Definisi

Apa itu penyakit crohn?

Penyakit Crohn (Crohn’s disease) adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan lapisan pada sistem pencernaan. Peradangan dapat mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut ke bagian belakang, tapi paling sering terjadi di bagian terakhir yaitu pada usus kecil (ileum) atau usus besar (kolon).

Seberapa umumkah penyakit crohn?

Penyakit Crohn dapat terjadi pada setiap golongan jenis kelamin dan usia, termasuk anak-anak. Namun, sebagian besar kasus terjadi pada orang-orang yang berusia antara 16-30 tahun dan 60-80 tahun. Penyakit ini lebih sedikit terjadi pada wanita dibandingkan pria, tetapi pada anak-anak lebih banyak anak laki-laki yang terkena penyakit ini dibandingkan anak perempuan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit crohn?

Penyakit Crohn dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan. Sementara itu gejala yang timbul bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya dan beberapa gejala mungkin lebih banyak terjadi daripada gejala yang lain, gejala tersebut meliputi:

Gejala yang berhubungan dengan radang saluran pencernaan:

  • Diare terus-menerus
  • Perdarahan pada area dubur
  • Ingin segera buang air besar
  • Kram dan sakit pada perut
  • Sensasi pengosongan perut yang tidak sepenuhnya
  • Sembelit (dapat menyebabkan gangguan usus)

Gejala umum yang mungkin berkaitan dengan IBD:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Keringat malam
  • Hilangnya siklus menstruasi yang normal

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Periksalah ke dokter Anda jika Anda memiliki perubahan terus-menerus pada kebiasaan buang air besar atau jika Anda memiliki salah satu tanda-tanda dan gejala penyakit Crohn, seperti:

  • Sakit perut
  • Darah dalam tinja Anda
  • Mengalami diare dan tidak pulih dengan konsumsi obat yang beredar di pasaran
  • Demam tanpa sebab yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Penyebab

Apa penyebab penyakit crohn?

Penyebab pasti dari penyakit Crohn tidak diketahui. Para peneliti percaya bahwa faktor-faktor berikut mungkin memainkan peran dalam menyebabkan penyakit Crohn:

Reaksi autoimun. Para peneliti percaya bakteri atau virus dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang lapisan dalam usus. Reaksi sistem kekebalan tubuh ini menyebabkan peradangan, sehingga menimbulkan gejala.

Gen. Penyakit Crohn kadang-kadang menurun dalam keluarga. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan penyakit Crohn mungkin lebih mungkin untuk menderita penyakit ini.

Lingkungan Hidup. Beberapa studi menunjukkan bahwa hal-hal tertentu di lingkungan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit Crohn, meskipun kemungkinan secara keseluruhannya rendah. Obat obat anti-inflamasi, antibiotik, dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit Crohn. Makan makanan dengan lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan untuk menderita penyakit Crohn.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit crohn?

Ada banyak pemicu penyakit Chron’s, di antaranya:

  • Merokok
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Makan makanan berbahaya
  • Tinggal di area yang airnya tercemar
  • Memiliki saudara dekat seperti orangtua, saudara kandung, atau anak yang mengidap penyakit ini

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit crohn?

Saat ini tidak ada obat khusus untuk penyakit ini. Tujuan dilakukannya pengobatan adalah untuk mengurangi gejala, mengendalikan peradangan, dan mencegah komplikasi. Pengobatan biasanya melibatkan terapi obat, operasi, dan terapi nutrisi.

Diare ringan dapat dikendalikan dengan suplemen air dan Oreol cair dan makanan yang tepat.

Jika diare semakin parah dan tidak hilang setelah tiga hari, Anda dapat menggunakan obat anti-inflamasi seperti kortikosteroid, obat imunosupresif seperti azathioprine dan merkaptopurin, antibiotik seperti ciprofloxacin dan metronidazol. Selain itu, dokter dapat menganjurkan Anda menggunakan suplemen vitamin, suplemen kalsium, zat besi dan vitamin D. Anda dapat mangonsumsi obat penghilang rasa sakit jika terjadi sakit yang parah.

Jika obat-obatan dan diet sehat tidak dapat membantu Anda mengontrol penyakit Crohn, dokter dapat merekomendasikan operasi. Setelah itu, pasien masih memerlukan obat-obatan untuk mengurangi risiko kambuhnya penyakit ini.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit crohn?

Untuk dapat mendiagnosis penyakit Crohn, dokter dapat menggunakan metode berikut:

  • Tes darah dan tes darah tinja okultisme: tes ini membantu dokter Anda untuk mengetahui adanya infeksi
  • Prosedur: Kolonoskopi, sigmoidoskopi yang fleksibel, CT dan MRI scan, kapsul endoskopi, double-baloon endoskopi, pencitraan usus kecil

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit crohn?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit Crohn:

  • Tetap aktif beraktivitas, kecuali bila Anda harus beristirahat karena gejala yang muncul
  • Minumlah obat seperti yang disarankan oleh dokter Anda
  • Ikutilah program diet dari dokter Anda dan ahli diet

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016