Definisi

Apa itu obstruksi outlet kandung kemih (bladder outlet obstruction)?

Bladder outlet obstruction (BOO) atau obstruksi outlet kandung kemih adalah penyumbatan yang terjadi pada pangkal kandung kemih. Ini akan mengurangi atau menghentikan aliran urin ke uretra (saluran yang membawa urin keluar dari tubuh).

Seberapa umum obstruksi outlet kandung kemih?

Kondisi ini sering terjadi pada pria usia tua, biasanya disebabkan oleh benign prostatic hyperplasia (BPH) alias pembesaran prostat. Kondisi lain yang memengaruhi kandung kemih, yaitu batu kandung kemih dan kanker kandung kemih, juga lebih sering terjadi pada pria. Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui info lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala bladder outlet obstruction?

Penderita obstruksi outlet kandung kemih biasanya mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut ini:

  • Nyeri pada perut
  • Terus menerus merasa ingin buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Tak bisa buang air kecil
  • Rasa nyeri saat buang air kecil
  • Kesulitan memulai aliran urin saat buang air kecil
  • Aliran air kencing yang lemah dan lambat
  • Infeksi saluran kencing
  • Aliran air kencing yang terputus-putus
  • Sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil
  • Mual, lemas, dan retensi cairan apabila sudah terjadi gagal ginjal

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab obstruksi outlet kandung kemih?

Penyebab utama bladder outlet obstruction (BOO) adalah:

  • Benign prostatic hyperplasia (BPH), atau pembesaran prostat
  • Batu kandung kemih
  • Kanker kandung kemih
  • Tumor di area panggul (leher rahim, prostat, rahim, rektum)
  • Striktur uretra

Beberapa kondisi di bawah ini juga bisa menyebabkan BOO namun cukup jarang:

  • Sistokel (saat kandung kemih turun ke vagina)
  • Ada benda asing masuk
  • Posterior urethral valves (kelainan bawaan lahir pada laki-laki)
  • Spasme uretra
  • Divertikulitis uretra

Siapa saja yang berisiko terkena bladder outlet obstruction?

Usia sangat memengaruhi terjadinya obstruksi outlet kandung kemih. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang untuk terkena kondisi ini menjadi lebih tinggi, terutama jika ia berjenis kelamin laki-laki.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis bladder outlet obstruction?

Dokter mungkin akan mencurigai Anda mengidap BOO jika ada pembesaran perut yang abnormal, atau jika kandung kemih Anda lebih besar dari ukuran normal. Dokter juga lebih mungkin mendiagnosis Anda dengan obstruksi outlet kandung kemih jika Anda pria yang mengalami pembesaran prostat, atau wanita yang mengalami sistokel (kandung kemih turun).

Beberapa tes bisa dilakukan untuk mendiagnosis BOO, antara lain:

  • Tes darah untuk mengecek kerusakan ginjal
  • Kultur urin untuk mengetes infeksi
  • USG ginjal dan kandung kemih untuk menemukan di mana lokasi penyumbatan urin
  • Tes urin untuk mencari apakah ada darah di dalam air kencing
  • Rontgen untuk mencari penyempitan uretra

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati bladder outlet obstruction?

Pengobatan bladder outlet obstruction bergantung pada penyebabnya. Pada kebanyakan kasus, kateter akan dimasukkan ke uretra menuju kandung kemih untuk memperbaiki penyumbatan.

Terkadang, kateter suprapubik (kateter yang dimasukkan lewat perut) juga dibutuhkan untuk mengosongkan urin dari kandung kemih.

Operasi biasanya dibutuhkan untuk pengobatan jangka panjang. Namun, kebanyakan kondisi yang menyebabkan penyakit ini bisa ditangani dengan obat-obatan. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 8, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 8, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan