Definisi

Apa itu nyeri haid?

Nyeri haid (dismenore) adalah rasa nyeri yang berdenyut atau kram pada perut bagian bawah, yang terjadi sesaat sebelum haid atau selama periode menstruasi.

Seberapa umumkah nyeri haid?

Nyeri haid sangatlah umum terjadi. Nyeri haid dapat mengenai wanita pada usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala nyeri haid?

Gejala umum dari nyeri haid adalah:

  • nyeri berdenyut atau kram pada bagian bawah perut yang bisa jadi parah
  • rasa sakit yang samar tapi konstan
  • nyeri yang menyebar ke punggung bagian bawah dan paha
  • merasakan tekanan pada perut

Selain itu, Anda dapat merasakan beberapa gejala berikut jika nyeri haid parah:

  • sakit perut, biasanya dengan mual
  • tinja encer
  • sakit kepala/pusing

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika nyeri haid menggangu kehidupan Anda setiap bulannya, jika gejala Anda semakin memburuk, atau jika Anda berusia lebih dari 25 tahun dan baru mulai mengalami nyeri haid yang parah. Namun, jika Anda baru mulai menstruasi dalam beberapa tahun terakhir dan mengalami nyeri haid, kemungkinan nyeri haid Anda bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Penyebab

Apa penyebab nyeri haid?

Selama periode menstruasi Anda, rahim berkontraksi untuk membantu meruntuhkan lapisannya. Zat yang seperti hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam nyeri dan peradangan memicu kontraksi otot rahim. Kadar prostaglandin yang tinggi dikaitkan dengan nyeri haid yang lebih parah.

Kontraksi yang parah dapat menyempitkan pembuluh darah yang menyuplai rahim. Nyeri terjadi ketika sebagian otot kehilangan suplai oksigen untuk sesaat.

Nyeri haid juga dapat disebabkan oleh:

  • Endometriosis: dalam kondisi yang menyakitkan ini, jaringan yang melapisi rahim mulai tertanam di luar rahim, paling umum pada tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul.
  • Fibroid rahim: pertumbuhan non-kanker pada dinding rahim ini dapat menjadi penyebab nyeri.
  • Adenomiosis: dalam kondisi ini, jaringan yang melapisi rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
  • Penyakit radang panggul (PID): infeksi organ reproduktif wanita ini biasanya disebabkan oleh bakteri menular seksual.
  • Stenosis serviks: pada beberapa wanita, mulut leher rahim bisa jadi sangat kecil sehingga menghambat aliran menstruasi, menyebabkan peningkatan tekanan dalam rahim yang menyakitkan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk nyeri haid?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri haid, antara lain:

  • Anda berusia kurang dari 30 tahun
  • Anda mengalami pubertas awal, pada usia 11 tahun atau kurang
  • Anda mengalami pendarahan berat selama haid (menorrhagia)
  • Anda mengalami pendarahan menstruasi yang tidak teratur (metrorrhagia)
  • Anda belum pernah melahirkan
  • Anda memiliki riwayat keluarga dismenore
  • Anda merokok

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana nyeri haid didiagnosis?

Dokter akan memeriksa riwayat medis Anda dan menjalankan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan panggul, dokter aakn memeriksa kelainan di organ reproduktif Anda dan mencari tanda adanya infeksi.

Jika dokter mencurigai bahwa nyeri haid Anda disebabkan oleh gangguan yang mendasari, ia dapat menganjurkan tes lainnya, seperti:

  • USG. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat pencitraan rahim, serviks, tuba falopi, dan ovarium.
  • Tes pencitraan lainnya. CT scan atau magnetic resonance imaging (MRI) memberikan detail lebih daripada USG dan dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi yang mendasarinya.
  • Laparoskopi. Laparoskopi biasanya tidak diperlukan untuk diagnosis nyeri haid, tetapi dapat membantu mendeteksi kondisi yang mendasarinya, seperti endometriosis, penempelan, fibroid, kista ovarium dan kehamilan ektopik.

Apa saja pengobatan untuk nyeri haid?

  • Pereda nyeri: dokter mungkin menyarankan penggunaan beberapa pereda nyeri, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve), pada dosis reguler dimulai sehari sebelum Anda menduga haid Anda akan mulai. Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang diresepkan, seperti mefenamic acid (Ponstel), juga tersedia. Jika Anda tidak dapat menggunakan NSAID, acetaminophen (Tylenol, lainnya) dapat mengurangi nyeri Anda. Mulailah menggunakan pereda nyeri di awal haid Anda, atau segera setelah Anda merasakan gejala, dan terus menggunakannya selama dua sampai tiga hari, atau sampai gejala Anda telah menghilang.
  • Kontrasepsi hormon akan mencegah ovulasi dan mengurangi tingkat keparahan nyeri haid. Hormon ini juga dapat diberikan dengan beberapa bentuk lainnya: injeksi, patch yang ditempel di kulit, implan yang ditempatkan di bawah kulit lengan, cincin fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina, atau intrauterine device (IUD).
  • Operasi: jika nyeri haid Anda disebabkan oleh gangguan lain yang mendasarinya, seperti endometriosis atau fibroid, operasi untuk memperbaiki masalah tersebut dapat membantu mengurangi gejala Anda. Operasi pengangkatan rahim juga bisa menjadi pilihan jika Anda tidak berencana untuk memiliki anak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri haid?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi nyeri haid:

  • Olahraga dapat meringankan rasa sakit dari nyeri haid.
  • Panas: berendam dalam air panas atau menggunakan bantal pemanas, botol kompres air panas atau patch panas di perut bagian bawah dapat meringankan nyeri haid. Menerapkan kompres panas mungkin sama efektifnya dengan jika Anda minum obat yang dijual bebas untuk meredakan nyeri.
  • Suplemen diet: vitamin E, asam lemak omega-3, vitamin B-1 (thiamine), vitamin B-6 dan suplemen magnesium dapat dengan efektif mengurangi nyeri haid.
  • Menghindari alkohol dan tembakau dapat membantu karena zat-zat tersebut dapat memperburuk nyeri haid.
  • Mengurangi stres dapat mengurangi risiko nyeri haid dan tingkat keparahannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan