Definisi

Apa itu sariawan?

Sariawan adalah luka kecil dan dangkal yang muncul pada jaringan lunak pada mulut atau pada dasar gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan mempersulit makan dan berbicara. Sariawan tidak menular dan dapat muncul satu atau beberapa. Sariawan sering disebut juga dengan aphthous ulcer, aphthous stomatitis, canker sores, atau mouth ulcer.

Siapapun dapat mengalami sariawan. Namun kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda, serta wanita. sariawan yang kompleks jarang ditemui namun orang dengan sejarah sariawan rentan terhadap sariawan yang parah.

Penyebab sariawan tidak diketahui, namun beberapa ahli menduga gangguan sistem imun, bakteri, atau virus dapat mempengaruhi. Pada beberapa kasus, trauma pada jaringan lunak mulut dapat menyebabkan sariawan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sariawan?

Umumnya sariawan berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih atau kuning dengan tepi berwarna merah. Luka ini terbentuk di dalam mulut – pada atau di bawah lidah, di dalam pipi atau bibir, di dasar gusi atau pada langit-langit lunak. Anda dapat merasakan kesemutan atau sensasi panas 1-2 hari sebelum luka muncul.

Ada beberapa jenis dari sariawan: minor, mayor dan herpetiformis.

Sariawan minor

Jenis ini paling umum terjadi, dengan gejala:

  • Biasanya berukuran kecil
  • Berbentuk oval dengan tepi merah
  • Sembuh tanpa bekas luka dalam 1-2 minggu

Sariawan mayor

Sariawan mayor lebih jarang ditemui, serta:

  • Berukuran lebih besar dan lebih dalam daripada sariawan minor
  • Biasanya berbentuk bulat dengan tepi yang jelas, namun dapat memiliki tepi yang tidak teratur apabila terlalu besar
  • Dapat terasa sangat sakit
  • Diperlukan hingga 6 minggu hingga pulih dan dapat meninggalkan bekas luka

Sariawan herpetiform

Sariawan herpetiform termasuk langka dan biasanya muncul pada waktu lanjut, namun tidak disebabkan oleh infeksi virus herpes. Jenis sariawan ini:

  • Berukuran sangat tipis
  • Sering kali muncul berkelompok dari 10-100 luka, namun dapat menyatu menjadi 1 ulkus besar
  • Memiliki tepi yang tidak teratur
  • Pulih tanpa bekas luka dalam 1-2 minggu

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati sariawan?

Untuk membantu meringankan rasa sakit dan mempercepat pemulihan, pertimbangkan tips berikut:

  • Kumur mulut Anda. Gunakan air garam atau larutan baking soda (larutkan 1 sendok teh baking soda dalam ½ cup air hangat).
  • Oleskan sedikit susu magnesia pada sariawan beberapa kali sehari.
  • Hindari makanan yang kasar, asam atau pedas yang dapat memperparah iritasi dan rasa sakit.
  • Letakan es pada sariawan dengan membiarkan es meleleh di bagian luka.
  • Sikat gigi dengan lembut, menggunakan sikat yang lembut dan pasta gigi bebas agen busa seperti Biotene atau Sensodyne ProNamel.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sariawan yang besar secara tidak lazim
  • Luka yang muncul kembali, dengan luka baru yang muncul sebelum luka lama membaik, atau munculnya luka dengan sering
  • Luka yang tidak kunjung hilang, berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Luka yang menyebar ke bibir dengan sendirinya (vermilion border)
  • Rasa sakit yang tidak dapat dikendalikan sendiri
  • Kesulitan makan atau minum
  • Demam tinggi dengan sariawan

Kunjungi dokter gigi apabila Anda memiliki permukaan gigi yang tajam atau perlengkapan gigi yang dapat memicu luka.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sariawan?

Sariawan sering kali kambuh, namun Anda dapat mengurangi frekuensinya dengan mengikuti tips-tips berikut:

  • Awasi apa yang Anda makan. Hindari makanan yang diduga mengiritasi mulut Anda, seperti kacang, keripik, pretzel, bumbu tertentu, makanan asin dan buah-buahan asam, seperti nanas, jeruk bali dan jeruk. Hindari makanan yang membuat Anda sensitif dan alergi.
  • Pilihlah makanan yang sehat. Untuk mengatasi defisiensi gizi, konsumsi banyak buah, sayur dan gandum utuh.
  • Jaga kebiasaan kebersihan mulut yang baik. Menyikat gigi setelah makan dan menggunakan benang gigi 1 kali sehari dapat menjaga mulut tetap bersih dan bebas dari sisa makanan yang dapat memicu luka. Gunakan sikat gigi yang halus untuk membantu mencegah iritasi pada jaringan yang lembut, serta hindari pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Lindungi mulut Anda. Apabila Anda menggunakan kawat gigi atau perlengkapan gigi lainnya, tanyakan dokter gigi mengenai lilin ortodontik untuk menutupi ujung yang tajam.
  • Kurangi stress. Apabila sariawan seperti terkait dengan stress, pelajari dan gunakan teknik yang mengurangi stress, seperti meditasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 14, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 14, 2017