Awas, Gejala Penyakit Gusi Bisa Semakin Parah Kalau Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit gusi adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang sering diabaikan. Pasalnya, penyakit gusi tidak selalu menimbulkan sakit, bahkan Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang mengalaminya. Akibatnya, Anda akan kembali meneruskan kebiasaan malas gosok gigi atau makan makanan manis yang bisa memperparah gejala penyakit gusi. Memangnya, apa saja gejala penyakit gusi itu? Cari tahu lewat ulasan berikut ini!

Apa itu penyakit gusi?

penyebab gusi berdarah

Penyakit gusi sebagian besar disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Ketika Anda malas menggosok gigi dan sering makan makanan manis, bakteri pun lebih mudah tumbuh dan berkembang menjadi plak. Akibatnya, bakteri akan menginfeksi gusi secara perlahan dan merusak gigi.

Selain karena malas gosok gigi, penyakit gusi dapat diperparah oleh kebiasaan merokok. Bahkan, merokok bisa membuat pengobatan penyakit gusi menjadi tidak efektif. Pada beberapa kondisi, Anda menjadi lebih rentan terkena penyakit gusi saat mengidap diabetes, minum obat-obatan tertentu, mengalami perubahan hormon pada wanita, dan karena faktor genetik.

Dilansir dari NHS UK, gusi yang sehat adalah gusi yang berwarna merah muda, kencang, dan menjadi tempat gigi menancap dengan kuat. Gusi yang sehat tentu tidak akan mudah berdarah bila terkena gesekan sikat gigi. Karena itu, perhatikan setiap tanda dan gejala penyakit gusi yang mungkin terjadi pada Anda.

Tanda dan gejala penyakit gusi

gigi copot saat remaja

Gejala penyakit gusi yang paling umum adalah gusi bengkak, kemerahan, sampai mengalami perdarahan. Bila dibiarkan, gejala penyakit gusi akan berkembang menjadi periodontitis hingga penyakit gusi akut.

Tahapan awal penyakit gusi disebut dengan gingivitis. Gingivitis bersifat reversibel atau dapat disembuhkan dengan cara rutin menggosok gigi dengan baik dan benar. Gejala gingivitis umumnya berupa gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau makan makanan bertekstur keras.

Bila gingivitis tersebut tidak diobati, maka bakteri penyebab penyakit gusi akan menyebar ke jaringan dan tulang yang mendukung gigi. Kondisi ini dikenal sebagai periodontitis atau penyakit periodontal. Gejala penyakit gusi lanjutan atau periodontitis meliputi:

  • Bau mulut (halitosis)
  • Rasa tidak enak di mulut
  • Gigi renggang yang membuat sulit makan
  • Abses gusi atau tumpukan nanah yang muncul di bawah gusi atau gigi

Pada kasus tertentu, gejala penyakit gusi yang dibiarkan akan bertambah parah, menjadi gingivitis ulseratif akut nekrosis (ANUG). Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang tidak pernah menggosok gigi dan mengabaikan pola hidup sehat.

Gejala penyakit gusi ANUG biasanya lebih parah daripada gejala penyakit gusi lainnya, di antaranya:

  • Gusi berdarah
  • Ulkus atau luka yang menimbulkan sakit berkepanjangan
  • Gusi surut hingga menyebabkan gigi terlihat lebih panjang dari sebelumnya
  • Bau mulut
  • Rasa logam di mulut
  • Air liur berlebih
  • Sulit menelan atau berbicara
  • Demam

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit gusi?

Saat Anda mulai menyadari gejala penyakit gusi, segera periksakan gigi dan gusi Anda ke dokter. Selama pemeriksaan gigi, doker gigi biasanya akan menilai gejala penyakit gusi dengan melihat:

  • Tingkat perdarahan dan pembengkakan gusi
  • Jarak atau ruang (kantong) antara gusi dan gigi. Gusi yang sehat memiliki kantong berukurang 1 sampai 3 milimeter (mm). Semakin besar dan semakin dalam kantong gusi, semakin banyak pula plak yang akan masuk dan memperparah penyakit gusinya
  • Tingkat kelurusan pertumbuhan gigi
  • Kesehatan tulang rahang, untuk membantu mendeteksi kerusakan tulang di sekitar gigi

Kunci utama untuk mengatasi gejala penyakit gusi adalah dengan rutin menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Selain itu, pastikan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi kepercayaan Anda untuk membantu mencegah perkembangan penyakit gigi dan mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Kebiasaan Harian yang Bisa Bantu Mencegah Masalah dalam Mulut

Kebiasaan harian dapat berdampak pada kesehatan. Yuk, lakukan kebiasaan baik ini untuk mencegah masalah dalam mulut, seperti bau mulut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
infeksi mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 08/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Menjaga Kebersihan Mulut Agar Tak Jadi Sarang Penyakit

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optiimal tak hanya dengan gosok gigi saja. Lakukan beberapa langkah ini agar terhindar dari berbagai penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebersihan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 06/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Makanan Bernutrisi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Ternyata, seringnya konsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat berpengaruh terhadap munculnya gangguan kesehatan gigi dan mulut Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Memilih Obat Kumur yang Tepat untuk Gigi dan Mulut Anda

Obat kumur penting bagi kebersihan gigi. Namun, apakah obat kumur yang Anda pakai sudah tepat? Bagaimana cara memilih obat kumur yang pas?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
sikat gigi baru dan bekas

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Picu Gigi Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 4 menit