Apa itu Paronikia (Paronychia)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu paronikia?

Paronikia atau paronychia adalah infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku jari-jari tangan dan kaki. Jaringan sekitar kuku yang terinfeksi akan membengkak, lunak saat disentuh, meradang, dan terasa sakit saat disentuh.

Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya infeksi jamur, bakteri, atau virus tertentu. Selain itu, risiko infeksi terjadi lebih tinggi apabila ada luka atau trauma, seperti menggigit kuku, mengisap jari, sering mencuci piring, atau terpapar zat kimia tertentu.

Durasi terjadinya infeksi dapat bervariasi. Umumnya, gejala-gejala dapat muncul perlahan-lahan dan berlangsung seminggu, atau muncul tiba-tiba dan berlangsung hanya 1-2 hari.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini berbeda dengan herpetic whitlow, yaitu munculnya benjolan-benjolan kecil berisi nanah di jari tangan, dan biasanya disebabkan oleh virus. Namun, benjolan tidak hanya terletak pada sekitar kuku jari.

Jika tidak ditangani, paronikia dapat menyebabkan infeksi yang jauh lebih serius. Dalam kasus yang lebih parah, jaringan-jaringan jari Anda dapat mengalami kerusakan dan harus diamputasi.

Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan dengan berbagai prosedur, seperti drainase, bedah, dan pemberian obat-obatan.

Seberapa umumkah paronikia?

Paronikia adalah kondisi yang tergolong sangat umum terjadi. Di Amerika Serikat, kondisi adalah infeksi tangan yang paling umum ditemukan, dengan angka kejadian sebanyak 35%.

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria, dengan rasio sekitar 3:1. Selain itu, penyakit ini memiliki angka kejadian yang relatif tidak berbeda jauh pada pasien dari berbagai golongan usia.

Paronikia adalah kondisi yang dapat diatasi dan dihindari dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Apa saja jenis-jenis dari paronikia?

Infeksi pada kulit di sekitar kuku dapat dikategorikan menjadi dua jenis, tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh, kapan gejala pertama kali muncul, serta patogen yang menjadi penyebab infeksi.

Paronikia akut

Infeksi yang akut umumnya terjadi di sekitar kuku dan berkembang dengan relatif cepat. Jenis ini biasanya berawal dari kerusakan kulit yang disebabkan oleh menggigit kuku, mencabut kulit kuku, adanya bintil kuku (hangnails), melakukan manicure, atau trauma fisik lainnya.

Bakteri yang menjadi agen infeksi pada jenis akut umumnya adalah Staphylococcus dan Enterococcus.

Paronikia kronis

Jenis yang satu ini dapat terjadi pada jari-jari tangan dan kaki Anda. Perkembangan infeksi pada jenis ini relatif lebih lambat. Waktu yang diperlukan untuk sembuh pun mencapai berminggu-minggu, dan infeksi berpotensi kembali muncul di lain waktu.

Infeksi kuku yang kronis biasanya dipicu oleh bakteri Candida. Bakteri ini banyak ditemukan pada lingkungan yang lembap dan berair. Maka dari itu, orang-orang yang sering bekerja di area penuh air berisiko mengalaminya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala paronikia?

Paronikia umumnya menimbulkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi pada setiap penderitanya. Tergantung pula pada jenis dan durasi infeksi, penyakit ini dapat menunjukkan tanda-tanda yang berbeda.

Pada penderita paronikia akut, tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Terdapat ruam kemerahan (erythema)
  • Terjadi pembengkakan
  • Pada kasus yang lebih parah, terdapat nanah di lipatan sisi kuku
  • Infeksi dapat mencapai kulit di bawah kuku
  • Kuku lebih rapuh dan rentan terlepas

Selain itu, gejala-gejala yang mungkin timbul pada penderita jenis kronis adalah:

  • Pembengkakan
  • Ada ruam merah atau erythema
  • Lipatan sisi kuku menjadi lunak
  • Kuku berubah warna dan menebal
  • Kutikula dan lipatan sisi kuku terpisah dari kuku

Tanda-tanda dan gejala lainnya yang mungkin muncul adalah:

  • Kuku berubah warna menjadi hijau
  • Hipertropi (pembesaran akibat pembengkakan sel) pada kuku, pertanda adanya infeksi jamur

Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian kulit yang tebal di sekitar kuku dan membuat kuku lepas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter dan pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab paronikia?

Paronikia adalah infeksi yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Patogen utama yang menyebabkan kondisi ini adalah bakteri, jamur, atau kondisi dari kedanya.

Pada kasus yang akut, infeksi terjadi akibat adanya trauma atau luka pada jari dan kuku. Hal ini dapat disebabkan oleh kebiasaan menggigit kuku, mencabut kulit di sekitar kuku, alat manicure yang kurang bersih, membersihkan kutikula kuku terlalu keras, dan lain sebagainya.

Jika infeksi yang diderita bersifat kronis, kemungkinan infeksi disebabkan oleh jamur Candida, meskipun tidak menutup kemungkinan infeksi kronis dapat dipicu oleh bakteri.

Jamur tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembap dan basah. Hal ini yang menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi pada orang-orang yang bekerja dan sering terpapar dengan air.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena paronikia?

Paronikia adalah jenis infeksi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usianya dan apa kelompok rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menderita suatu penyakit tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya infeksi di sekitar kuku.

1. Jenis kelamin

Penyakit infeksi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria. Ini artinya, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi di sekitar kuku jika Anda adalah wanita.

2. Kebiasaan menggigit kuku

Menggigit kuku berisiko menyebabkan kulit di sekitar jari tangan menjadi rusak, sehingga peluang untuk terpapar dengan patogen penyebab infeksi pun jauh lebih besar.

3. Terlalu sering menggunakan sarung tangan

Memakai sarung tangan terlalu sering dapat menimbulkan kondisi yang lembap pada bagian dalam tangan Anda. Hal ini tentunya berisiko karena jamur dan bakteri dapat bertumbuh dengan baik di daerah yang lembap.

4. Pernah terpapar zat kimia tertentu di jari

Jika jari Anda pernah terpapar zat kimia tertentu, sebaiknya berwaspada karena peluang Anda untuk mengalami infeksi pada kulit di sekitar kuku akan jauh lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana paronikia didiagnosis?

Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini dengan melihat keadaan kuku yang terinfeksi. Apabila diperlukan, dokter akan mengambil sampel seperti nanah atau cairan dari kuku yang terinfeksi.

Sampel ini akan diteliti di laboratorium untuk mengetahui adanya penyebab infeksi, serta menentukan perawatan seperti apa yang tepat untuk penderita.

Bagaimana mengobati paronikia?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala yang tergolong ringan, Anda hanya perlu menjalani perawatan sederhana di rumah. Anda bisa mencoba merendam tangan di air hangat atau suam-suam kuku sebanyak 2-3 kali sehari.

Merendam jari di air hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Penawar rasa sakit, seperti parasetamol atau ibuprofen, ampuh untuk meredakan rasa sakit. Setelah direndam, dokter akan mengeluarkan lendir terlebih dahulu dan memberi obat-obatan antibiotik dalam bentuk diminum atau topikal (oles) apabila infeksi berkaitan dengan bakteri.

Jika infeksi yang terjadi berasal dari jamur, dokter akan memberikan obat-obatan antijamur topikal, seperti:

Anda harus mengaplikasikan obat-obatan tersebut setiap hari selama beberapa minggu. Pastikan Anda menggunakan obat tersebut ketika kulit sedang dalam keadaan kering dan bersih.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur oral atau obat steroid yang diminum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi paronikia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi paronikia:

  • Hindari menggigit kuku
  • Hindari terkena air dalam waktu yang lama
  • Jika Anda harus melakukan kontak dengan air, gunakan sarung tangan dengan lapisan katun di dalamnya
  • Hindari menggunakan sarung tangan atau kuku palsu dalam waktu yang terlalu lama
  • Rawat kulit dan kuku dengan baik

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 22, 2019

Sumber