Apa itu kurap (kadas)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kurap (kadas)?

Kurap atau yang juga disebut dengan kadas adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan teratas kulit. Kadas yang punya nama lain tinea corporis adalah penyakit yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Biasanya ruam kurap membentuk pola seperti cincin yang dikelilingi dengan pinggiran bersisik yang sedikit terangkat.

Infeksi ini awalnya hanya menyerang area kulit tertentu hingga akhirnya menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dilansir dari American Academy of Dermatology, tiap daerah yang terinfeksi memiliki nama yang berbeda. Berikut area yang biasa terkena lengkap dengan sebutannya:

  • Kaki, disebut juga dengan kutu air (tinea pedis)
  • Telapak tangan (tinea manuum)
  • Kulit kepala (tinea capitis)
  • Selangkangan, disebut juga dengan jock itch (tinea cruris)
  • Kuku, disebut juga dengan infeksi kuku (tinea unguium atau onikomikosis)

Penyakit ini termasuk mudah menular melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi.

Seberapa umumkah kurap (kadas)?

Kurap termasuk penyakit yang cukup umum dan bisa menyerang siapapun. Dari anak-anak hingga lansia bisa terserang penyakit kulit yang satu ini.

Namun, Anda bisa mencegah kemunculan penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kurap (kadas)?

Tanda dan gejala kadas biasanya sedikit berbeda pada tiap area yang terinfeksi. Berikut ciri-ciri kurapa sesuai dengan area yang terkena:

Kulit atau tubuh

  • Ruam yang membentuk seperti cincin
  • Kulit merah dan meradang di bagian luar cincin tetapi terlihat normal di bagian tengahnya
  • Ruam yang berkumpul
  • Area cincin yang sedikit terangkat
  • Rasa gatal pada ruam
  • Bercak tumbuh perlahan, bertambah besar, dan menyebar ke area lain di tubuh

Kaki

  • Rasa gatal, terbakar, dan menyengat di antara sela jari kaki
  • Kulit kering dan bersisik di antara jari kaki dan menyebar ke telapak hingga samping kaki
  • Kulit mengelupas
  • Lepuhan kulit yang pecah hingga berdarah
  • Bercak merah tebal pada kulit yang bersisik
  • Area yang terinfeksi berbau tidak sedap

Telapak tangan

  • Kulit mengering dan menebal di telapak tangan
  • Retakan yang cukup dalam di telapak tangan
  • Bercak berbentuk cincin di bagian belakang tangan

Biasanya muncul akibat sering menyentuh kaki yang telah terinfeksi kutu air.

Kulit kepala

  • Terdapat area botak di kepala yang bersisik
  • Kebotakan semakin meluas disertai dengan bercak tebal dan kerak di kulit kepala
  • Munculnya titik-titik hitam di area kepala yang botak
  • Luka terbuka yang mengeluarkan nanah
  • Terdapat area kepala yang lunak, kenyal, dan meradang
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rasa gatal yang tak tertahankan

Selangkangan

  • Ruam merah disertai dengan pembengkakan yang gatal di lipatan area selangkangan
  • Ruam menyebar ke pangkal paha hingga ke paha bagian dalam, pinggang, dan bokong
  • Kulit yang terinfeksi cenderung bersisik dan memiliki batas luar yang sedikit terangkat
  • Kulit mengelupas dan retak
  • Kadang terasa sangat gatal dan sakit

Biasanya gejala akan semakin memburuk saat berjalan, berlari, atau berolahraga.

Kuku

  • Biasa menyerang satu kuku saja atau lebih dari itu
  • Dimulai dengan penebalan jaringan di bawah kuku
  • Kuku menghitam dan menebal
  • Kuku yang menebal biasanya mulai telihat seperti terangkat dari kulit di bawahnya
  • Kuku hancur
  • Kuku terkadang lepas dari kulit

Dibandingkan dengan kuku di jari tangan, infeksi ini lebih sering menyerang kuku di jari-jari kaki. Selain itu, kondisi ini juga biasanya sering berkembang pada orang yang sudah lama terinfeksi kutu air.

Jenggot

  • Kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah pada area sekitar jenggot
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Rambut jenggot perlahan rontok
  • Kulit yang kering dan terlihat seperti terbuka
  • Ada bagian kulit yang menonjol, lembut, dan mengeluarkan cairan
  • Mengalami kelelahan lebih dari biasanya

Kondisi ini biasanya muncul pada pria yang memiliki jenggot cukup tebal. Biasanya infeksi muncul ketika melakukan kontak dengan hewan yang telah terinfeksi kurap.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami ruam pada kulit yang tidak kunjung membaik dalam dua minggu. Anda juga bisa langsung pergi ke dokter jika ada gejala tak biasa di tubuh yang membuat tidak nyaman.

Semakin cepat diobati, semakin menurun pula risiko penyebaran penyakit ke area tubuh yang lainnya. Dengan begitu, Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu masalah kulit yang satu ini.

Penyebab

Apa penyebab kurap (kadas)?

Penyebab kurap adalah jamur yang hidup di lapisan terluar kulit. Trichophyton, microsporum, dan epidermophyton adalah tiga jenis jamur berbeda yang dapat menyebabkan infeksi ini. Jamur ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah.

Kurap dapat menyebar dengan cara:

  • Dari manusia ke manusia, saat bersentuhan langsung dengan orang yang terinfeksi
  • Dari hewan ke manusia, saat menyentuh atau mengelus hewan yang terinfeksi
  • Dari benda ke manusia, saat menyentuh permukaan benda yang disentuh oleh hewan atau orang yang terinfeksi
  • Dari tanah ke manusia, saat kulit menempel pada tanah yang terinfeksi baik dari hewan atau manusia

Jamur penyebab kurap bisa hidup pada benda yang terinfeksi dalam waktu yang cukup lama. Untuk itu, Anda bisa tertular dengan mudah jika keluarga di rumah ada yang terinfeksi penyakit kulit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kurap (kadas)?

Semua orang bisa terkena kurap. Namun, risikonya akan meningkat jika:

  • Tinggal di daerah tropis
  • Sering berkegiatan dalam cuaca yang panas dan lembap
  • Memiliki luka terbuka di kulit
  • Sering berenang di kolam umum
  • Sering menggunakan barang pribadi bekas pakai secara bersamaan
  • Tidak memakai alas kaki di ruang ganti pusat kebugaran atau kolam renang
  • Obesitas
  • Memiliki penyakit diabetes

Biasanya atlet cenderung lebih sering terkena kurap. Pasalnya, intensitas olahraga yang sering membuat tubuhnya banyak dalam keadaan basah dan lembap.

Oleh karena itu, selalu jaga tubuh tetap kering agar terhindar dari infeksi jamur pada kulit.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kurap (kadas)?

Seorang dokter kulit biasanya bisa langsung tahu Anda terkena kurap hanya dengan melihat area yang terinfeksi.

Selain memeriksa area yang terinfeksi, dokter biasanya akan melihat area lain di tubuh. Pasalnya, infeksi kurap sangat mudah menyebar dari area satu ke yang lainnya.

Biasanya sebelum memberi diagnosis, dokter akan mengambil sampel kulit, rambut, atau kuku yang terinfeksi ke laboratorium.

Dokter akan mengikis sedikit kulit,potongan kuku, atau bagian rambut yang terinfeksi untuk kemudian diperiksa. Dengan melihat sampel ini dibawah mikroskop, dokter dengan mudah melihat keberadaan jamur penyebab infeksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kurap (kadas)?

Kurap wajib diobati dengan segera. Tanpa perawatan, ruam bisa tumbuh dan menyebar ke area kulit lainnya.

Perawatan yang tepat membantu mencegah penyebaran dan menghentikan rasa gatal yang mengganggu. Selain itu, mengobati kurap juga menjadi salah satu cara mencegah penyakit ini menular ke orang lain.

Biasanya perawatan tergantung pada lokasinya di tubuh dan seberapa parah infeksi yang ditimbulkan. Namun secara umum, obat-obatan nonresep yang bisa digunakan yaitu:

  • Clotrimazole (Lotrimin, Mycelex)
  • Miconazole (Azolen, DermaFungal, Desenex, Micaderm, Miranel, Mitrazol)
  • Terbinafine (Lamisil)
  • Ketoconazole (Xolegel)

Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai perawatan untuk kurap berdasar lokasi tubuh yang terinfeksi:

Kulit

Salep atau krim antijamur biasanya sudah bisa membasmi kurap pada kulit. Sebagian besar obat-obatannya perlu dioleskan dua kali sehari selama 2 hingga 4 minggu.

Namun, jika penyakit kulit ini sudah menginfeksi area kulit lain di tubuh yang lebih luas, obat oles saja tidak cukup. Dokter biasanya meresepkan obat antijamur minum.

Kaki

Krim atau semprotan antijamur tanpa resep bisa membantu menghilangkan jamur di kaki. Untuk kasus yang ringan, infeksi akan hilang dalam waktu 2 minggu.

Namun, untuk kondisi yang lebih parah atau tidak hilang dalam 2 minggu setelah diobati, dokter akan meresepkan obat yang lebih kuat.

Telapak tangan

Kurap di telapak tangan biasanya cenderung ringan. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa diobati dengan krim antijamur. Namun, tak menutup kemungkinan Anda butuh obat antijamur yang lebih kuat seperti terbinafine atau itraconazole.

Kulit kepala

Kadas di kulit kepala biasanya perlu diobati dengan obat yang diresepkan dokter. Pasalnya krim, losion, atau bubuk antijamur tidak bekerja efektif di kulit kepala.

Obat yang diberikan umumnya perlu diminum selama 1 hingga 3 bulan. Obat antijamur yang digunakan untuk mengobati kurap pada kulit kepala meliputi:

Minumlah obat-obatan ini sesuai petunjuk yang diberikan. Jangan berhenti meminumnya sebelum batas waktu yang telah ditentukan dokter.

Hal ini bisa membuat pengobatan gagal dilakukan. Akibatnya, penyakit kulit ini justru menjadi lebih sulit untuk disingkirkan.

Selain obat minum, Anda juga bisa menggunakan sampo antijamur untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Bahkan, bukan cuma Anda yang disarankan menggunakan sampo ini.

Semua anggota keluarga di rumah juga sebaiknya menggunakannya, Ini karena kurap sangat mudah menular. Dengan menggunakan sampo antijamur, Anda sekeluarga terhindar dari risiko untuk saling menginfeksi satu sama lain.

Selangkangan

Untuk mengobati kurap di area selangkangan, dokter biasanya meresepkan krim, semprotan, atau bubuk antijamur. Obat ini umumnya harus digunakan dua kali sehari selama 10 sampai 14 hari.

Kuku

Untuk membersihkan kurap di kuku, Anda butuh obat yang diresepkan dokter. Umumnya, kurap di bagian ini diobati dengan obat antijamur minum. Dikarenakan kuku juga terus tumbuh, butuh waktu lebih lama untuk mengobatinya.

Jenggot

Di area jenggot, dokter akan meresepkan obat antijamur dan rencana perawatan khusus. Selain obat antijamur, dokter juga akan menghilangkan jaringan yang tidak sehat untuk mempercepat penyembuhan. Selain itu, biasanya Anda juga diminta untuk mencukur rambut yang terinfeksi di area jenggot.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kurap (kadas)?

Berikut berbagai perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kurap:

Mencuci sprei dan pakaian setiap hari

Selama terinfeksi kurap, Anda perlu mencuci sprei dan pakaian setiap hari. Hal ini bertujuan agar kurap tidak mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dengan begitu, pengobatan yang dilakukan bisa cepat dan efektif.

Menggunakan pakain longgar

Selama terinfeksi penyakit kulit ini, hindari pakaian ketat. Sebaliknya, gunakan pakaian yang longgar agar tidak bergesekan dengan kulit yang terinfeksi hingga bisa memperparah penyakit.

Gunakan juga pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Pakaian ini mampu menyerap kelebihan keringat dengan baik sehingga tidak membuat jamur tumbuh semakin subur.

Mengompres area yang gatal

Kurap membuat kulit terasa sangat gatal. Namun jangan sekali-kali menggaruknya karena bisa membuat infeksi ini menyebar ke area lainnya.

Mengompres kulit dengan air dingin atau panas selama 20 hingga 30 menit membantu mengurangi gatal yang menyiksa.

Kompres bagian yang terkena infeksi saja, jangan semuanya. Pasalnya, bukannya meringankan penyakit hal ini malah bisa membuat infeksi menyebar luas.

Selain itu, cucilah kain selepas digunakan dengan air panas. Tujuannya yaitu untuk membunuh jamur yang menempel saat mengompres kulit.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kurap (kadas)?

Cukup sulit mencegah penyakit kulit yang satu ini. Pasalnya, jamur ini ada di mana-mana dan sangat menular. Namun, Anda bisa mengurangi risiko penularan dengan melakukan berbagai cara-cara berikut:

Menjaga kebersihan tubuh

Menjaga kebersihan tentu saja menjadi langkah pencegahan yang paling penting. Usahakan untuk cuci tangan sesering mungkin setelah memegang hewan atau selepas memegang benda terutama di fasilitas umum.

Jangan lupa untuk rutin mandi selepas berolahraga atau berkegiatan yang mengeluarkan keringat. Mandi membantu meluruhkan kotoran termasuk bakteri dan jamur yang menempel di tubuh.

Tidak menggunakan barang pribadi berbarengan

Meski terlihat bersih, bukan tidak mungkin teman atau keluarga Anda sebenarnya telah terinfeksi jamur. Untuk itu, hindari penularannya dengan tidak berbagi barang pribadi.

Handuk, sisir, sikat gigi, sapu tangan, dan sepatu termasuk ke dalam barang pribadi yang baiknya tidak dipinjamkan. Jangan lupa juga untuk tidak meminjam barang serupa dari orang lain meski sangat dekat.

Jaga tubuh tetap kering

Jamur sangat suka lingkungan yang hangat dan lembap. Untuk itu, jagalah tubuh tetap kering saat atau selepas beraktivitas guna mencegah jamur tumbuh dan menginfeksi tubuh.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan alas kaki saat berada di ruang ganti umum, pusat kebugaran, atau kamar mandi umum.

Rutin memeriksa kesehatan hewan peliharaan

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, jangan lupa untuk mengecek kesehatannya secara rutin. Ini karena hewan bisa menjadi media penularan penyakit termasuk salah satunya kurap.

Meski tidak memiliki tanda-tanda penyakit, sebaiknya periksakan selama enam bulan sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Mei 3, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 3, 2019

Yang juga perlu Anda baca