Definisi

Apa itu roseola?

Roseola (roseola infantum) adalah penyakit ringan yang diakibatkan oleh virus. Roseola umumnya tidak berbahaya dan paling sering terjadi pada anak-anak 6 bulan sampai 2 tahun. Penyakit ini langka terjadi setelah umur 4 tahun.

Seberapa umumkah roseola?

Roseola sangat umum dan kebanyakan anak-anak telah terinfeksi dengan roseola saat mereka masuk TK. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala roseola?

Jika anak terpapar seseorang dengan roseola dan terinfeksi virus, biasanya membutuhkan 1 atau 2 minggu bagi tanda dan gejala infeksi untuk muncul—jika memang muncul. Ada kemungkinan seseorang terinfeksi roseola, tapi tanda dan gejalanya sangat ringan untuk langsung disadari.

Gejala roseola mungkin meliputi:

  • Demam. Roseola biasanya berawal dari demam tinggi mendadak—sering lebih dari 39,4 C. beberapa anak mungkin juga mengalami radang tenggorokan ringan, pilek atau batuk beserta atau setelah demam. Anak mungkin juga mengalami kelenjar getah bening yang membengkak pada lehernya beserta demam. Demam berlangsung selama 3-5 hari.
  • Ruam. Sekali demam menurun, ruam biasanya muncul—tapi tidak selalu. Ruam terdiri dari banyak bintik merah jambu kecil. Bintik ini umumnya rata, tapi beberapa mungkin membengkak. Mungkin terdapat cincin putih di sekitar beberapa bintik. Ruam biasanya mulai di dada, punggung, dan perut dan kemudian menyebar sampai leher dan lengan. Ruam mungkin saja mencapai kaki dan wajah. Ruam, yang tidak gatal atau tidak nyaman, dapat berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari sebelum menghilang.

Tanda dan gejala roseola lainnya mungkin berupa:

  • Gatal pada bayi dan anak-anak
  • Diare ringan
  • Nafsu makan berkurang
  • Kelopak mata membengkak

Mungkin masih ada sejumlah gejala yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang gejala, konsultasikan kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Anak demam lebih dari 39,4 C
  • Anak mengalami roseola dan demam berlangsung lebih dari 7 hari
  • Ruam tidak membaik setelah 3 hari
  • Sistem imun Anda terganggu dan Anda kontak langsung dengan pengidap roseola

Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab roseola?

Penyebab roseola paling umum adalah virus herpes manusia 6, tapi juga bisa disebabkan oleh virus herpes lainnya—virus herpes manusia 7.

Roseola jarang menyebabkan wabah di komunitas besar. Infeksi dapat muncul kapanpun.

Penyebaran roseola

Seperti penyakit virus lainnya, misalnya flu, roseola menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan pengeluaran pernapasan atau air liur seseorang yang terinfeksi. Contohnya, anak yang sehat yang berbagi gelas dengan anak yang mengalami roseola mungkin kontak dengan virus.

Roseola menular sekalipun tidak ada ruam. Hal tersebut berarti kondisi dapat menyebar bila anak yang terinfeksi hanya demam, bahkan sebelum anak memang menderita roseola. Waspadai tanda-tanda roseola jika anak telah berinteraksi dengan anak lain yang mengidap penyakit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk roseola?

Bayi yang lebih tua paling berisiko mengalami roseola karena mereka belum sepenuhnya mengembangkan antibodi sendiri melawan banyak virus. Saat berada di dalam rahim, bayi menerima antibodi dari ibu yang melindungi mereka dari mendapatkan infeksi, seperti roseola. Namun, kekebalan ini berkurang seiring waktu. Umur anak paling umum untuk mendapatkan roseola antara 6 dan 15 bulan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana roseola didiagnosis?

Roseola terdiagnosis melalui riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Dokter sering mengetahui kalau anak menderita roseola jika anak demam dan sekarang memiliki ruam spesifik.

Dokter memastikan diagnosis roseola dengan ruam atau, dalam beberapa kasus, dengan tes darah untuk memeriksa antibodi untuk roseola.

Apa saja pengobatan untuk roseola?

Demam roseola mampu teratasi dengan acetaminophen, ibuprofen, atau diseka dengan spons. Jika Anda memberikan obat kepada bayi, ikuti nasihat dokter tentang jumlah obat yang akan diberikan. Jangan memberikan aspirin kepada siapapun yang lebih muda dari 20 tahun karena risiko sindrom Reye.

Ruam roseola akan hilang sendiri tanpa perawatan medis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi roseola?

Seperti kebanyakan virus, roseola akan mati sendiri. Sekali demam menurun, anak akan segera membaik. Namun, demam bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Untuk mengobati demam anak di rumah, dokter mungkin menyarankan:

  • Banyak istirahat. Biarkan anak istirahat di atas ranjang sampai demam hilang.
  • Minum banyak cairan. Dorong anak untuk minum cairan jernih, misalnya, air putih, ginger ale, soda lemon-limun, air kaldu jernih, atau larutan rehidrasi elektrolit atau minuman olahraga, misalnya Gatorade atau Powerade, untuk mencegah dehidrasi. Hilangkan gelembung gas dari minuman berkarbonasi. Anda bisa melakukannya dengan membiarkan minuman berkarbonasi hingga sodanya hilang, atau dengan mengocok, menuangkan, atau mengaduk minuman. Menghilangkan karbonasi akan berarti anak menghindari ketidaknyamanan tambahan karena terus bersendawa atau mengeluarkan gas yang mungkin disebabkan oleh minuman berkarbonasi.
  • Seka dengan spons. Mandi spons dengan air suam-suam kuku atau lap badan air sejuk di atas kepala anak mampu mengurangi rasa tidak nyaman karena demam. Namun, hindari penggunaan es batu, air dingin, kipas angin atau mandi air dingin karena mungkin membuat anak menggigil.

Tidak ada perawatan khusus untuk ruam roseola, yang memudar sendiri dalam waktu singkat.

Cara mencegah anak dari roseola

Karena tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyebaran roseola adalah menghindari memaparkan anak terhadap anak yang terinfeksi. Jika anak terkena roseola, biarkan anak tetap berada di dalam rumah dan jauhi anak dari anak lainnya sampai demam menurun.

Apabila salah satu anggota keluarga kontak dengan virus, pastikan semua anggota keluarga mencuci tangan mereka sesering mungkin untuk mencegah penyebaran virus ke siapapun yang tidak kebal.

Orang dewasa yang belum pernah terkena roseola saat masih anak-anak dapat terinfeksi nantinya, walaupun penyakit ini cenderung ringan pada orang dewasa yang sehat. Namun, orang dewasa yang terinfeksi bisa menularkan virus kepada anak-anak.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 17, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan