari atau sampai luka di mulut mengempis.

5. Kompres dingin

Agar sariawan cepat kempis dan sembuh, Anda juga bisa melakukan kompres dingin. Suhu dingin dapat meringankan rasa nyeri dan mengurangi pembengkakan pada jaringan mulut yang terluka.

Siapkan beberapa bongkah es batu lalu bungkus menggunakan kain atau waslap bersih. Setelah itu, tempelkan kain di bagian gusi, lidah, atau pipi yang terdapat luka selama beberapa menit.

Anda juga bisa berkumur menggunakan air dingin untuk meringankan sensasi nyeri akibat luka di mulut.

6. Hindari makanan pemicu

Sariawan biasa dapat disebabkan dari makanan yang pedas, asin, atau asam. Itu sebabnya, hindari berbagai jenis makanan tersebut sampai luka di mulut benar-benar sembuh.

Selain itu, hindari juga minuman yang sangat panas dan makanan dengan tekstur atau pinggiran tajam seperti kerupuk.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sariawan?

Sariawan seringkali kambuh. Namun, Anda dapat mengurangi risikonya muncul kembali dengan mengikuti tips-tips berikut:

1. Perhatikan apa yang Anda makan

Hindari makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti makanan bertekstur keras serta bercita rasa pedas atau asam. Hindari pula berbagai makanan yang membuat Anda sensitif dan alergi.

2. Pilihlah makanan yang sehat

Sariawan dapat disebabkan karena Anda kekurangan nutrisi. Maka itu, supaya Anda tidak mengalami kondisi ini, pastikan Anda banyak makan buah dan sayur.

Intinya, penuhi asupan vitamin dan mineral harian Anda. Selain mencegah sariawan, asupan nutrisi yang cukup juga dapat meningkatkan kesehatan Anda secara menyeluruh. ,

3. Jaga kebiasaan kebersihan mulut

Rajin sikat gigi dan flossing dapat menjaga mulut tetap bersih. Kebiasaan baik ini pun dan membuat mulut bebas dari sisa makanan yang dapat memicu luka.

Gunakan sikat gigi yang halus untuk membantu mencegah iritasi pada jaringan mulut yang lunak. Hindari pula pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.

4. Lindungi mulut Anda

Apabila Anda menggunakan kawat gigi atau perawatan gigi lainnya, tanyakan dokter gigi mengenai lilin ortodontik untuk menutupi ujung yang tajam.

5. Kurangi stres

Apabila kemunculan sariawan terkait dengan stress, pelajari dan gunakan teknik yang mengurangi stres seperti meditasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2019

Yang juga perlu Anda baca