Definisi

Apa itu PJK?

Coronay Artery Disease (CAD) atau penyakit jantung koroner adalah kondisi di mana terjadinya penumpukan plak pada arteri koroner yang menyebabkan arteri koroner menjadi menyempit. Kondisi penyakit jantung koroner (PJK) ini biasanya disebabkan oleh terkumpulnya kolesterol sehingga membentuk  plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama. Proses akumulasi tersebut disebut aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, PJK dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia (gangguan irama jantung)

Seberapa umumkah PJK?

Semua orang dapat mengalami penyakit ini. Tetapi orang berkulit hitam dan penduduk Asia Tenggara memiliki kemungkinan yang paling tinggi. Terdapat 5 sampai 9% orang dewasa di atas 20 tahun yang menderita penyakit jantung koroner. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Tolong berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala PJK?

 

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang memiliki gejala dan keluhan awal seperti nyeri yang teramat sangat pada bagian dada alias Angina (nyeri dada). Angina terjadi saat otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang cukup. Pasien akan merasa dicubit atau merasakan suatu tekanan yang berat di dada.

Perasaan dicubit tersebut dapat menyebar ke pundak, lengan, leher, dan punggung kiri atau bisa juga seperti menembus dari depan dada ke punggung. Rasa nyeri dapat muncul dan menjadi lebih parah saat pasien sedang melakukan aktivitas, misalnya berolahraga.

Tekanan mental psikologis dan emosi yang kuat tersebut dapat menyebabkan Angina. Salah satu gejala lain adalah kesulitan bernapas, jantung tidak menyebarkan darah kaya oksigen yang dibutuhkan tubuh, mual, muntah, dan keringat dingin. Selain itu, cairan berkumpul di paru-paru menyebabkan kesulitan bernapas bertambah parah.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami serangan sakit pada bagian dada yang intens, atau Anda curiga Anda terkena serangan jantung, segera hubungi ambulans. Terkadang pasien keliru mengira Angina sebagai “masuk angin”. Hal ini yang sering kali membuat pasien terlambat mendapatkan pertolongan.

Tolong konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi, indeks lemak darah yang tingi, diabetes, kegemukan, atau apabila Anda merokok. Faktor-faktor tersbut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah dan mengurangi perkembangan penyakit.

Penyebab

Apa penyebab Penyakit Jantung Koroner?

 

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang disebabkan oleh banyak hal. Meskipun begitu, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi, indeks lemak darah yang tingi, diabetes, kegemukan, atau apabila Anda merokok, dan inflamasi vaskular merupakan faktor utama yang melukai dinding arteri, dan menyebabkan PJK.

Saat arteri rusak, plak mulai menempel pada arteri. Selanjutnya, plak dapat menebal, menyebabkan PJK juga menjadi lebih tebal, sehingga menghambat pergerakan darah kaya oksigen ke arah jantung. Jika plak ini pecah, trombosit akan menempel pada luka di arteri dan membentuk penyumbatan darah. Gumpalan darah dapat memblokir arteri, menyebabkan angina semakin parah. Ketika bekuan darah cukup besar maka arteri akan tertekan, yang menyebabkan infark miokard atau kematian otot jantung.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami PJK?

 

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyakit jantung koroner adalah:

  • Semakin tua usia akan arteri semakin menyempit dan rapuh;
  • Pria lebih memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner daripada wanita.
  • Apabila ada anggota keluarga Anda menderita gangguan jantung, maka risiko CAD meningkat
  • Nikotin pada rokok dapat menyebabkan penyempitan arteri dan carbon monoxit menyebabkan kerusakan vaskular.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kadarlemak darah yang tinggi;
  • Anda memiliki trauma mental atau stres psikologis pada jangka waktu panjang.

Tidak adanya risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk PJK?

Obat yang digunakan pada kondisi penyakit jantung koroner adalah:

  • Obat-obatan untuk menurunkan kolesterol: termasuk statin, niasin, fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolesterol darah, sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada angiogenesis
  • Aspirin: Aspirin atau pengencer darah lainnya membantu untuk melarutkan darah yang tersumbat, mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun, dalam beberapa kasus, aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Jadi silakan beritahu dokter Anda jika Anda menderita gangguan pembekuan darah.
  • Beta blockers: Beta blockers membuat tekanan darah lebih rendah, dan mencegah risiko infark miokard.
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin: Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.

Operasi:

  • Pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit.
  • Bedah koroner seperti operasi bypass arteri adalah pengobatan yang paling umum untuk CAD. Dokter juga dapat melakukan angioplasty dan stenting jika diperlukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk PJK?

Untuk mendiagnosis PJK, dokter akan melakukan pemeriksaan umum, pemeriksaan rekam jejak medis, dan darah. Proses pemeriksaan biasanya termasuk electrocardiogram (EKG), dan uji stres jantung. Selain itu, dokter akan melakukan X-ray dan ultrasound untuk menyimpulkan kondisi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi PJK?

Untuk membatasi perkembangan penyakit PJK, Anda perlu mempertahankan kegiatan rutin seperti:

  • Mengatur pola makanan sehat seimbang, banyak mengonsumsi buah dan sayuran, mengonsumsi produk susu rendah lemak dan mengurangi makanan berlemak lainnya
  • Makan obat sesuai perintah dokter
  • Kurangi konsumsi garam
  • Berolahraga secara teratur, seperti jalan singkat selama 30 menit perhari. Tolong konsultasikan dengan ahli kebugaran tubuh atau dokter untuk menentukan kegiatan olahraga apa yang tepat bagi anda
  • Selalu mempertahankan berat badan yang sehat

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 21, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 21, 2018