Apa Itu Roseola?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu roseola?

Roseola, atau yang juga dikenal dengan istilah roseola infantum, exanthem subitum, atau sixth disease, adalah salah satu jenis penyakit ringan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini umumnya tidak berbahaya dan paling sering terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun.

Beberapa tanda dan gejala yang timbul ketika anak menderita penyakit ini adalah demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan ruam. Ruam biasanya muncul setelah demam menurun. Karena penyakit ini umumnya tidak berbahaya, tanda-tanda dan gejala biasanya akan mereda seminggu setelahnya.

Kemunculan penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi beberapa jenis virus, yaitu herpesvirus 6 (HHV-6) dan herpesvirus 7 (HHV-7). Karena dipicu oleh infeksi virus, roseola adalah penyakit yang menular. Apabila anak Anda berdekatan dengan penderia yang berbicara, bersin, atau batuk, hal ini dapat meningkatkan risiko penularan.

Seberapa umumkah roseola?

Roseola adalah penyakit yang sangat umum terjadi, terutama pada usia awal perkembangan anak. Kebanyakan anak-anak yang terinfeksi oleh virus penyakit ini berusia 6 bulan hingga 2 tahun.

Penyakit ini sangat jarang ditemukan pada anak-anak berusia 4 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa remaja serta orang dewasa dapat menderita penyakit ini.

Roseola adalah kondisi yang dapat dikendalikan dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala roseola?

Apabila anak Anda berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi oleh virus roseola, umumnya butuh 1 atau 2 minggu hingga tanda-tanda dan gejala infeksi akan muncul pada anak Anda.

Jadi, tidak menutup kemungkinan bahwa anak Anda telah terinfeksi kondisi ini, meski tidak ada satu pun tanda-tanda dan gejala yang muncul dan disadari.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang umumnya terlihat pada penderita penyakit ini:

1. Demam

Roseola biasanya berawal dari demam tinggi mendadak. Suhu tubuh penderita umumnya akan mencapai lebih dari 39,4 C.

Dalam beberapa kasus, anak mungkin juga akan mengalami radang tenggorokan ringan, pilek, serta batuk yang muncul bersamaan atau setelah demam. Anak mungkin juga mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di lehernya, yang disertai dengan demam. Demam biasanya berlangsung selama 3-5 hari.

2. Ruam

Setelah demam menurun, ruam biasanya akan muncul. Ruam terdiri dari banyak bintik kecil berwarna merah muda. Bintik ini umumnya tersebar merata di seluruh bagian, tapi beberapa bintik mungkin akan membengkak.

Dalam beberapa kasus, akan terdapat pola cincin putih di sekitar bintik-bintik. Ruam umumnya muncul di dada, punggung, dan perut, yang kemudian menyebar sampai leher dan lengan.

Ruam mungkin saja mencapai kaki dan wajah. Ruam, yang tidak gatal atau tidak nyaman, dapat berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari sebelum menghilang. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua anak pasti akan mengalami ruam.

3. Gangguan pernapasan

Beberapa anak mungkin juga akan mengalami gangguan pernapasan ringan sebelum atau bersamaan dengan kemunculan demam.

Tanda-tanda dan gejala yang muncul ketika sistem pernapasan anak terganggu meliputi:

  • Batuk
  • Diare
  • Rewel
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pilek
  • Sakit atau radang tenggorokan
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher

Selain itu, terdapat pula tanda-tanda dan gejala lain yang mungkin muncul, yaitu:

  • Gatal pada bayi dan anak-anak
  • Diare ringan
  • Nafsu makan berkurang
  • Kelopak mata membengkak

Mungkin masih ada sejumlah gejala yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang gejala, konsultasikan kepada dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Anak demam lebih dari 39,4 C
  • Anak mengalami gejala-gejala dan demam yang berlangsung lebih dari 7 hari
  • Ruam tidak membaik setelah 3 hari
  • Sistem imun Anda terganggu dan Anda kontak langsung dengan pengidap roseola

Selain itu, Anda harus menelepon ambulans atau tenaga medis sesegera mungkin apabila anak Anda menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Mengalami kejang untuk pertama kalinya, walaupun gejala-gejala tampak akan pulih
  • Kejang berlangsung lebih dari lima menit
  • Terlihat bingung, disorientasi, atau lemah
  • Kehilangan kesadaran

Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Tubuh setiap anak yang menderita roseola menunjukkan tanda-tanda dan gejala dengan tingkat keparahan dan durasi yang beragam. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan anak Anda, selalu periksakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab roseola?

Penyebab roseola paling umum adalah virus herpes manusia 6, tapi juga bisa disebabkan oleh virus herpes lainnya—virus herpes manusia 7.

Roseola jarang menyebabkan wabah di komunitas besar. Infeksi dapat muncul kapanpun.

Bagaimana virus roseola menyebar?

Seperti penyakit virus lainnya, misalnya flu, roseola menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan pengeluaran pernapasan atau air liur seseorang yang terinfeksi. Contohnya, anak yang sehat yang berbagi gelas dengan anak yang mengalami roseola mungkin kontak dengan virus.

Roseola menular sekalipun tidak ada ruam. Hal tersebut berarti kondisi dapat menyebar bila anak yang terinfeksi hanya demam, bahkan sebelum anak memang menderita roseola. Waspadai tanda-tanda roseola jika anak telah berinteraksi dengan anak lain yang mengidap penyakit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko anak terkena roseola?

Roseola adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir semua orang, tidak memandang kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Perlu Anda ketahui bahwa apabila seseorang memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko, bukan berarti orang tersebut dipastikan akan menderita suatu penyakit. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu penyakit dapat diderita tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya roseola:

1. Usia

Bayi berusia 6 bulan hingga balita berusia 2 bulan paling berisiko mengalami penyakit ini. Hal ini disebabkan karena tubuh mereka belum sepenuhnya mampu mengembangkan antibodi sendiri, sehingga tubuh kesulitan melawan paparan virus.

Ketika berada di dalam rahim, bayi menerima antibodi dari ibu mereka, sehingga tubuh mereka dapat terlindung dari berbagai macam infeksi. Namun, kekebalan ini akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

2. Jenis kelamin

Selain faktor usia, jenis kelamin juga memengaruhi kerentanan anak untuk menderita penyakit ini. Meski masih belum diketahui penyebab pastinya, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak berjenis kelamin perempuan dibanding dengan laki-laki.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh roseola?

Pada umumnya, penyakit ini dapat menghilang dengan sendirinya dan tidak akan menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang berarti. Penderita umumnya akan segera pulih dalam waktu 1 minggu setelah gejala pertama kali muncul.

Namun, dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi kesehatan yang cukup serius, seperti:

1. Kejang

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, beberapa anak yang menderita kondisi ini akan mengalami gejala kejang atau febrile seizure. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami kenaikan suhu tubuh dalam waktu terlalu singkat.

Kejang biasanya dapat menyebabkan kehilangan kesadaran untuk sementara waktu, sentakan pada kaki, tangan, atau kepala, serta kehilangan kontrol untuk buang air.

2. Gangguan kesehatan pada penderita dengan sistem imun buruk

Penderita dengan sistem imun tubuh yang lemah mungkin akan merasakan komplikasi yang lebih parah apabila terpapar virus roseola. Beberapa contoh di antaranya adalah penderita HIV, AIDS, atau leukemia.

Selain itu, orang-orang yang pernah atau baru saja menerima donor atau transplantasi organ juga lebih rentan mengalami komplikasi. Gejala-gejala yang muncul mungkin akan lebih parah dibanding dengan penderita biasa. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih pun jauh lebih lama.

Tidak hanya itu saja, gangguan kesehatan lain seperti pneumonia atau inflamasi otak (ensefalitis) mungkin dapat terjadi dan berpotensi mengancam nyawa.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis roseola?

Umumnya, penyakit ini sulit untuk dideteksi karena tanda-tanda awal dan gejalanya menyerupai penyakit lain yang sering ditemukan pada bayi dan anak-anak. Jika anak Anda mengalami demam yang tidak wajar dan Anda yakin anak tidak menderita penyakit lainnya, segera periksakan ke dokter.

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Biasanya, dokter mencari tahu adanya tanda-tanda ruam atau pembengkakan pada kelenjar getah bening. Dokter sering mengetahui kalau anak menderita penyakit ini jika suhu tubuh anak meningkat dan memiliki ruam yang spesifik.

Dalam beberapa kasus yang terkait dengan kejang akut, dokter akan merekomendasikan tes laboratorium yang meliputi:

  • Tes hitung darah lengkap (complete blood count)
  • Urinalisis atau tes urin
  • Kultur darah
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal

Bagaimana cara mengobati roseola?

Tidak ada pengobatan khusus yang ditargetkan untuk mengobati roseola secara langsung. Namun, terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala yang anak Anda derita, mulai dari acetaminophen, ibuprofen, atau memenuhi kebutuhan cairan tubuh pada anak.

1. Obat-obatan bebas (over the counter)

Beberapa jenis obat-obatan bebas tanpa resep dokter dapat Anda berikan pada anak. Obat-obatan tersebut di antaranya dalah acetaminophen (Tylenol) dan ibuprofen (Advil, Motrin).

Dalam penggunaannya, Anda harus selalu membaca dengan seksama petunjuk yang tercantum pada kemasan obat. Jika Anda masih merasa belum yakin, Anda dapat menghubungi dokter.

Jika Anda memberikan obat kepada bayi, ikuti nasihat dokter tentang jumlah obat yang akan diberikan. Jangan memberikan aspirin kepada siapapun yang lebih muda dari 20 tahun karena adanya risiko terkena sindrom Reye.

2. Pengobatan antivirus

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obatan antivirus, seperti ganciclovir (Cytovene). Obat ini bermanfaat untuk pasien dengan sistem imun tubuh yang lemah, sehingga virus tidak akan bereplikasi di dalam tubuh.

Anda tidak dapat menggunakan pengobatan antibiotik karena antibiotik tidak dapat bekerja melawan virus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu anak mengatasi roseola?

Seperti yang terjadi pada kebanyakan virus, penyakit roseola beserta virus penyebabnya akan segera mati dalam beberapa hari. Setelah demam menurun, umumnya anak akan merasa jauh lebih baik. Namun, terkadang anak menjadi lebih rewel dan mudah menangis akibat gejala-gejala yang ada.

Berikut adalah tips untuk mengobati dan mengatasi demam pada anak di rumah:

1. Perbanyak istirahat

Anak mungkin akan merasa lebih nyaman berbaring di atas ranjang hingga demam menurun. Namun, Anda harus memastikan kondisi anak pulih sepenuhnya dan sebaiknya cegah anak untuk bermain terlalu sering ke luar rumah saat masih dalam masa pemulihan.

2. Minum banyak cairan

Ajak atau ajarkan anak untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Hal ini tidak hanya dapat dilakukan dengan minum air. Anda dapat menyajikan infused water, sup kaldu jernih, atau minum minuman isotonik agar kadar cairan di tubuhnya kembali normal.

Sebelum memberikan minuman berkarbonasi, hilangkan gelembung gas dari minuman tersebut. Anda bisa melakukannya dengan membiarkan minuman untuk sementara hingga sodanya hilang, atau dengan mengocok, menuangkan, atau mengaduk minuman.

Soda pada minuman dapat menyebabkan anak merasa tidak nyaman karena terus bersendawa atau mengeluarkan gas.

3. Menyeka tubuh anak

Mandi dengan spons atau lap menggunakan air suam-suam kuku mampu mengurangi rasa tidak nyaman pada anak akibat demam. Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah hindari penggunaan es batu, air dingin, kipas angin, atau mandi air dingin karena mungkin dapat membuat anak menggigil.

Tidak ada perawatan khusus untuk ruam roseola, yang memudar sendiri dalam waktu singkat.

Bagaimana cara mencegah anak dari roseola?

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah roseola. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan virus adalah menjauhkan anak dari orang lain atau lingkungan yang terinfeksi virus.

Apabila anak terinfeksi virus, biarkan anak tetap berada di dalam rumah, serta jauhkan anak dari anak lainnya sampai demam menurun.

Apabila salah satu anggota keluarga kontak dengan virus, pastikan semua anggota keluarga mencuci tangan mereka sesering mungkin untuk mencegah penyebaran virus ke siapapun yang tidak kebal.

Orang dewasa yang belum pernah terkena roseola saat masih anak-anak dapat terinfeksi nantinya, walaupun penyakit ini cenderung ringan pada orang dewasa yang sehat. Namun, orang dewasa yang terinfeksi bisa menularkan virus kepada anak-anak.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 9, 2019

Yang juga perlu Anda baca