Perbedaan Fungsi Sikat Gigi Berdasarkan Bentuknya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/03/2020
Bagikan sekarang

Sikat gigi merupakan benda kecil yang dibutuhkan oleh setiap orang. Sikat gigi tersedia dalam berbagai bentuk dan warna, termasuk ada yang manual dan juga elektrik. Saat memilih sikat gigi mungkin Anda akan memilihnya berdasarkan warna kesukaan Anda. Namun, tahukah Anda dibalik bentuk dan warna sikat gigi yang beragam terdapat fungsi dari masing-masing bentuk sikat gigi tersebut?

Bentuk dan fungsi sikat gigi

Sikat gigi terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kepala yang terdapat bulu sikat dan bagian gagang sikat.

Bentuk kepala sikat

Kepala sikat terbagi dalam dua bentuk, yaitu bentuk konvensional (kotak) dan bentuk oval. Bentuk konvensional dirancang untuk dapat membersihkan setiap permukaan gigi. Sedangkan, bentuk oval dirancang untuk dapat membersihkan gigi paling belakang dengan mudah.

Sikat gigi dengan dua bentuk kepala ini, keduanya dapat membersihkan gigi dengan baik. Yang harus dipertimbangkan ketika memilih sikat gigi adalah ukuran dari kepala sikat yang harus sesuai dengan ukuran rongga mulut. Semakin besar usia seseorang, semakin besar rongga mulutnya, semakin besar pula ukuran kepala sikat. Anak kecil sebaiknya memakai sikat dengan ukuran kepala sikat yang paling kecil.

Bentuk gagang sikat

Terdapat berbagai macam bentuk gagang sikat gigi, ada yang lurus dan ada juga yang agak bengkok. Keduanya bertujuan untuk memudahkan penggunanya dalam menyikat gigi.

  • Gagang lurus. Semua sikat gigi konvensional memiliki pegangan lurus yang lebih mudah untuk dikontrol.
  • Gagang sudut kontra. Terdapat sudut di bagian tengah gagang mendekati kepala sikat. Gagang ini dirancang supaya sikat gigi lebih mudah digenggam dan untuk membantu menjangkau sikat ke daerah gigi yang sulit dibersihkan.
  • Gagang fleksibel. Dirancang untuk mengurangi cedera gusi yang disebabkan oleh kekuatan menyikat berlebihan.
  • Gagang yang terdapat bahan seperti karet di sekitarnya. Karet di sekitar gagang sikat ini berguna agar sikat gigi tidak licin saat digenggam. Bentuk gagang ini bertujuan untuk mencegah sikat gigi terlepas dari genggaman selama menyikat gigi.

Pola bulu sikat

Coba Anda perhatikan bulu sikat gigi saat membelinya. Terdapat berbagai macam pola, warna, dan jenis dari bulu-bulu tersebut. Secara garis besar, berikut ini pola dari bulu sikat gigi.

  • Pola balok. Bulu sikat memiliki panjang yang sama dan disusun rapi seperti balok.
  • Pola bergelombang atau bentuk V. Pola ini dimaksudkan agar bulu sikat dapat menjangkau daerah sekitar permukaan gigi yang berdekatan.
  • Pola pemotongan bertingkat. Biasanya terdapat 2 jenis bulu sikat, bulu sikat rendah dan bulu sikat lebih tinggi yang lebih halus. Pola ini bertujuan agar memungkinkan bulu sikat menjangkau daerah gigi yang sulit untuk dibersihkan.
  • Pola selang-seling. Pola ini bertujuan agar dapat mengangkat plak pada gigi secara efektif.

Pola bulu sikat di atas, dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Pada saat Anda membeli sikat gigi, perhatikan pola bulu sikatnya agar sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selain pola, bulu sikat gigi juga terdiri dari berbagai jenis, yaitu jenis yang keras, sedang, dan halus. Banyak dokter gigi merekomendasikan untuk memakai sikat gigi yang berbulu halus, dan untuk seseorang yang mempunyai gigi atau gusi sensitif atau juga yang sedang dalam tahap pemulihan dari perawatan gigi, direkomendasikan untuk memakai bulu sikat yang ekstra halus. Namun, beberapa orang lebih suka dengan bulu yang lebih keras supaya dapat menghilangkan plak dan kotoran pada gigi. Namun, bulu keras dapat merusak enamel gigi dan memungkinkan gigi menjadi berlubang dan menimbulkan masalah gigi lainnya.

Tips memilih sikat gigi

Banyak sikat gigi dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna di pasaran, tetapi pilihlah sikat gigi sesuai kebutuhan Anda. Berikut ini tips dalam memilih sikat gigi.

  • Perhatikan bulu sikat. Biasanya terdapat keterangan jenis bulu sikat dalam kemasan sikat gigi. Sebaiknya pilih bulu sikat halus untuk pemakaian yang aman dan nyaman. Bulu sikat keras sampai sedang dapat melukai gusi, permukaan akar gigi, dan enamel gigi. Bulu sikat halus juga dapat membantu menghilangkan plak dan noda pada gigi.
  • Perhatikan ukuran kepala sikat. Pilih ukuran kepala sikat sesuai dengan ukuran rongga mulut Anda.
  • Untuk pemilihan bentuk kepala, bentuk gagang, dan pola bulu sikat, pilihlah yang membuat Anda nyaman. Yang terpenting adalah sikat gigi tersebut dapat menjangkau seluruh bagian mulut Anda dengan mudah sehingga dapat membersihkan setiap permukaan gigi.

Berapa lama harus ganti sikat gigi?

Sebaiknya ganti sikat gigi Anda setiap tiga bulan sekali. Biasanya bulu sikat sudah tidak bagus lagi bentuknya ketika sudah lama dipakai. Mengganti sikat gigi penting dilakukan karena bulu sikat dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Bulu sikat yang sudah rusak juga sudah tidak nyaman lagi dipakai dan tidak efektif untuk membersihkan gigi.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Langkah Supaya Napas Tetap Segar Saat Puasa

    Bau mulut atau halitosis, kondisi yang sering terjadi selama bulan puasa. Agar mulut tetap segar, terapkan cara mudah untuk mengatasi bau mulut saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

    Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro

    Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

    Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    mencegah gigi ngilu

    3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020
    mulut terasa pahit saat puasa

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020